Lensa Today - Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Solidaritas Indramayu (FSI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Pengadilan Negeri Indramayu pada Senin (4/5/2026). Aksi tersebut merupakan bentuk desakan kepada aparat penegak hukum agar menuntaskan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu dengan menjunjung tinggi keadilan dan transparansi.
Dalam aksi itu, massa membawa berbagai spanduk dan poster tuntutan, serta menyuarakan agar proses hukum tidak dipengaruhi opini liar di luar persidangan. Mereka juga meminta hakim menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada para pelaku.
Salah satu kuasa hukum keluarga korban, Heri Reang, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk dukungan moral dari masyarakat Indramayu terhadap keluarga korban yang tengah berjuang mencari keadilan.
“Terima kasih kepada teman-teman semua, saudara-saudara kita di Indramayu yang sudah hadir. Dukungan ini sangat berarti bagi kami sebagai keluarga korban,” ujar Heri usai audiensi di Pengadilan Negeri Indramayu.
Ia menegaskan bahwa berdasarkan alat bukti yang dimiliki, pihaknya meyakini pelaku utama dalam kasus tersebut sudah jelas. Bahkan, menurutnya, bukti-bukti seperti rekaman CCTV, transaksi perbankan, hingga keterangan saksi di lokasi telah mengarah pada dua nama yang diduga kuat sebagai pelaku.
“Kami meyakini dari alat bukti yang ada, pelakunya jelas. CCTV sudah menunjukkan, bukti transaksi juga ada, termasuk keterangan dari pihak hotel. Ini tidak bisa diputarbalikkan,” tegasnya.
Namun, Heri juga menyoroti adanya dugaan upaya penggiringan opini di luar persidangan yang dinilai dapat mengaburkan fakta hukum. Ia meminta agar proses hukum tetap berjalan objektif tanpa intervensi pihak manapun.
“Kami menolak segala bentuk framing di luar persidangan. Jangan sampai fakta diputarbalikkan dan publik dibohongi,” lanjutnya.
Lebih jauh, ia menyampaikan bahwa pihak keluarga korban mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya, bahkan menuntut hukuman maksimal atas perbuatan yang dinilai sangat keji, terlebih karena turut menelan korban anak-anak.
“Masa ada pembunuhan terhadap bayi, terhadap anak-anak, lalu tidak dihukum berat? Kami minta keadilan ditegakkan seadil-adilnya,” katanya dengan nada tegas.
Dalam kesempatan itu, Heri juga membuka kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat, namun menegaskan bahwa fokus utama saat ini tetap pada dua terduga pelaku yang dinilai paling bertanggung jawab.
Sementara itu, massa aksi juga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya lima korban dalam peristiwa tragis tersebut. Mereka berharap proses hukum berjalan transparan, adil, dan tidak berlarut-larut.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Massa membubarkan diri secara damai setelah menyampaikan tuntutan dan pernyataan sikap di depan gedung Pengadilan Negeri Indramayu.
Pena | By. | Tedy |
Editor | By. | Tedy |
Foto / Video | By. | Redaksi |
