Lensa Today - Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (KOMPI) bersama para koordinator desa (kordes) dari berbagai wilayah resmi ditutup dengan agenda penyerahan ganti rugi atas kerusakan fasilitas umum di Pendopo Kabupaten Indramayu, Senin (6/4/2026).
Penyerahan dilakukan secara simbolis dalam bentuk uang koin receh yang dibawa langsung oleh perwakilan massa. Aksi tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan panjang yang telah dilalui sejak pagi hari, sekaligus menyampaikan pesan moral dari masyarakat pesisir.
Sebelumnya, rombongan KOMPI terlebih dahulu berkumpul di sekretariat, kemudian bergerak mendatangi Dinas Perikanan dan Kelautan serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Diskimrum) untuk mempertanyakan nilai kerugian akibat insiden aksi unjuk rasa 2 april 2026 lalu di alun-alun Indramayu. Agenda dilanjutkan dengan audiensi bersama DPRD Kabupaten Indramayu guna menyampaikan aspirasi secara langsung.
Setibanya di Pendopo, peserta aksi menyerahkan tiga kantong berukuran besar berisi uang koin sebagai bentuk ganti rugi atas kerusakan fasilitas umum. Penyerahan berlangsung tertib, dengan pengawalan dan disaksikan oleh pihak terkait.
Koordinator Umum KOMPI, Bung Hatta, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral masyarakat, khususnya para nelayan budidaya, atas kejadian yang terjadi.
“Nilai kerugian kurang lebih Rp100 juta berdasarkan keterangan dari Diskimrum. Kami datang bersama-sama untuk menyerahkan ganti rugi dalam bentuk uang koin. Sebagai masyarakat kecil, itulah kemampuan yang kami miliki,” ujar Bung Hatta.
Ia menekankan bahwa pengumpulan dana dilakukan secara swadaya oleh masyarakat yang merasa terdampak langsung. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam penggalangan ini menunjukkan adanya kesadaran kolektif untuk bertanggung jawab.
“Ini adalah hasil gotong royong masyarakat. Tidak ada paksaan. Semua yang terkumpul murni dari warga yang merasa ikut bertanggung jawab atas situasi yang terjadi,” katanya.
Bung Hatta juga menyampaikan keterbukaan pihaknya terhadap proses verifikasi jumlah kerugian. Ia memastikan bahwa KOMPI siap memenuhi kekurangan apabila hasil perhitungan ulang menunjukkan angka yang lebih besar.
“Silakan dihitung secara terbuka. Jika memang masih kurang, kami siap menambah. Ini komitmen kami sebagai bagian dari masyarakat Indramayu,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa aksi penyerahan koin receh bukan sekadar bentuk pembayaran, melainkan simbol dari kondisi masyarakat pesisir yang selama ini merasa kurang didengar.
“Aksi ini adalah simbol. Kami ingin menunjukkan bahwa masyarakat kecil tetap punya tanggung jawab, tapi di sisi lain juga berharap suara kami didengar dan diperhatikan secara serius oleh pemerintah,” tambahnya.
Menurut Bung Hatta, langkah ini diharapkan menjadi titik awal untuk membuka ruang dialog yang lebih konstruktif antara masyarakat pesisir dan pemerintah daerah, khususnya terkait kebijakan yang menyangkut mata pencaharian nelayan.
Aksi koin receh tersebut pun menjadi penegasan bahwa di tengah keterbatasan ekonomi, masyarakat pesisir tetap menjunjung tinggi tanggung jawab sosial, sekaligus menyampaikan pesan kritis terhadap dinamika yang terjadi.
Pena | By. | Tedy |
Editor | By. | Tedy |
Foto / Video | By. | Redaksi |


