Lensa Today - Kondisi bangunan bersejarah di Kabupaten Indramayu kembali memprihatinkan. Atap bagian depan Gedong Duwur yang berada di kompleks Asrama Penganjang, Desa Penganjang, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, dilaporkan ambruk akibat dimakan usia.
Gedong Duwur merupakan bangunan peninggalan kolonial yang sebelumnya berfungsi sebagai rumah dinas eks asisten residen pada masa pemerintahan Hindia Belanda. Bangunan tersebut telah ditetapkan sebagai cagar budaya, namun hingga kini belum pernah tersentuh anggaran pemugaran dari pemerintah daerah.
Informasi ambruknya atap bangunan tersebut disampaikan oleh pamong budaya Bidang Cagar Budaya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu, Suparto Agustinus.
Menurut pria yang akrab disapa Tinus itu, bagian kayu penyangga di atap bangunan sudah lapuk sehingga tidak mampu lagi menopang struktur bangunan. Akibatnya, sejumlah kayu penopang jatuh dan menimbulkan ruang terbuka di bagian atap.
“Kondisinya cukup mengkhawatirkan. Kayu-kayu di bagian atap sudah berjatuhan sehingga terlihat terbuka. Jika terus diguyur hujan, kerusakan bisa semakin parah,” ujar Tinus.
Ia menambahkan, kondisi Gedong Duwur memang sudah lama membutuhkan perbaikan serius, terutama pada bagian atap yang menjadi struktur utama pelindung bangunan.
Sementara itu, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu, Dedy S Musashi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali mengusulkan kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu agar dilakukan pemugaran terhadap bangunan bersejarah tersebut.
Namun hingga saat ini, usulan tersebut belum terealisasi. Bahkan pada tahun ini, anggaran untuk pelestarian cagar budaya di Kabupaten Indramayu disebut tidak dialokasikan sama sekali.
“Kalau kondisi seperti ini terus berlanjut, lambat laun kita akan kehilangan satu per satu bangunan yang menjadi tonggak sejarah perjalanan Indramayu,” jelas Dedy.
Ia menilai, keberadaan bangunan cagar budaya tidak hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga berpotensi menjadi aset edukasi dan pariwisata daerah apabila dikelola dengan baik.
Menyikapi ambruknya atap Gedong Duwur, Dedy mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat untuk mencari solusi penanganan darurat guna mencegah kerusakan yang lebih luas.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih serius terhadap pelestarian bangunan bersejarah agar identitas dan jejak sejarah Indramayu tetap terjaga.
Pena | By. | Tedy |
Editor | By. | Redaksi |
Foto / Video | By. | Redaksi |


