Lensa Today - Peningkatan pendapatan pasar daerah di Kabupaten Indramayu mendapat apresiasi dari Anggota DPRD Indramayu Daerah Pemilihan (Dapil) II, H. Niko Antonio, S.T., Tercatat, Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang disetorkan Pasar Karangampel hingga April 2026 atau dalam tiga bulan terakhir mencapai Rp107 juta. Menurutnya, capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa pengelolaan pasar daerah mulai menunjukkan perkembangan yang baik, khususnya di Pasar Karangampel dan Jatibarang yang mengalami peningkatan seruap.
Niko menilai kenaikan pendapatan dari sektor retribusi pasar menunjukkan adanya peningkatan aktivitas perdagangan sekaligus keseriusan pengelola pasar dalam menjalankan tugasnya. Ia pun mengapresiasi jajaran pengelola pasar yang dinilai telah bekerja maksimal dalam meningkatkan pendapatan asli daerah dari sektor pasar tradisional.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa peningkatan pendapatan harus dibarengi dengan penataan pasar yang lebih baik serta inovasi pelayanan agar pasar tradisional tetap mampu bersaing di tengah berkembangnya toko modern. Menurutnya, kenyamanan pembeli menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi di pasar daerah.
“Pendapatan pasar memang meningkat dalam tiga bulan terakhir, dan ini tentu patut diapresiasi. Tetapi kepala pasar juga harus terus melakukan pembenahan, baik dari sisi penataan, kebersihan, maupun inovasi agar pasar tradisional semakin nyaman dikunjungi pembeli,” ujarnya.
Ia menyoroti masih adanya persoalan klasik yang terjadi di sejumlah pasar daerah, yakni banyaknya pedagang yang berjualan di bahu jalan maupun area parkir, padahal pemerintah telah menyediakan los dan kios untuk ditempati pedagang.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban pasar, tetapi juga berdampak terhadap kenyamanan pengunjung serta kelancaran arus kendaraan di sekitar kawasan pasar. Selain membuat lingkungan pasar terlihat semrawut, keberadaan pedagang di area parkir juga dinilai mengurangi ruang kendaraan bagi masyarakat yang datang berbelanja.
“Masih banyak pedagang yang klemprakan di jalan atau area parkir. Padahal kios dan los sudah disediakan. Ini harus menjadi perhatian serius kepala pasar agar dilakukan penataan secara bertahap dan humanis,” katanya.
Niko menegaskan, kepala pasar memiliki peran penting dalam menciptakan suasana pasar yang tertib, bersih, aman, dan nyaman. Karena itu, ia mendorong pengelola pasar untuk terus melakukan pendekatan persuasif kepada pedagang agar bersedia menempati kios maupun los resmi yang telah tersedia.
Selain penataan, ia juga menilai inovasi pasar perlu terus dilakukan agar pasar tradisional memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat. Menurutnya, pasar tradisional tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi rakyat, tetapi juga harus mampu menghadirkan kenyamanan dan pelayanan yang baik kepada pembeli.
“Bagaimanapun caranya, kepala pasar harus mampu menata pasar dengan baik, menjaga kebersihan, dan menghadirkan inovasi. Kalau pasar nyaman, pembeli juga akan datang dengan sendirinya,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pengelola pasar, dan para pedagang dalam menciptakan pasar yang tertata dan berkembang. Dengan kerja sama yang baik, pasar tradisional di Kabupaten Indramayu diharapkan mampu terus tumbuh sebagai pusat ekonomi kerakyatan yang modern namun tetap berpihak kepada pedagang kecil.
Di sisi lain, Niko memastikan pihaknya tidak tinggal diam dalam menyikapi berbagai persoalan yang masih terjadi di lingkungan pasar. Dalam sejumlah rapat evaluasi bersama Diskopdagin, dan pengelola pasar, DPRD terus menekankan pentingnya penataan serta kedisiplinan agar aktivitas perdagangan berjalan lebih tertib dan nyaman.
“Kami juga tidak tinggal diam. Dalam rapat-rapat yang dilakukan, kami terus menekankan karena memang masih banyak persoalan yang terjadi di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, persoalan yang masih menjadi perhatian utama adalah masih banyak pedagang yang belum menempati kios maupun los yang telah disediakan pemerintah. Akibatnya, aktivitas jual beli di bahu jalan dan area parkir masih terus ditemukan dan kerap menimbulkan kemacetan serta mengurangi kenyamanan pengunjung pasar.
Karena itu, ia mendorong pengelola pasar untuk tetap konsisten melakukan pembinaan dan pendekatan humanis kepada para pedagang. Langkah tersebut dinilai penting tidak hanya untuk menciptakan ketertiban, tetapi juga untuk mendukung peningkatan pendapatan pasar daerah serta memberikan rasa nyaman bagi masyarakat saat berbelanja di pasar tradisional.
Pena | By. | Tedy |
Editor | By. | Tedy |
Foto / Video | By. | Redaksi |
