Lensa Today - Kinerja satu tahun pemerintahan Bupati Indramayu Lucky Hakim dan Wakil Bupati Syaefudin menjadi sorotan dalam talkshow yang digelar Pengurus Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Indramayu, Minggu (15/3/2026).
Diskusi publik yang berlangsung di Sekretariat IWO Indramayu itu mengangkat tema evaluasi satu tahun kepemimpinan Lucky Hakim-Syaefudin serta perkembangan sejumlah program prioritas yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Talkshow dipandu Ketua PD IWO Indramayu, Ali Ma’nawi, dan menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan legislatif dan pemerhati publik.
Dalam kesempatan tersebut, Anggota DPRD Kabupaten Indramayu, H. Edi Fauzi, menilai selama satu tahun terakhir belum terlihat terobosan besar dari pemerintahan saat ini yang dapat menjadi fondasi pembangunan lima tahun ke depan.
Menurutnya, hingga saat ini pemerintah daerah masih cenderung menjalankan rutinitas pemerintahan tanpa inovasi yang menonjol.
“Dalam satu tahun pemerintahan Lucky Hakim dan Syaefudin, saya masih melihat belum ada gebrakan yang menonjol. Masih sebatas menjalankan rutinitas sebagai kepala daerah,” ujar Edi.
Ia menyoroti sejumlah program prioritas yang tercantum dalam RPJMD, salah satunya penataan birokrasi melalui konsep smart governance.
Menurut Edi, implementasi program tersebut dinilai belum berjalan optimal karena masih banyak jabatan di organisasi perangkat daerah yang diisi oleh pelaksana tugas (Plt).
Kondisi tersebut, kata dia, berpotensi memengaruhi efektivitas kinerja birokrasi dalam menjalankan program pembangunan daerah.
Selain itu, Edi juga menyoroti program Indramayu Belajar yang menargetkan ratusan pemuda desa mendapatkan fasilitas kuliah gratis.
Ia menyebutkan, target pada 2025 sebanyak 317 pemuda desa seharusnya sudah memperoleh program tersebut. Namun hingga kini program itu disebut belum terealisasi.
“Target tahun 2025 ada 317 pemuda desa mendapatkan program kuliah gratis, tetapi realisasinya masih nol. Untuk 2026 baru dianggarkan sekitar 100 orang, belum mencapai target,” katanya.
Tidak hanya itu, Edi juga menyinggung program Indramayu Sehat yang menurutnya mengalami penurunan cakupan kepesertaan jaminan kesehatan masyarakat.
Ia mengingatkan, apabila kondisi tersebut tidak segera diperbaiki, status Universal Health Coverage (UHC) Kabupaten Indramayu berpotensi turun dari kategori peserta istimewa.
Selain program-program tersebut, sejumlah target pembangunan lain seperti normalisasi sungai, penataan pasar rakyat, hingga penegakan peraturan daerah juga dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.
“Secara umum saya melihat pemerintahan ini masih berjalan autopilot, belum terlihat fokus terobosan besar yang bisa menjadi arah pembangunan ke depan,” ucapnya.
Namun, pandangan berbeda disampaikan pemerhati publik Carkaya. Ia menilai pemerintah daerah tetap menunjukkan sejumlah capaian pembangunan, meskipun hal tersebut merupakan bagian dari kewajiban pemerintah dalam menjalankan program pembangunan daerah.
Menurut Carkaya, pada 2025 pemerintah daerah telah membangun sekitar 298 kilometer jalan di berbagai wilayah Kabupaten Indramayu.
“Kalau berbicara membangun, faktanya ada sekitar 298 kilometer jalan yang sudah dibangun pada 2025. Itu memang kewajiban pemerintah, tetapi tetap menunjukkan ada pekerjaan yang dilakukan,” ujarnya.
Ia juga menilai pemerintah daerah mulai melakukan pembenahan pada sektor sumber daya manusia, terutama melalui kebijakan pengangkatan tenaga honorer menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Selain itu, pemerintah juga mulai menerapkan sistem manajemen talenta dalam pengelolaan aparatur sipil negara untuk meningkatkan transparansi dan kualitas birokrasi.
“Pemerintahan sekarang mulai menata manusianya dulu, salah satunya melalui pengangkatan PPPK dan penerapan manajemen talenta dalam birokrasi,” kata Carkaya.
Ia menambahkan, sejumlah langkah juga mulai dilakukan pemerintah daerah untuk mendorong investasi, salah satunya dengan mempercepat proses pelayanan perizinan yang sebelumnya sempat tertunda.
Talkshow yang berlangsung dalam suasana diskusi terbuka tersebut diikuti pengurus dan anggota IWO Indramayu serta sejumlah undangan dari berbagai kalangan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ramadan yang digelar oleh PD IWO Indramayu.
Pena | By. | Tedy |
Editor | By. | Tedy |
Foto / Video | By. | Redaksi |


