Masyarakat Kabupaten Indramayu juga menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Indramayu, H. Sirojudin, S.P., M.Si., menjadi salah satu pihak yang menyatakan tidak sependapat dengan wacana tersebut. Menurutnya, identitas budaya di Jawa Barat tidak hanya didominasi oleh budaya Sunda, melainkan juga terdiri atas beragam kultur yang telah tumbuh dan berkembang di berbagai daerah.
Ia mencontohkan Kabupaten Bekasi dan Kota Depok yang memiliki kedekatan historis dan kultural dengan budaya Betawi. Sementara itu, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon memiliki karakter budaya Cirebonan yang berbeda dengan budaya Sunda.
"Jawa Barat memiliki keberagaman budaya yang harus dihormati. Tidak semua daerah memiliki identitas budaya Sunda. Bekasi dan Depok memiliki kultur Betawi, sedangkan Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon memiliki budaya Cirebonan yang sudah mengakar," ujar Sirojudin.
Menurutnya, perubahan nama provinsi berpotensi memunculkan persoalan baru apabila tidak mempertimbangkan seluruh aspek sosial dan budaya yang ada. Ia menilai, daerah-daerah yang merasa identitas budayanya kurang terakomodasi bisa saja menyampaikan aspirasi baru terkait penataan wilayah di masa mendatang.
"Kami khawatir ke depan akan muncul aspirasi pembentukan provinsi baru di wilayah Cirebon maupun Bekasi apabila masyarakat merasa identitas budayanya tidak terakomodasi. Hal ini tentu perlu menjadi pertimbangan yang serius," katanya.
Selain itu, Sirojudin menilai pemerintah sebaiknya lebih memprioritaskan agenda yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, salah satunya percepatan pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB).
Menurutnya, usulan DOB di Jawa Barat, termasuk rencana pembentukan Kabupaten Indramayu Barat yang telah memperoleh persetujuan dari Pemerintah Provinsi dan DPRD Jawa Barat, jauh lebih mendesak untuk diperjuangkan dibandingkan wacana perubahan nama provinsi.
"Yang lebih urgen saat ini adalah memperjuangkan pembentukan Daerah Otonomi Baru yang sudah mendapat persetujuan dari Pemerintah Provinsi dan DPRD Jawa Barat, seperti Kabupaten Indramayu Barat serta sejumlah usulan kabupaten dan kota baru lainnya. Langkah ini akan lebih berdampak terhadap peningkatan pelayanan publik, pemerataan pembangunan, dan percepatan kesejahteraan masyarakat," ungkapnya.
Atas dasar itu, Sirojudin berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan lebih mengedepankan persatuan serta menghormati keberagaman budaya yang menjadi kekayaan Jawa Barat.
"Keberagaman budaya merupakan aset yang harus dijaga bersama. Karena itu kami tidak sependapat dengan wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Sunda atau Provinsi Tatar Sunda. Yang lebih penting adalah menghadirkan kebijakan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat," tegasnya.
Pena | By. | Tedy |
Editor | By. | Tedy |
Foto / Video | By. | Redaksi |
