‎KONI Indramayu Bidik 17 Emas di Porprov Jabar 2026, Fokus Persiapan dan Pembinaan Atlet


 Lensa TodayKomite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Indramayu memasuki fase krusial dalam mempersiapkan kontingen menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7–20 November mendatang di Kota Bekasi, Kota Bogor, dan Kota Depok sebagai tuan rumah bersama.

‎Sebanyak 34 cabang olahraga (cabor) telah dipastikan lolos Babak Kualifikasi (BK) dan siap mengibarkan nama Indramayu di ajang bergengsi tingkat provinsi tersebut. Dengan persiapan yang terus dimatangkan, KONI Indramayu menargetkan raihan 17 medali emas sebagai bentuk peningkatan dari capaian sebelumnya.

‎Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Indramayu, Herman Indra Susanto, menyampaikan bahwa pada tahap awal setelah dilantik, pihaknya tengah melakukan sinkronisasi data atlet melalui portal pendaftaran terbaru. Seluruh pengurus cabor akan dipanggil untuk memastikan keakuratan data sebelum keberangkatan ke Porprov.

‎Selain itu, Herman mengungkapkan bahwa tes kemampuan fisik segera digelar sebagai tolok ukur kebugaran atlet. Ia menekankan bahwa setiap cabang olahraga memiliki standar fisik yang berbeda, sehingga pelaksanaan tes akan disesuaikan dengan karakteristik masing-masing.

‎“Kami sudah memiliki tolok ukur. Tes ini penting untuk memastikan kesiapan atlet sebelum bertanding,” ujar Herman, Jumat (1/5/2026).

‎Dalam kesempatan tersebut, Herman juga menuturkan bahwa target 17 medali emas dinilai realistis setelah melalui diskusi bersama pengurus cabang olahraga. Target ini meningkat satu medali dari capaian Porprov sebelumnya.

‎Sejumlah cabang olahraga unggulan yang diharapkan menyumbang medali emas di antaranya voli pantai, pencak silat, renang, menembak, terjun payung, kempo, tarung derajat, taekwondo, dan bola basket.
‎“Target ini bukan sekadar angka, melainkan hasil analisis potensi dari cabang olahraga unggulan yang selama ini konsisten berprestasi,” jelasnya.

‎Di sisi lain, persoalan anggaran menjadi tantangan tersendiri. KONI Indramayu telah mengusulkan dana sebesar Rp4 miliar untuk kebutuhan dasar atlet, mulai dari konsumsi, akomodasi, hingga persiapan teknis. Selain itu, insentif bulanan sebesar Rp200 ribu bagi atlet yang lolos Porprov juga diusulkan diberikan sejak Januari hingga Oktober 2026.

‎Tambahan dana pembinaan sekitar Rp1 miliar dijadwalkan direalisasikan pada Mei, dengan pembagian berdasarkan target medali masing-masing cabor. Skema ini diharapkan menjadi bentuk apresiasi terhadap potensi prestasi atlet.

‎“Semakin besar peluang medali, semakin besar pula dukungan pembinaan,” tambah Herman.

‎Sebagai bentuk motivasi, KONI Indramayu juga mengusulkan kenaikan bonus bagi atlet peraih medali emas. Jika sebelumnya berada di kisaran Rp50 juta, kini diusulkan meningkat menjadi Rp75 juta untuk nomor perorangan. Formulasi final masih menunggu persetujuan, namun langkah ini diyakini dapat meningkatkan semangat juang atlet.

‎Dengan persiapan yang matang, dukungan anggaran, serta target yang terukur, KONI Indramayu optimistis mampu meningkatkan prestasi pada Porprov Jawa Barat 2026.

‎“Indramayu siap bersaing, bukan sekadar berpartisipasi. Kami ingin menunjukkan bahwa atlet-atlet daerah mampu berprestasi dan mengharumkan nama kabupaten di tingkat provinsi,” pungkas Herman.

Pena
By.
Tedy
Editor
By.
Tedy
Foto / Video
By.
Redaksi
Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak