Yayasan Resmi Tetapkan Prof. Ipong Pimpin Unwir Indramayu, Dilantik dan Mulai Bertugas Mei 2026


Lensa Today - 
Rektor Universitas Wiralodra Indramayu, Prof. Dr. Ujang Suratno, SH., M.Si. memastikan proses pemilihan rektor periode 2026–2030 berjalan lancar dan resmi berakhir pada 28 Maret 2026.

“Alhamdulillah, seluruh tahapan pemilihan rektor telah selesai dan kini telah ditetapkan rektor terpilih berdasarkan hasil Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) yang dilaksanakan dalam dua tahap,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tahap pertama dilakukan melalui mekanisme di tingkat senat universitas. Selanjutnya, pada 27 Maret 2026, dilaksanakan UKK terintegrasi yang melibatkan sistem berbasis Artificial Intelligence (AI) sebagai instrumen penilaian objektif dan independen.

Proses penilaian tersebut juga diperkuat melalui pendalaman oleh panel yang mewakili unsur yayasan sebagai badan penyelenggara. Panel tersebut memiliki kompetensi di bidang kepemimpinan, manajerial, serta tata kelola perguruan tinggi.

“Dengan kombinasi penilaian tersebut, kami meyakini hasilnya memiliki tingkat objektivitas dan legitimasi yang tinggi,” jelasnya.

Berdasarkan hasil penilaian, Prof. Dr. Ipong Dekawati meraih peringkat pertama dengan nilai 83,31. Disusul Dr. Muhammad Zahidi dengan nilai 76,9, serta Dr. Kambali dengan nilai 68,9.

Mengacu pada laporan dan rekomendasi panitia pemilihan, serta berita acara yang telah disusun, yayasan akhirnya menetapkan Prof. Ipong Dekawati sebagai rektor terpilih Universitas Wiralodra Indramayu.

“Rektor terpilih akan mulai menjalankan tugasnya setelah serah terima jabatan yang direncanakan pada 16 Mei 2026,” kata Ujang.

Sebagai rektor yang masih menjabat, ia menegaskan bertanggung jawab penuh memastikan proses suksesi berjalan tertib dan tanpa kendala.

“Mulai dari dukungan pendanaan, penyediaan sarana dan prasarana, hingga fasilitasi seluruh tahapan oleh panitia, senat, dan yayasan, semuanya kami dukung agar proses ini berjalan kondusif,” ungkapnya.

Ia juga berharap rektor terpilih dapat melanjutkan dan meningkatkan capaian universitas ke depan.

“Kami menyadari masih terdapat berbagai kekurangan selama masa kepemimpinan kami. Oleh karena itu, kami berharap rektor terpilih dapat membawa Universitas Wiralodra menjadi lebih maju,” ujarnya.

Saat ini, dari 19 program studi yang dimiliki, sebanyak 13 program studi telah terakreditasi Baik Sekali, sementara 6 lainnya terakreditasi Baik. Ke depan, universitas menargetkan peningkatan akreditasi menjadi Unggul sesuai visi institusi menuju 2030.

Ujang juga menyoroti perubahan sistem akreditasi nasional yang kini tidak lagi menggunakan kategori A, B, dan C, melainkan Unggul, Terakreditasi, dan Tidak Terakreditasi.

Selain itu, penguatan sumber daya manusia terus dilakukan, termasuk peningkatan jumlah guru besar. Ia optimistis target penambahan profesor dapat tercapai secara bertahap dalam beberapa tahun ke depan.

Tak kalah penting, peningkatan jumlah mahasiswa juga menjadi perhatian utama guna menjaga keberlanjutan universitas.

“Kami terus mendorong masyarakat, khususnya di Indramayu, untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Wiralodra. Dari sisi kualitas, kami optimistis mampu bersaing dan terus berkembang,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pembina Yayasan Wiralodra Indramayu, Ir. Darsono, menyampaikan bahwa seluruh hasil UKK telah melalui proses penilaian yang komprehensif dan berlapis.

Menurutnya, nilai akhir UKK merupakan gabungan dari penilaian senat universitas, tim yayasan, serta panelis yang melakukan pendalaman secara langsung.

“Seluruh hasil penilaian sudah digabungkan menjadi satu kesatuan nilai akhir UKK. Hasil tersebut yang nantinya menjadi dasar dalam proses selanjutnya,” ujarnya.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa hasil tersebut tetap harus ditetapkan secara formal oleh yayasan sebelum digunakan sebagai dasar pelantikan.

“Penetapan oleh yayasan ini bukan untuk menentukan ulang hasil, melainkan sebagai bentuk legalitas formal, karena yayasan merupakan penanggung jawab penyelenggaraan institusi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pelantikan rektor terpilih dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Mei 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan serah terima jabatan.

“Setelah pelantikan, langsung dilaksanakan serah terima jabatan. Sejak saat itu, rektor baru resmi menjalankan tugasnya,” katanya.

Terkait penggunaan sistem berbasis AI dalam UKK, Darsono mengakui metode tersebut merupakan hal baru di lingkungan kampus.

“Sistem ini bekerja dengan merekam dan mentranskripsikan jawaban para calon, lalu menganalisisnya berdasarkan sejumlah indikator penilaian. Semakin banyak unsur yang terpenuhi, maka nilainya semakin tinggi,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penerapan sistem tersebut merupakan upaya yayasan untuk memastikan proses pemilihan berjalan transparan dan bebas dari subjektivitas.

“Dengan sistem ini, kami ingin menegaskan bahwa tidak ada intervensi atau keberpihakan dari pihak mana pun,” tegasnya.

Darsono pun menilai seluruh rangkaian proses pemilihan berlangsung kondusif dan lancar, serta berharap rektor terpilih mampu membawa inovasi baru bagi kemajuan kampus.

“Kami berharap ada ide-ide baru, konsep baru, serta pola kerja yang lebih inovatif agar universitas ini bisa berkembang lebih pesat,” pungkasnya.

Pena
By.
Tedy
Editor
By.
Tedy
Foto / Video
By.
Redaksi
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak