Articles by "Pendidikan"


Indramayu
 Today  - Bupati Nina Agustina Da’i Bachtiar melangkahkan kakinya ke Kampus Perguruan Tinggi Negeri pertama di Bumi Wiralodra, yakni Politeknik Negeri Indramayu (Polindra), Rabu (6/7/2022).

Kedatangan Bupati Nina Agustina yang didampingi Kepala BAPPEDA Litbang Kabupaten Indramayu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Indramayu dan Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Setda Indramayu ini langsung disambut Direktur Politeknik Negeri Indramayu Casiman Sukardi bersama dengan Wakil Direktur dan para dosen.

Kunjungan Bupati Nina Agustina ini dalam rangka meninjau Gedung Student Centre (GSC) Polindra yang rencananya akan diresmikan oleh Perwakilan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemenristek-Dikti) yakni Direktorat Jendral Pendidikan Vokasi dan Direktorat Kelembagaan dan Sumber Daya Pendidikan Tinggi Vokasi.

Bupati Nina Agustina meninjau berbagai ruangan yang ada di kampus Polindra dan seketika terkagum-kagum dengan berbagai fasilitas yang dimiliki. Berbagai fasilitas yang canggih dimiliki kampus Polindra yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat.

Seperti dikatakan Bupati Nina Agustina, kunjunganya ke kampus Polindra adalah kali pertama dan mengira bahwa di Polindra hanya terdapat program studi permesinan. Namun setalah melihat secara langsung, ternyata Polindra mempunyai banyak program studi yang mendukung skill mahasiswa dengan dukungan fasilitas praktikum yang memadai.

“Saya baru pertama kali ke Polindra, sehingga saya pikir perawatan hanya ada mesin tetapi ternyata ada perawatan untuk manusia juga. Ini sangat luar biasa sekali,” katanya.

Bupati Nina Agustina berharap, promosi Polindra harus dimaksimalkan dikarenakan kampus tersebut tidak kalah tenar dan maju dengan kampus-kampus besar lainnya yang ada di Jawa Barat maupun di Indonesia.

“Harus dipromosikan bahwa di Indramayu ada universitas atau perguruan tinggi negeri yang benar-benar tidak kalah dengan kota besar,” tambahnya.

Bupati Nina berharap keberadaan Polindra ini bisa menjadi upaya meningkatnya kompetensi masyarakat Indramayu diberbagai bidang yang ada dalam program studi Polindra dan tentunya berharap Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) bidang pendidikan di Indramayu bisa meningkat.

“Ini berarti IPM Indramayu bidang pendidikan insya Allah bisa naik. Dan untuk anak-anak Indramayu tidak mesti kuliah di luar karena Indramayu mempunyai kampus yang luar biasa dan memiliki fasilitas yang canggih,” harapannya.

Selain itu Polindra ini bisa bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

“Kedepannya bagi Pemerintah Kabupaten Indramayu bisa sinergi, karena bagaimanapun pendidikan menjadi suatu urusan pemerintah daerah khususnya dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan IPM bidang pendidikan,” ujarnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

INDRAMAYU -- Angka melanjutkan sekolah siswa tingkat menengah pertama (SMP) di Kabupaten Indramayu hingga kini belum mencapai 100 persen. Berbagai faktor menyebabkan terjadinya kondisi tersebut.
Ilustrasi

Kepala Seksi Kurikulum dan Peserta Didik SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu, Supardo menjelaskan, hingga saat ini instansinya masih melakukan pendataan terhadap angka melanjutkan sekolah siswa SMP ke jenjang menengah atas.

"Pendataan belum final, masih berproses karena data dari 205 sekolah belum masuk semuanya," ujar Supardo, Selasa (2/1). Namun meskipun demikian, perkiraan kasar angka melanjutkan sekolah siswa SMP di Kabupaten Indramayu berkisar 96,5 persen.

Sebagai gambaran, di Kabupaten Indramayu jumlah siswa SMP ada 61.480 siswa. Jumlah itu terdiri dari 20.422 siswa kelas VII, 20.800 siswa kelas VIII dan 20.178 siswa kelas IX. Jika perhitungan perkiraan kasar angka melanjutkan sekolah sebesar 96,5 persen, maka ada sekitar 700 siswa SMP yang tidak melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi.

"Kami tentu berharap angka melanjutkan sekolah bisa mencapai 100 persen," tegas Supardo.

Supardo menyebutkan, ada sejumlah faktor yang menyebabkan belum semua siswa SMP di Kabupaten Indramayu melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah atas. Salah satunya karena masalah ekonomi.
[ads-post]
Saat ini, biaya sekolah memang sudah gratis. Namun, orang tua siswa mesti tetap merogoh kocek yang tak sedikit untuk keperluan sekolah anaknya, seperti seragam, buku maupun ongkos menuju sekolah.

Faktor lainnya adalah perceraian yang dialami orang tua siswa. Tak jarang, anak korban perceraian akan dititipkan kepada neneknya. Sedangkan di sisi lain, sang nenek terkadang kurang memberi pengawasan terhadap cucunya karena keterbatasan mereka.

"Neneknya tidak mengerti apa-apa sehingga anak jadi tidak terkontrol, termasuk masalah pendidikannya," terang Supardo. Untuk mengatasi masalah itu, Supardo menyatakan, dibutuhkan penanganan lintas sektoral. Pasalnya, terjadinya masalah tersebut juga karena banyak faktor.

Sementara itu, Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Indramayu, Ruswa, saat dimintai tanggapannya, mengaku prihatin dengan adanya siswa SMP di Indramayu yang belum seluruhnya melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Apalagi, jika hal itu terjadi karena kurangnya kesadaran orang tua akan pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka.

"Itu yang sejak dulu saya harapkan ada gerakan bersama sadar pendidikan, kata Ruswa.

Terkait faktor ekonomi, Ruswa menyatakan, sebenarnya sudah ada program dari pemerintah, yaitubantuan siswa miskin. Namun, dia mengakui, bantuan tersebut perlu ada tambahan.

"Setahu saya, baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten sudah ada program bantuan untuk mereka. Hanya mungkin tingkat implementasinya yang perlu dioptimalkan," tutur Ruswa.

Ruswa berharap, baik dinas pendidikan kabupaten maupun dinas pendidikan provinsi yang saat ini memiliki kewenangan terhadap SMA/SMK, harus memiliki data lebih lengkap lagi tentang siswa kurang mampu. Setelah itu, diadvokasi anggarannya agar siswa kurang mampu bisa menikmati sekolah.


Sumber : ROL

Indramayu- Komunitas Jurnalis Universitas Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) Yang tergabung dalam wadah KOTAK PENA  adakan seminar Jurnalistik bertema Mengenal Pers Sebagai Media Informasi Di Era Digital, seminar tersebut dilakukan di Aula Polindra pada Sabtu, 15/12/2018.

Para peserta dari mahasiswa Polindra yang mengikuti kegiatan ini sangat antusias ingin mengetahui lebih banyak tentang dunia jurnalistik.

Sedangkan untuk Pemateri dalam kegiatan menghadirkan beberapa jurnalis senior yakni Agung Nugroho dari Koran Pikiran Rakyat dan Heri Sutarma Media Parlemen.


"Ini kegiatan positif, menjadikan jurnalisme sebagai tema kegiatan, Minimal peserta mengenal jurnalistik, setelah mengenal mereka mencintai, kemudian setelah mencintai mereka melakukan aktivitas jurnalistik," kata Agung diwawancarai usai kegiatan.

Sebagai salah satu pemateri, agung memberi wawasan pada para peserta tentang cara menulis berita yang baik dan tidak keluar jalur undang - undang pers dan kode etik jurnalistik.

"Tadi saya juga menjelaskan koridor - koridor tentang jurnalistik, tentunya karya dari peserta tadi nantinya membuat tulisan yang sesuai koridor jurnalistik, selain dari koridor tekhnis seperti judul, lead, isi, 5W1H, struktur piramida terbalik, juga yang terpenting aspek etikanya, aspek moralnya, aspek legalnya, supaya peserta tidak memproduksi berita yang tidak sesuai kaidah." Tandasnya.

"Semakin banyak orang yang mencintai jurnalistik, makin terbuka bahwa nanti kedepan dunia jurnalisme menjadi bangkit lagi,menjadi pilihan banyak orang baik itu sebagai profesi maupun sebagai keterampilan yang lebih bersifat individual." Harap Agung.

Masih pada tempat yang sama M. Syahndra Ramadhan (19) selaku ketua pelaksana seminar mengungkapkan betapa antusiasnya peserta seminar yang digelarnya "Alhamdulillah acara ini berjalan lancar, dan peserta pun antusias mengikuti acara tersebut" Ucapnya.

Dia mengungkapkan bahwa acara tersebut untuk yang kedua kalinya, dan berharap kedepannya akan terus berjalan. "Ini acara yang ke dua kalinya" Terangnya.
[ads-post]
Pria yang akrab disapa Syahndra ini berharap kedepannya KOTAK PENA ini tetap eksis dan terus berkembang. "Harapan saya komunitas ini terus berkembang, dan bukan hanya eksis di ruang lingkup kampus saja, tetapi juga di luar kampus" Pungkasnya.
(Guntur)

INDRAMAYU- Berlangsungnya kegiatan Launching Kotak Literasi Warga Cerdas (KOLECER) dan Maca Dina Library (CANDIL) di Taman Sempur Kota Bogor hari ini, Sabtu(15/12) oleh Ridwan Kamil didukung penuh dan diberi apresiasi Plt Bupati Indramayu Bapak Supendi.

"Kegiatan ini sangat bagus tentunya harus kita dukung karena kegiatan ini sangat penting bagi Masyarakat Jawa Barat Khusus nya Indramayu maupun bagi Kabupaten / Kota lainnya se Jawa Barat," ungkap pria berbadan tegap ini

Bupati Supendi juga memaparkan, kegiatan ini juga bersinergis dengan Visi Indramayu Remaja dimana didalamnya ingin menjadikan Kabupaten Indramayu ini sebagai kota yang cerdas dan berwawasan.
[ads-post]
"KOLECER DAN CANDIL ini juga sinergis dengan visi Remaja dimana akan menguatkan dalam pencapaian wujudkan kota cerdas dan berwawasan, " ujarnya.

Indramayu- Peringatan Hari Aksara Internasional (HAI) tahun 2018 harus dijadikan sebagai momentum untuk memperkuat budaya literasi di tengah-tengah masyarakat untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

Hal tersebut ditegaskan Wakil Bupati Indramayu H. Supendi ketika memberikan sambutan pada puncak peringata Hari Aksara Internasional (HAI) tahun 2018 tingkat Provinsi Jawa Barat yang berlangsung di Alun-Alun Indramayu, Rabu (05/12/2018).

Supendi menambahkan, pelaksanaan HAI yang dilakukan di Kabupaten Indramayu merupakan kesempatan emas bagi Indramayu untuk menyelesaikan permasalahan buta aksara yang masih ada di Kabupaten Indramayu. Pada akhirnya pemberantasan buta aksara ini akan meningkatkan budaya literasi ditengah masyarakat Indramayu.

“Ini momentum bagi kita untuk bersama-sama menyelesaikan masalah buta aksara yang masih ada di Kabupaten Indramayu,” tegas Supendi.

Sementara itu Direktur Pembinaan Pendidikan dan Kesetaraan Ditjen PAUD Dikmas pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Abdul Kahar mengatakan, Kemendikbud terus berupaya dan berkomitmen dalam penuntasan penduduk buta aksara.
[ads-post]
Capaian tahun 2017 berdasarkan data yang dihimpun dari Badan Pusat Statistik (BPS) serta Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan Kemdikbud, penduduk Indonesia yang telah berhasil diberaksarakan mencapai 97,93 persen, atau tinggal sekitar 2,07 persen atau 3.387.035 jiwa (usia 15-59 tahun) yang belum melek aksara.

”Disini perlu peran Pemerintah, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk bersama-sama dalam penuntasan buta aksara, Jawa Barat termasuk di dalamnya Kabupaten Indramayu sangat bagus dalam penuntasan buta aksara,” pesannya.

Ketua Panitia HAI tingkat Provinsi Jawa Barat, H. Caridin mengatakan, rangkaian acara peringatan HAI ini dimulai dengan defile kontingan dari masing-masing kabupaten/kota di Jawa Barat, pameran pendidikan dan kebudayaan, workshop pendidikan kesetaraan, temu evaluasi program keaksaraan dan kesetaraan, serta unjuk kabisa dari kabupaten/kota di Jawa Barat. ( Redaksi)

Indramayu- Pelaksanaan  kegiatan Rehabilitasi gedung kelas  sekolah SD Negeri karanggetas 1 desa Karanggetas kecamatan Bangodua Indramayu dengan sumber Anggaran dari APBN tahun 2018  Rp 585 591 000.-  mendapatkan respon sangat baik dari orang tua,pasalnya pelaksanaan kegiatan pekerjaan menggunakan Swakelola tidak di borongankan  oleh pihak ketiga.

Seperti di katakan oleh Samsudin (43) ,"Sekolah SD Negeri Karanggetas 1 adalah sekolah kebanggaan masyarakat,sebab sekolah ini sebagai saksi kemajuan Pendidikan dari mulai jaman sekolah Rakyat sampai sekarang. sudah banyak Tokoh Politik maupun pengusaha Nasional lahir menikmati Pendidikan di sekolah ini, adapun pelaksanaan pekerjaan Bangunan sekolah secara kasat mata, saya melihat pekerjaanya dilakukan sangat berhati hati dan sesuai dengan petunjuk ahli bangunan.ada Konsultan bangunan,begitu juga pekerjanya berasal dari Desa Karanggetas tentu ada tanggung jawab besar mengenai hasil pekerjaanya."terangnya
[ads-post]
Sementara Kepala Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kecamatan Bangodua Dasmin memberikan komentar terkait dengan pelaksanaan pekerjaan Rehabilitasi gedung SD Negeri karanggetas 1 kami sangat berharap sekali pelaksanaan kegiatan pekerjaan  sesuai dengan konsep pembangunan maupun Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebab gedung sekolah ini mempunyai Historis sangat besar, kalau kami lihat pelaksanaan kegiatan bangunan semua pekerja menggunakan masyarakat sekitar.artinya ada rasa tanggung jawab secara moral bila pekerjaanya asal asalan."Katanya

Di tempat terpisah Kepala Sekolah SD Negeri Karanggetas 1 Wasriah Spd Sd disela kesibukan mengajar,masih bisa menerima kunjungan media Online untuk berbagi cerita seputar pelaksanaan kegiatan bangunan Sekolah, " memang benar sekolah SD Negeri karanggetas 1 sedang dalam pelaksanaan kegiatan pembangunan,semuanya berjalan sesuai dengan konsep dan rencana kerja.kami pilih pekerja juga dari seputaran sekolah,biar ada rasa tanggung jawab serta memiliki Sekolah ini."Katanya.
  (Otong.S) 

Indramayu(1/11/2018),Pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung dan fasilitas perpustakaan, pada  Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Widasari Kabupaten Indramayu.dengan menelan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK ) sebesar Rp 290 000 000.mendapat respon baik dari Orang tua/wali murid,pasalnya gedung Sekolah dipinggir jalan utama kondisinya sudah kelewat dan terkesan kumuh.dengan perombakan gedung menjadi dua lantai,seakan tumbuh kembali rasa memiliki,serta fungsi sekolah sebagai menuntut Ilmu.disisi lain  kebanggaan bersekolah di SMP Negeri 1 Widasari seakan muncul kembali pada siswa siswi sekolah itu.

Seperti di katakan salah satu orang tua wali murid Bakar(48)  blok cilengkong,Desa Bangkaloa Ilir.mengatakan,"setidaknya  siswa didik pada sekolah tersebut,sudah berlomba mengikuti mata pelajaran yang diajarkan.terlihat sekali gairah belajar dan minatnya dalam mengikuti jadwal Mata pelajaran di sekolah,dan mau belajar dengan baik.kalau saya lihat di pagi hari,siswa siswi pada SMP negeri 1 Widasari semuanya tampak bergairah untuk cepat sampai ke sekolah."

Hal senada juga disampaikan oleh Sukarya,warga Blok Kuburan Desa Bangkaloa Ilir,"Pembangunan gedung perpustakaan pada sekolah itu,menunjukan akan kemauan kepala Sekolah untuk memajukan sekolah tersebut cukup maksimal.karena secara tidak langsung sekolah itu seringkali dilewati para pejabat,Posisi Sekolah itu sangat strategis di pinggir jalan utama menuju bandara Kertajati.kami akui baru kali ini  siswa siswi didik pada sekolah itu mempunyai rasa bangga bersekolah."jelasnya

Sementara itu kepala sekolah SMP negeri 1Widasri Drs H Darkim,"pelaksanaan pembangunan gedung perpustakaan dan fasilitasnnya memang belum selesai.tinggal menunggu bagian atapnya.kami juga sedang berfikir banyak tentang kemajuan sekolah,pekerjaan halaman sekolah,yang masih di bawah saluran.pengen kami dan rekan guru,halaman depan pintu masuk sekolah di bikin betonisasi (Rigid Pavement ).agar tidak cepat rusak,kesannya malah indah,di samping gedung sekolah ada pohon Rindang yang bisa mengayomi siswa-siswi yang sedang istirahat."tuturnya.
(Otong .s)

Indramayu - Satuan Polsek Sindang  mendatangi sekolah disekitaran kewenangan  hukum dan wilayahnya,   setiap anggota diintruksikan agar mendatangi setiap sekolah, namun kedatangan mereka bukanlah untuk menangkap orang yang bersalah dimata hukum, kedatangannya justru untuk membantu sekolah-sekolah yang saat itu sedang ditinggalkan para guru honorer yang sedang mogok mengajar.
Aiptu Dedi Susanto, Babinkamtibmas Desa. Penganjang anggota Polsek Sindang

Salah satu anggota Polsek Sindang yang telah menjadi Babinkamtibmas Desa. Penganjang Aiptu Dedi Susanto yang telah dikenal baik oleh masyarakat Desa setempat mendatangi SD negeri yang berada di Desa tersebut,  kedatangannya adalah hanya untuk mengajar menggantikan  guru honorer yang  beberapa hari terakhir mogok mengajar.
Aiptu Dedi Susanto, Babinkamtibmas Desa. Penganjang anggota Polsek Sindang

"Kebetulan kami semua dari Jajaran Polsek diintruksikan oleh Kapolsek untuk menggantikan para guru honorer yang beberapa hari ini sedang mogok mengajar. Walaupun dengan keterbatasan pengetahuan yang kami  miliki soal belajar mengajar, itu semua tidak membuat kami surut dalam ikut serta mencerdaskan anak bangsa,  dan untungnya mereka (siswa-siswi) yang kami ajar merasa senang dengan kedatangan kami, bahkan banyak peserta didik yang bertanya tentang satuan kerja ke-polisian, sehingga hal itu dapat memacu  mereka untuk memiliki cita-cita sebagai seorang Polisi", Jelasnya.
[ads-post]
Kapolsek Sindang AKP. Iin Sukaeti dihadapan wartawan menjelaskan, dengan adanya Polri masuk sekolah, berarti menjadi sebuah nilai tambah bahwa Polri selalu bergerak bersama rakyat.

"Polisi adalah abdi negara yang selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat,  apalagi terhadap generasi bangsa, kami pasti akan menyuguhkan sesuatu yang paling terbaik.
Aiptu Dedi Susanto, Babinkamtibmas Desa. Penganjang anggota Polsek Sindang

Kita juga memahami bahwa sekolah adalah cikal bakal lahirnya generasi yang berperilaku cerdas, bermartabat serta manfaat, untuk itu ketika pihak sekolah kekurangan guru, maka kami intruksikan agar sekolah-sekolah tersebut tetap memiliki guru, dan alhamdulillah kehadiran Polisi dihadapan siswa dan siswi telah membuat mereka senang, karena telah menghadirkan pemandangan dan pengajaran yang nampak baru bagi mereka," terangnya.

Guru honorer yang sekarang sedang mengadakan aksi mogok mengajar di Kabupaten Indramayu jumlahnya mencapai enam ribu orang guru,  akibatnya hampir disetiap sekolah kekurangan guru mengajar didalam kelas, serta polemik kurangnya guru saat ini sedang dan telah dalam kajian Kementerian Pendidikan Republik Indonesia.

Pena   : Azis
Editor: AP

Indamayu,(13/10/2018) Mutiara Bangsa Indramayu melaksanakan HUT yang pertama, acara tersebut bertempat di Gedung mutiara bangsa,kelurahan bojongsari, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Acara yang bertema 1st Anniversary Mutiara Bangsa Indramayu, di ikuti siswa siswi 42 sekolah setingkat TK/PAUD, Pihak panitia mutiara bangsa sendiri merangkul dinas pendidikan,bidang Paud untuk memeriahkan kegiatan tersebut.

Pada HUT mutiara bangsa itu sendiri di isi dengan berbagai macam perlombaan,seperti fashion show,menggunting dan menempel gambar,sampai dengan perlombaan Baby shark.

Acara berlangsung sangat meriah,Apalagi melihat penampilan anak anak paud yang mengikuti perlombaan fashion show dan menari baby shark yang lagi viral.

Reni salah satu wali murid siswa mengikuti acara tersebut mengataka, "baru pertama kali melihat anak saya tampil, apalagi melihat dia menari baby shark bersama temannya, rasanya senang sekali bang.menjadi juara atau tidak itu bukan tujuan saya, yang pertamana di acara ini anak saya belajar berani tampil di depan umum,harapannya jika dia dewasa bisa jadi artis atau pejabat sudah tidak janggung lagi". ungkapnya sambil tersipu malu
[ads-post]
Masih pada tempat yang sama Adit(5) siswa Paud Tunas Bangsa Bangodua pada saat di wawancara MP,Mengatakan senang ikut lomba menggunting dan menempel gambar,ucapnya sambil makan kacang layaknya anak kecil.

Untuk juara perlombaannya di bidang baby shark juara satu dimenangkan oleh TK.Cendikia Bumi Patra,adapun Lomba Fashion show juara satu atas nama Briell TK.Aisyah Bustanul athfal Indramayu.

Suksesnya acara tindak lepas dari kerja keras panitia dan Ibu Rita Natalia,SE sebagai manager umum Mutiara Bangsa yang merangkul dinas pendidikan,sehingga acara yang bertujuan ajang edukasi,berlangsung kondusif,aman,dan terkendali.

Acara itupun ditutup dengan pembagian tropi oleh Rita Natalia,SE dan Margono Kabid Paud dinas pendidikan Indramayu.

Pena : M Guntur

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget