Founder LPK Kaina Indonesia, Teguh Adi Koesumah Putra, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang sebagai ajang kompetisi bola basket antar sekolah dengan cakupan peserta dari berbagai wilayah di Jawa Barat.
“Ini pesertanya dari SD dan SMP yang ada di wilayah Jawa Barat. Untuk yang mengikuti ada sekitar 16 sekolah,” ujar Teguh.
Menurutnya, peserta yang mengikuti kompetisi tidak hanya berasal dari Kabupaten Indramayu, tetapi juga dari sejumlah daerah lainnya. Bahkan, terdapat peserta yang datang dari wilayah Buahbatu, Kota Bandung.
“Tujuan kegiatan ini untuk peningkatan atau pengembangan bola basket usia dini. Pesertanya dari SD dan SMP yang ada di wilayah Jawa Barat,” ujar Teguh, Sabtu (05/09/2026).
Teguh menegaskan, YSG Kaina Indonesia Basketball Jamboree 2026 merupakan event tingkat Jawa Barat, bukan ajang berskala nasional. Kendati demikian, kompetisi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari proses pembinaan sekaligus menjadi ruang untuk menemukan bibit-bibit muda potensial di cabang olahraga bola basket.
Tidak hanya pertandingan basket 3x3, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai aktivitas yang dirancang untuk memberikan pengalaman olahraga secara lebih luas kepada peserta. Di antaranya Basket Dance Competition, Fun Basket untuk Usia Dini, Lomba Puzzle Bergambar Basket, Coaching Clinic, serta Temu Bintang Basket.
“Kita mencoba memadukan antara entertainment dengan olahraga. Kalau dulu waktu SMP mungkin ada dance dan sebagainya, nah ini sudah mulai dipadukan lagi,” kata Teguh.
Beragam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa penyelenggaraan jambore tidak hanya berorientasi pada hasil pertandingan dan kemenangan, tetapi juga mengedepankan unsur edukasi, pengalaman, kreativitas, serta pengenalan olahraga basket kepada anak-anak sejak usia dini.
Teguh berharap YSG Kaina Indonesia Basketball Jamboree dapat memberikan dampak positif terhadap perkembangan olahraga basket pelajar di Jawa Barat. Selain melahirkan atlet-atlet muda potensial, kompetisi tersebut diharapkan mampu membentuk mental bertanding, sportivitas, kedisiplinan, sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap olahraga.
“Harapannya tentu dari kegiatan ini muncul bibit-bibit pemain basket yang bisa terus berkembang dan nantinya mampu berprestasi lebih tinggi, atlet-atlet di Indramayu mendapat treatment, sharing ataupun transfer skill dari kabupaten-kabupaten lain, sehingga ke depannya Indramayu bisa lebih maju lagi, junjung sportif, dan jaga emosi,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu, H. Yogi Kurniawan, ST, melalui Sekretaris Umum KONI Indramayu, H. Maman Kostaman, memberikan apresiasi terhadap Kaina Indonesia yang telah menyelenggarakan turnamen bola basket tingkat SD dan SMP se-Jawa Barat tersebut.
Menurut Maman, penyelenggaraan kompetisi seperti ini merupakan langkah positif dalam mendukung pembinaan dan pembibitan atlet, khususnya pada cabang olahraga bola basket. Ia menilai, pengembangan olahraga tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah maupun KONI. Keterlibatan pihak swasta, lembaga pendidikan, klub, pelatih, serta berbagai elemen masyarakat juga sangat dibutuhkan agar proses pembinaan atlet dapat berjalan secara berkelanjutan.
“Saya memberikan apresiasi kepada LPK Kaina yang sudah bisa melaksanakan turnamen basket SD dan SMP se-Jawa Barat. Ini sangat luar biasa, karena dunia olahraga bukan hanya kewajiban pemerintah atau KONI, tetapi entitas swasta juga harus ikut mendorong bagaimana pembibitan olahraga bisa berjalan,” ujar Maman.
Ia mengatakan, bola basket menjadi salah satu cabang olahraga yang cukup diminati masyarakat. Di Kabupaten Indramayu sendiri, perkembangan olahraga tersebut terlihat dari mulai bermunculannya sejumlah klub basket yang menjadi wadah bagi anak-anak untuk berlatih sekaligus mengembangkan kemampuan.
Menurut Maman, proses pembinaan atlet idealnya dilakukan sejak usia dini. Jenjang SD dan SMP dinilai menjadi fase penting untuk membangun kemampuan dasar sekaligus karakter seorang atlet.
“Usia emas ini dimulai dari SD dan SMP. Adik-adik yang sekarang bertanding ini kita harapkan bisa menjadi atlet masa depan. Karena itu, pembinaan seperti ini harus terus dilakukan,” katanya.
Maman berharap kegiatan yang diselenggarakan Kaina Indonesia dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjadi agenda tahunan. Apalagi, cakupan peserta yang berasal dari berbagai daerah di Jawa Barat dinilainya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kabupaten Indramayu.
“Tadi saya sudah ngobrol dengan Mas Teguh, saya berharap event yang diadakan Kaina ini bisa menjadi event tahunan. Kalau bisa terus digelar dengan cakupan se-Jawa Barat, tentu luar biasa. Indramayu bisa menjadi salah satu daerah yang menggelar turnamen basket pelajar se-Jawa Barat,” ungkapnya.
Selain penyelenggaraan pertandingan, Maman juga mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir menyaksikan jalannya kompetisi. Menurutnya, tingginya dukungan penonton menjadi salah satu indikator bahwa olahraga bola basket memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Kabupaten Indramayu.
Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan atlet muda tidak dapat dilepaskan dari kontinuitas latihan dan metode pelatihan yang tepat. Karena itu, sinergi antara organisasi cabang olahraga, KONI, klub, pelatih, sekolah, dan orang tua menjadi hal penting dalam mencetak atlet berprestasi.
“Untuk atlet, olahraga ini sangat tergantung pada kontinuitas latihan dan metode pelatihan. Di Indramayu, pelatih yang memiliki sertifikasi sudah cukup banyak. Tinggal bagaimana sinerginya antara Perbasi Indramayu, KONI, klub, pelatih, dan untuk tingkat SD tentunya juga dengan para orang tua,” jelasnya.
Maman juga menilai kemampuan dasar sejumlah pemain muda yang tampil dalam turnamen tersebut cukup menjanjikan. Beberapa teknik dasar, seperti dribble, penguasaan bola, hingga pemahaman terhadap permainan, sudah mulai terlihat meski para pemain masih berada di usia sekolah.
“Tadi kelihatan anak-anak yang bertanding, khususnya dari Indramayu, penguasaan teknisnya sudah luar biasa. Dribble dan teknik-teknik dasar mereka sudah bagus sekali di usia dini. Tinggal dikonsistenkan melalui pelatihan yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Maman menilai meningkatnya aktivitas kompetisi bola basket di Kabupaten Indramayu dalam beberapa waktu terakhir menjadi momentum positif bagi perkembangan olahraga tersebut.
Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang digelar akan semakin banyak pula kesempatan bagi atlet-atlet muda untuk memperoleh pengalaman bertanding, mengasah mental kompetitif, sekaligus mengukur kemampuan mereka.
Dengan dukungan penyelenggara, klub, pelatih, orang tua, KONI, Perbasi, dan berbagai pihak lainnya, geliat kompetisi basket pelajar diharapkan tidak berhenti pada satu event, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem pembinaan atlet muda yang berkelanjutan di Kabupaten Indramayu dan Jawa Barat.
Pena | By. | Tedy |
Editor | By. | Tedy |
Foto / Video | By. | Redaksi |

