H. Kasan Basari tokoh masyarakat juga Ketua DPC Partai Gerindra mengatakan, jumlah 220 unit becak listrik merupakan bantuan yang diajukan berdasarkan data masyarakat yang telah dihimpun sebelumnya.
“Bantuan yang datang dari Presiden Bapak Prabowo Subianto sebanyak 220 becak. Jumlah tersebut berdasarkan usulan dari data yang sudah kami terima dan didata di lapangan,” ujar H. Kasan Basari. Jum'at (25/9/2026).
Menurutnya, pendataan dilakukan bersama tim dengan melihat kondisi masyarakat di sejumlah lokasi, termasuk di jalan-jalan dan pasar. Salah satu sasaran penerima adalah para pengemudi becak yang sudah berusia lanjut dan masih menggantungkan penghasilan dari aktivitas menarik becak.
Ia menyebutkan, salah satu pertimbangan dalam pendataan adalah usia penerima yang umumnya sudah di atas 50 tahun. Namun, dalam pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kondisi dan kelayakan calon penerima.
“Yang kami data adalah masyarakat yang memang membutuhkan. Termasuk para pengemudi becak yang sudah berusia lanjut. Yang penting memenuhi kriteria dan layak menerima,” katanya.
H. Kasan menjelaskan, pendistribusian becak listrik belum langsung dilakukan karena terlebih dahulu harus melalui proses pemeriksaan fisik dan kelengkapan unit.
Verifikasi mencakup kondisi baterai, sistem pengisian daya, serta komponen pendukung lainnya untuk memastikan seluruh becak dalam kondisi layak sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah.
“Setelah verifikasi fisik selesai dan seluruh komponennya dipastikan lengkap, baru kita jadwalkan proses serah terimanya,” jelasnya.
Setelah proses verifikasi selesai, bantuan becak listrik akan diserahkan terlebih dahulu kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu. Selanjutnya, pemerintah daerah akan menjadwalkan penyerahan kepada masyarakat penerima.
“Kita serahkan terlebih dahulu ke Pemerintah Kabupaten Indramayu karena ini merupakan bantuan dari negara, dari Presiden Republik Indonesia. Setelah diterima pemerintah daerah, baru kita jadwalkan kapan para penerima mengambil becaknya,” ungkapnya.
H. Kasan juga menegaskan bahwa bantuan yang diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat dan tidak dipungut biaya.
Ia berharap penerima bantuan nantinya dapat menjaga dan memanfaatkan becak listrik sebagaimana mestinya.
“Penerima harus berdasarkan data dan dokumen yang sudah kami input. Ada komitmen untuk merawat, menjaga, dan memfungsikan bantuan ini sebagaimana mestinya. Jangan sampai setelah diserahkan justru menganggur di rumah atau bahkan diperjualbelikan. Itu yang tidak kami kehendaki,” tegasnya.
Terkait kemungkinan tambahan bantuan, H. Kasan menyampaikan bahwa terdapat peluang adanya gelombang berikutnya. Namun, realisasinya tetap bergantung pada mekanisme dan kebijakan program pemerintah pusat.
Ia mengatakan, apabila nantinya terdapat tambahan kuota, calon penerima tetap harus memenuhi persyaratan dan masuk dalam data yang telah diverifikasi.
“Kalau ada gelombang berikutnya, tentu tetap berdasarkan data dan kelayakan penerima. Siapa pun yang memang layak dan berhak menerima, tentu akan kita perjuangkan melalui mekanisme yang ada,” katanya.
H. Kasan menilai bantuan becak listrik merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat kecil, khususnya para pengemudi becak yang masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Becak ini bagian dari bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat kecil. Kita berharap bantuan ini benar-benar memberikan manfaat dan bisa membantu meningkatkan penghasilan serta aktivitas ekonomi para penerimanya,” pungkasnya.
Pena | By. | Tedy |
Editor | By. | Tedy |
Foto / Video | By. | Redaksi |

