Emosi Keluarga Korban Memuncak, Sidang Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Paoman Sempat Ricuh


 Lensa Today - ‎Sidang lanjutan kasus pembunuhan satu keluarga di Kelurahan Paoman Kecamatan Indramayu Kabupaten Indramayu pada Rabu (6/5/2026) sempat diwarnai kegaduhan di ruang Sidang Pengadilan Negeri Indramayu. Suasana ruang sidang memanas akibat luapan emosi dari sejumlah pihak, terutama keluarga korban.

‎Kuasa hukum keluarga korban, Heri Reang, menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat dirinya tengah fokus mengikuti jalannya persidangan.

‎“Saat itu saya sedang menyimak persidangan, tiba-tiba ada masyarakat yang berteriak-teriak hingga akhirnya diminta keluar oleh petugas,” ujarnya.

‎Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa saja yang memicu kegaduhan tersebut. Namun, suasana sempat kembali memanas baik di dalam maupun di sekitar ruang sidang.

‎“Saya tidak tahu pasti orangnya dari mana, tapi suasana sempat gaduh lagi. Di belakang ramai, di depan juga sempat terjadi keributan,” katanya.

‎Melihat kondisi tersebut, Heri berinisiatif menghampiri kerumunan untuk meredam situasi agar persidangan tetap berjalan kondusif.

‎“Saya mencoba menenangkan, karena ini keluarga korban. Reaksi mereka spontan, bentuk pelampiasan emosi dan kesedihan atas kehilangan lima anggota keluarga sekaligus,” jelasnya.

‎Sementara itu, pihak keluarga korban melalui Zulerfi menegaskan bahwa luapan emosi yang terjadi merupakan hal yang wajar mengingat kedekatan hubungan dengan para korban.

‎“Kalau ada anggota keluarga dibunuh, wajar kami bersuara. Itu bukan orang lain, tapi keponakan dari istri saya,” ungkapnya.

‎Ia menambahkan, tragedi yang menewaskan lima orang dalam satu keluarga tersebut meninggalkan luka mendalam dan membuat keluarga sulit menerima keadaan.

‎“Masa satu keluarga meninggal sampai lima orang, kami jelas tidak terima. Emosi kami meluap,” katanya.

‎Zulerfi juga menilai proses yang berjalan terasa berlarut-larut, sehingga menambah tekanan emosional bagi keluarga.

‎“Kami selama ini menahan diri, tapi situasi seperti diputar-putar. Kami sangat terpukul dan kecewa,” lanjutnya.

‎Baik kuasa hukum maupun keluarga korban berharap proses persidangan dapat berjalan dengan adil dan memberikan kepastian hukum, sekaligus meminta semua pihak untuk menahan diri agar tidak mengganggu jalannya sidang.

Pena
By.
Tedy
Editor
By.
Tedy
Foto / Video
By.
Redaksi
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak