Articles by "Sosial"

Juli 10, 2022 ,

Indramayu
 Today   -- Bupati Indramayu Nina Agustina Da'i Bachtiar melaksanakan Shalat Idul Adha bersama Ketua PCNU Kabupaten Indramayu K.H. Mustofa, Sekda Indramayu Rinto Waluyo, Forkopimda Indramayu dan jajaran Perangkat Daerah (PD) Kabupaten Indramayu di Alun-alun Indramayu, Minggu (10/7/2022).

Usai melaksanakan Shalat Idul Adha, Bupati Indramayu Nina Agustina didampingi Ketua PCNU Kabupaten Indramayu K. H. Mustofa, Sekda Indramayu Rinto Waluyo, Forkopimda Indramayu dan PD Indramayu menyerahkan hewan Qurban berupa 2 ekor sapi kepada DKM Masjid Agung Indramayu, di halaman Masjid Agung Indramayu.

Pada momentum Idul Adha ini, Bupati Nina Agustina mengajak, kepada masyarakat Indramayu untuk senantiasa meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim mengurbankan anaknya sendiri, Nabi Ismail. Dimana hal itu mengajarkan nilai-nilai pengorbanan, ketulusan, dan keikhlasan.

"Pemerintah Kabupaten Indramayu mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha 1443 H/2022 M. Semoga kita bisa memaknai arti momentum Hari Raya Idul Adha tersebut memaknai keikhlasan Nabi Ibrahim AS, dan juga putranya Nabi Ismail AS," katanya.

Bupati Nina Agustina juga meminta kepada panitia penyembelihan hewan qurban ketika membagikan daging kepada masyarakat Indramayu tidak menggunakan kantong plastik dan memakai wadah yang ramah lingkungan.

"Karena kita mengurangi penggunaan plastik, mudah-mudahan kita pelan-pelan bisa berubah penggunaannya memakai yang lebih ramah lingkungan," tambahnya. 

Dua ekor sapi qurban yang diserahkan kepada DKM Masjid Agung Indramayu ini, setelah disembelih nanti, dagingnya akan dibagikan untuk masyarakat Indramayu. 

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Juli 08, 2022 , ,

Indramayu
 Today  Kodim 0616/Indramayu bekerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Indramayu menggelar donor darah, hal ini digelar sebagai bentuk dalam rangka menyambut peringatan HUT Kodam III Siliwangi. Jumat, 8/7/2022.

Dandim 0616/Indramayu Letkol ARM Andang Radianto S.A.P melalui Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0616/Indramayu Kapten Inf Suryono menuturkan, bakti sosial donor darah diikuti personel anggota jajaran Kodim 0616/Indramayu Persit serta masyarakat sekitar.

"Donor darah yang kami laksanakan hari ini termasuk rangkaian kegiatan Ulang Tahun Kodam, yang dilaksanakan di tiap bulan," Jelasnya.

Disamping itu kata dia, tujuan digelarnya donor darah tersebut merupakan sebagai upaya untuk membantu PMI Indramayu dalam hal memenuhi stok darah di Kab. Indramayu.

“Aksi sosial TNI ini, bertujuan untuk membantu sesama yang membutuhkan darah, sekaligus sebagai wujud pengabdian TNI-AD di wilayah Indramayu, khususnya Kodim 0616/Indramayu kepada masyarakat,” ucapnya.

Dalam hal ini, Pasiter menyampaikan ucapan terima kasih kepada PMI Indramayu atas partisipasinya dalam kegiatan donor darah yang digelar oleh Kodim Indramayu dalam rangka menyambut Ulang Tahun Kodam.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

Februari 04, 2019
 MENARA POST - Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, melalui Dinas Sosial berupaya merehabilitasi para korban perdagangan orang atau human trafficking dengan membekali mereka bimbingan sosial dan pelatihan keterampilan usaha ekonomi produktif.
Ilustrasi
"Pelatihan usaha merupakan upaya agar mereka bisa melupakan kejadian yang menimpanya dan juga mereka bisa mempunyai sumber penghasilan dalam menghidupi keluarganya," kata Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial, Kabupaten Indramayu, Atu Ika Putri, di Indramayu, Selasa (10/4/2018).

Atu menjelaskan, kegiatan pelatihan kepada korban trafficking ini dipusatkan di Rehabilitasi Sosial Berbasis Masyarakat (RSBM) Tunas Mandiri, Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung.

"Para korban trafficking ini mendapatkan bimbingan sosial, termasuk pelatihan keterampilan untuk mengolah berbagai olahan kue kering yang memiliki cita rasa kekininan," ujarnya.
[ads-pos]
"Mereka sangat antusias karena ini merupakan bekal bagi mereka yang sebelumnya kurang mahir apalagi saat ini menjelang bulan Ramadan dan Idulfitri, mereka juga diberikan modal dalam bentuk peralatan awal," lanjut Atu.

Dia mengatakan kasus trafficking di Kabupaten Indramayu jumlahnya masih cukup besar. Namun demikian, pihaknya setiap tahun hanya mampu melakukan upaya rehabilitasi yang jumlahnya puluhan orang.

"Tahun 2017 yang lalu kita mampu melakukan rehabilitasi bagi 70 orang korban trafficking sementara tahun 2018 ini baru 20 orang," katanya. (Red)

Februari 04, 2019
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jendral Rumah Swadaya terus gulirkani program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau lebih dikenal sebagai program bedah rumah tidak layak huni (Rutilahu).
BSPS

Tujuan program  BSPS ini sebagaimana telah diatur dalam Peraturan Menteri Perumahan Rakyat Nomor 6 tahun 2013 tentang Pedoman Pelaksanaan BSPS, adalah terbangunnya rumah yang layak huni oleh Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Dan penyalurannya perlu di ketahui, mengacu kepada  peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 07 Tahun 2018 Tentang Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, di mana penyaluran dana BSPS disalurkan oleh Bank ataupun Kantor Pos.

Bentuk program tersebut meliputi peningkatan kualitas rumah dan pembangunan baru dilihat dari kualitas atap, lantai dan dinding rumah untuk dapat memenuhi syarat kesehatan, keselamatan dan kenyamanan. Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran Rp 294,9 miliar untuk PKT bedah rumah bagi 19.660 unit untuk propinsi  Jawa barat.

Di Indramayu sendiri Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat  akan salurkan bantuan sejumlah 1612 MBR, yang terdiri atas 358 MBR berasal dari SNVT (satuan non vertikal tertentu) yang dialokasikan khusus di Kecamatan  Cikedung sisanya 1254 MBR tersebar di 19 Kecamatan di Kabupaten  Indramayu .

Hal itu ditegaskan oleh plt. kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan Kabupaten Indramayu melalui kasi perumahan Suhartono saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat, (18/05).  Suhartono menjelaskan jenis kegiatan Program BSPS ini terbagi menjadi dua yakni berupa Pembangunan Baru (PB) yang semuanya berada di kecamatan  terisi, berupai pembangunan baru pengganti rumah tidak layak huni, jenis pembangun lainya berupa  Peningkatan Kualitas (PK) dengan klasifikasi kerusakan rumah ringan, sedang dan berat.

" Besaran bantuan untuk Pembangunan Baru adalah Rp 30 juta. Untuk Peningkatan kualitas (PK) dengan klasifikasi rumah rusak ringan atau tidak memenuhi persyaratan kesehatan Rp 7,5 juta, rumah rusak sedang Rp 10 juta dan rumah rusak berat Rp 15 juta " jelasnya.

Masih dalam keterangan Suhartono  bahwa dalam pelaksanaan PKT bedah rumah, masyarakat akan didampingi oleh tenaga fasilitator. Mereka  sudah diberikani  pelatihan dan pembekalan fasilitator oleh kementerian PUPR agar memiliki satu pemahaman dalam pelaksanaan di lapangan. Peran fasilitator sebagai pendamping masyarakat tugasnya si samping memberikan sosialisasi mereka juga dituntut agar bisa melakukan bimbingan, motivasi dan pendampingan kepada para penerima bantuan sejak penyusunan proposal dan administrasi kegiatan.

" Ada 31 Fasilitator yang akan mendampingi 1612 MBR yang terdiri atas 6 orang akan ditempatkan guna  mendampingi  358 MBR  (SNVT) sisanya ditempatkan di 1254 MBR reguler" Imbuh Suhartono.

Soal mekanisme pencairan program BSPS tersebut  Suhartono menjelaskan bahwa nantinya uang bantuan itu akan ditransfer melalui rekening masing-masing calon  penerima bantuan (cpb) melalui bank yang ditunjuk oleh pemerintah. Dari total bantuan yang diterima oleh masyarakat pemerintah mengalokasikan dana sebesar 2,5 juta untuk keperluan bayar tukang dan sisanya akan ditransfer ke rekening toko material yang ditunjuk oleh MBR melalui kelompok nya masing - masing.
[ads-pos]
" Calon penerima program harus membentuk kelompok terdiri atas 20 MBR dimana ketuanya dipilih berdasarkan kesepakatan bersama, Mereka nanti menentukan siapa toko material yang ditunjuk untuk mensuplai kebutuhan bahan bangunanya. Penunjukan tersebut harus didasarkan oleh faktor kedekatan wilayah lokasi toko dengan lokasi penerima program dan faktor lainya adalah soal harga yang ditawarkan cari yang terbaik tentunya" tegas Suhartono.

Suhartono kembali menegaskan bahwa pekerjaan pembangunan tersebut tidak boleh dipihak ketigakan semuanya harua bisa memberdayakan tenaga kerja lokal. Mengingat pemerintah pusat saat ini mengintruksikan program padat karya agar menyerap tenaga kerja sekitar. Ia berharap agar semua pihak bisa mentaati dan menjalankan program sesuai dengan aturan yang ada.

" Dari awal kami sudah menggandeng pihak penegak hukum baik kejaksaan maupun kepolisian untuk mengawal program ini. Masyarakat tidak boleh diam segera laporkan jika ada oknum yang memanfaatkan program ini " tandasnya.

Berikut adalah Kecamatan dan Desa  yang mendapatkan bantuan Program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) Tahun 2018

Kecamatan Kroya  41 MBR. Terdiri dari Desa iyangsari  15 MBR, Desa Temiyang 15 MBR,Kecamatanon    16 MBR, Kecamatan  Losarang    97 MBR Desairi dari ,Desa Rajaiyang  60 MBR dan Desa Pegagan   37 MBR. Kecamatan Kertasmaya memperoleh 175 MBR. Terdiri atas, Desa Kertasemaya 45 MBR, Desa Tenajar Lor 60  MBR, Desa Larangan Jambe 70 MBR. Kecamatan Jatibarang 181 MBR. Terdiri dari, Desa Bulak 50 MBR, Desa Jatibarang 47 MBR, Desa Jatibarang Baru 52 MBR, dan Desa Jatisawit 32 MBR, Kecamatan Gabus Wetan 77 MBR terdiri dari, Desa, Drunten Kulon 47 MBR, Desa Kedokan Gabus 35 MBR. Kecamatan Lohbener 80 MBR, Terdiri dari, Desa Larangan 40 MBR, Desa Pamayahan 40 MBR. Kecamatan Sindang 73 MBR, terdiri dari, Desa Rambatan Wetan 38 MBR, Desa Wanantara 35 MBR. Dan desa - desa lainya seperti, Desa Bugis tua 45 MBR, Desa Arahan Lor 45 MBR, Desa Sudimampir 45 MBR, Desa Panyingkiran Kidul 35 MBR, Desa Cipancuh 40, Desa Pabean Udik 40 MBR, Desa Tinumpuk 35 MBR, Desa Ilir 40 MBR, Desa Dukuh jati  37 MBR, Desa Sukahaji 37 MBR, Desa Gadingan 36 MBR, Desa Cibeber 45 MBR, Desa Widasari 45 MBR. (Red).

 MENARA POST ,Indramayu- Jawara Seniman Pantura (Jamantra) Peduli Seniman hadir di kuliner cimanuk untuk melakukan kegiatan Bakti Sosial mengumpulkan Donasi dari pengunjung,bertempat di panggung keong kulcim kelurahan margadadi kecamatan Indramayu kabupaten Indramayu,Sabtu(26/01/2019).

Turut hadir untuk memeriahkan acara Baksos Jamantra Peduli Seniman Ketua Jamantra Yadi Bass dan Artis Pantura Dewi kirana,Tia innova,Itty Ashela,Dede S,Susi Susilawati,Iva Denada,Maya Ningrum,Rose Rosita,Mugilahia,Endy Deles,Kang Aim,Rose Rosita, endy deles,dan lain lain.

Kegiatan amal yang dilakukan oleh jamantra patut dijadikan contoh dan mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan para penggiat seni yang lain,mereka melakukan giat berdasarkan jiwa sosial mereka yang tinggi dan rasa kepedulian terhadap para seniman yang sedang mendapatkan musibah atau yang lagi sakit.hal ini disampaikan oleh salah satu tokoh masyarakat Indramayu Agus Suherman Ketua DPC KPK Nusantara saat melihat aksi Jamantra di panggung keong kulcim.
[ads-post]
"Saya sebagai warga Indramayu sangat mendukung dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan Jamantra Peduli Seniman.aksi mereka berhak mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan pemerintah.tidak semua komunitas seniman giat melakukan baksos yang kusus menbantu para seniman itu sendiri."Ungkapnya

Masih pada tempat yang sama Yadi Bass menyampaikan bahwa kegiatan ini sudah dilakukan di berbagai tempat.

" Giat Jamantra peduli seniman, yang melakukan baksos mengumpulkan Donasi untuk para seniman sudah dilakukan di berbagai tempat.komunitas kami memang giat melakukan baksos untuk para seniman itu sendiri,karena kami seniman dan siapa lagi yang harus memerhatikan para seniman,kalau bukan seniman itu sendiri.harus dimulai dari para seniman dan untuk seniman,mungkin nanti diluar para seniman akan mengikuti langkah kita yang peduli sesama.itu harapan kami."jelasnya
(GTR)

Saerih, penderita Penyakit Muscle Bridging Mid, Foto By.Adam Pramuja
 MENARA POST Dalam sebuah rumah terlihat sosok permpuan yang sedang duduk di sebuah kursi, perempuan tersebut sesekali mengelus-elus perutnya yang membuncit, Sang suami pun menduga bahwa isterinya sedang hamil, Namun dugaan suami tersebut meleset karena perut buncit sang isterinya bukanlah karena hamil, melainkan sebuah penyakit yang sedang dideritanya.
Saerih (35) sosok ibu muda beranak dua ini sedang berjuang melawan penyakit yang sedang dideritanya selama bertahun-tahun.

Namun karena faktor ekonomi, Saerih, warga Desa Bojongslawi, Kec.Lohbener, Kab. Indramayu, Terpaksa menjalani perawatan di rumah sepupunya.

Berdasarkan pantauan wartawan Menara Post di kediamannya, Saerih menderita penyakit pada bagian perutnya. Menurut keterangan Rusnedi (40) suami Saerih, menjelaskan bahwa Saerih pernah di rawat selama 11 hari di RSUD Indramayu, berdasarkan informasi dari dokter saat melakukan pengecekan di RSUD Indramayu menjelaskan ada penyakit Liver.

Selama dirawat di RSUD tak kunjung sembuh, Rusnedi memutuskan untuk memulangkan istrinya dari rumah sakit dan menjalani berobat jalan dirumah.

Namun setelah beberapa hari menjalani berobat jalan perut saerih tak kunjung kempes dan keluarga pun menyarankan untuk berobat ke Rumah Sakit Bhayangkara Losarang, Rusnedi pun mengamini anjuran keluargnya tersebut.

“Alhamdulillah setelah dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara istri saya agak mendingan, Dalam artian hamper 50% sudah tidak merasakan sakit di perutnya” Kata Rusnedi saat diwawancari dirumah sepupunya, tempat saerih dirawat, di Desa Ujungaris, Kec. Widasari, Rabu 23/01/2019.

Rusnedi melanjutkan, Saat menjalani perawatan di rumah sakit Bhayangkara, Saerih di vonis mengalami gangguan pada jantung, dan pihak rumah sakit menyarankan untuk di periksa di Rumah Sakit specialis jantung.

“Berdasarkan saran dari pihak rumah sakit Bhayangkara,saya membawa Saerih ke Rumah Sakit Jantung Hasna Medika yang beralamat di Jl. Raden Gilap, Palimanan, Cirebon.” Lanjut Rusnedi.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh dr, Chaerul Achmad, So.JP (K), Pada tanggal 12 Oktober 2018, Menyebutkan bahwa Saerih mengalami penyakit Muscle Bridging Mid atau Anatomi Pembuluh Darah Koroner Jantung.
[ads-post]
Setelah menjalani pemeriksaan di Rumah Sakit Jantung Hasna Medika, Saerih dibawa pulang ke ruamh saudaranya.

Untuk diketahui saat ini Saerih sedang menjalani berobat jalan, dan dirawat oleh saudara sepupunya di Desa Ujungaris Rt/Rw 09/03 Kec.Widasari, Kab.Indramayu.

Saerih terpaksa dirawat di rumah sepupunya dengan alasan, minimnya biaya untuk melakukan perawatan di rumah sakit, Disamping itu, di desa asalanya yakni Desa Bojongslawi, Kec.Lohbener, Kab.Indramayu tidak ada yang mengurusnya, Kepala Desa Bojongslawi yang baru pun menurutnya masih belum peka terhadap kondisinya, Kedua orang tua Saerih sudah lama meninggal, Sedangkan kaka kandung Saerih sendiri sedang bekeja di luar kota.

"Kalau kades yang lama, sudah banyak membantu, namun untuk yang baru, karena mungkin masih baru menjabat, jadi kurang peka" Keluhnya.

Sebelumnya diberitakan sebelumnya, Pemkab Indramayu meraih sebuah Penghargaan di Bidang Kesehatan yang menggandeng Forum Kabupaten Indramayu Sehat (FKIS) yang dibentuk berdasarkan SK Bupati Nomor:441.05/Kep.56C-Bappeda/2014.

Saat itu Bupati yang masih dijabat oleh Hj. Anna Sophanah menerima berupa penghargaan dari pemerintah pusat.

Seperti dikutip dari laman Dinas Kesehatan Kabupaten Indramayu, Kepala Bappeda Kabupaten Indramayu, mengungkapkan, Penghargaan yang diberikan Pemerintah kepada Kabupaten Indramayu pada tahun 2015 ini merupakan penghargaan yang kedua, karena pada tahun 2013 di bawah kepemimpinan Bupati Anna Sophanah dan Wakil Bupati Supendi, Kabupaten Indramayu juga meraih penghargaan Kabupaten Sehat untuk kategori Swasti SabaPadapa.

Wawang menambahkan, dalam verifikasi yang dilakukan Tim Pusat di Indramayu ada 4 (empat) tatanan yang menjadi Kriteria penilaian, yaitu: Kawasan Permukiman Sarana dan Prasarana Umum, Kawasan Industri dan Perkantoran Sehat, Ketahanan Pangan dan Gizi serta Kehidupan Masyarakat yang Sehat Mandiri dengan Lokus (Lokasi Khusus) Penilaian di 7 Tempat. (27/11/2015).

Berdasarkan penghargaan tersebut Rusnedi suami Saerih berharap pemerintah mau pun dermawan ada yang mau membantu beban istrinya yang selama kurang lebih 4 Tahun penyakitnya tak kunjung sembuh.

“Mudah-mudahan pemerintah Indramayu mau pun swasta mau membantu meringankan beban saya, agar saya beserta anak Isteri bisa beraktifitas normal kembali” Harapnya.

Di tempat terpisah, Pemerintah Desa Ujungaris menjelaskan, selama Saerih tinggal di Desa tersebut pihaknya sudah berusaha membantu untuk meringankan bebannya, Melalui Ali, sekretaris Desa, Saat ditemui di kantor Desa Ujungaris menerangkan bahwa ada warga yang bernama Saerih numpang perawatan di Rumah sepupunya.

“Berdasarkan informasi dari masyarakat sekitar, bahwa ada warga Desa Bojongslawi yang numpang nginap di rumah sepupunya, guna menjalankan rawat jalan, Meskipun Saerih bukan warga Ujungaris, Namun pihaknya tetap membantu meringankan bebannya” Jelas Ali Sekdes Ujungaris.
  
Saat ini kondisi Saerih perutnya masih membesar seperti sedang mengandung 9 bulan, Dengan tali pusar keluar, Saerih hanya bisa duduk diam dan lemas yang sesekali mersakan sakitnya di perut.

Sedangkan suaminya sendiri bekerja serabutan, yang hanya buat makan sehari-hari saja terkadang masih kurang. (AAP)

Indramayu, Suci Nabila bayi berusia 8 bulan Putri dari Tarnoto dan Marsana,Warga Desa Mekarsari blok pilangsari RT. 03/01 Kecamatan Patrol Kabupaten Indramayu yang menderita penyakit Hidrosfalus (kondisi ukuran kepala yang membesar secara tidak normal akibat adanya penumpukan cairan di dalam rongga vertical otak) yang berasal dari keluarga tidak mampu sangat membutuhkan bantuan para Dermawan dan Pemerintah.

Suci Nabila yang tinggal bersama Neneknya ibu Rani mendapatkan uluran tangan/ bantuan dari Eka Trilinda Ningrum A.Md warga Kecamatan Patrol dan H.Bambang Hermanto, SE warga Kecamatan Sukra,Minggu (20/01/2019).

   Kuwu Desa Mekarsari Cato melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Ato Pujianto saat di hubungi awak media mengatakan bahwa suci nabila adalah bayi yang berasal dari keluarga yang tidak mampu.
[ads-post]
  Suci Nabila  yang berusia 8 bulan yang menderita Hidrosfalus, merupakan bayi yang berasal dari keluarga yang tidak mampu, "kami selaku Pemerintah Desa Mekarsari telah berupaya membantu proses pengobatan gratis dari pemerintah melalui pembuatan BPJS untuk Suci Nabila, dan kini sudah menjalani pengobatan rutin, akan tetapi faktor usia Suci Nabila, dokter belum berani melakukan operasi, "Terangnya.
   Selain itu, lanjut Ato Pujianto(Sekdes), selaku Pemerintah Desa Mekarsari mengucapkan terima kasih kepada Eka Trilinda Ningrum, A.Md dan H.Bambang Hermanto, SE yang sudah menyambangi dan  telah membantu warganya yang bernama Suci Nabila bayi penderita Hidrosfalus,yang berasal dari keluarga tidak mampu, atas kepeduliannya kepada warganya. (Red)

Indramayu- Eks  Pasar Daerah (PD) Jatibarang yang lokasinya didekat stasiun kereta api Jatibarang sedianya akan dibuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga untuk masyarakat sekitar. Rencana itu mengemuka setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan tersebut, Senin (10/12/2018), Indramayu.

Dalam sidaknya ke eks PD Jatibarang itu, Kang Emil (sapaan akrabnya) yang didampingi Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si. menyusuri bangunan pasar daerah yang sudah tidak berpenghuni lagi. Ridwan berjanji akan memberi bantuan sebesar Rp 15 miliar untuk menyulap eks PD Jatibarang menjadi RTH dan sarana olahraga.

“Kita akan memberikan contoh bahwa Kabupaten Indramayu dapat tertata dengan baik dan rapih, supaya orang berkunjung ke Indramayu bisa nyaman. Rencananya bekas pasar daerah Jatibarang ini akan kita bangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga. Anggrannya dari APBD Provinsi,” katanya.
[ads-post]
Namun Ridwan berharap, Pemkab Indramayu melalui Dinas terkait, untuk segera meratakan bentuk bangunan pasar daerah Jatibarang setidaknya di awal tahun 2019, sehingga proses membangun RTH semakin cepat terealisasikan.
“Saya meminta kepada Wakil Bupati Indramayu untuk segera meratakan bangunan ini, agar kita juga bisa bergerak cepat membangun RTH di kawasan ini,”katanya.

Semula, Kang Emil berencana hanya akan membuat RTH di eks PD jatibarang ini. Namun begitu melihat kondisinya yang sangat luas, kurang ebih 1 hektar, secara spontanitas Kang emil tidak hanya ingin membuat RTH, tetapi juga sarana olahraga.

“Saya keliling-keliling ini tanahnya luas sekali. Saya kira bukan hanya RTH, tapi juga sarana-sarana lainnya dapat digunakan di areal ini,” ujar Emil.
 ( Otong S )

Indramayu- Keberadaan Pos Gatur Lantas yang berdiri megah di tengah jalan mayor sangun Jatibarang Indramayu,Di pertanyakan sejumlah kalangan.pasalnya bangunan Pos Polisi siaga atur lalu lintas tidak bermanfaat lagi keberadaan,Pos tersebut sering dijadikan gudang penyimpanan barang pedagang.Di sampingi itu Lokasi Pos Gatur ini sudah tidak layak lagi,Sebab pasar daerah sudah di Relokasi pindah ketempat baru desa bulak.

Seperti di katakan salah satu pengendara motor Firman asal desa Pilangsari kecamatan Jatibarang,"sebenarnya manfaat Pos Gatur Jatibarang memang dirasakan sekali fungsinya,Satu diantaranya bisa mengurai kemacetan parah menuju ke arah pasar.Begitu pula berhentinya Bus Kopayu yang sering mangkal,Menaikkan dan menurunkan penumpang di bibir masuk kearah pasar.
[ads-post]
"kalau tidak ada Polisi yang mengatur akan semakin semrawut macet parah, Dengan penertiban dan Relokasi Pasar Daerah pindah ke lokasi baru Desa Bulak.sangat tampak sekali Pos Polisi Gatur Lantas bangunannya menjorok ketengah jalan.Untuk itu kami sangat berharap sekali bangunan Pos Polisi  Gatur Lantas segera ditertibkan,mengingat pengendara kendaraan bila masuk ke jalan mayor sangun pandangannya tertutup oleh bangunan itu."Terangnya

Hal senada juga disampaikan tokoh masyarakat Jatibarang H Munadi (56) ,"Keberadaan Pos Polisi Gatur lantas Jatibarang dirasakan sekali manfaatnya,Bisa mengatur lalulintas.Kemacetan parah juga bisa terurai dengan baik,Namun sebelum adanya Relokasi pasar,manfaat Pos Polisi Gatur Lantas sangat terasa sekali.Justru sekarang malah bikin tidak nyaman pengendara bila mau berbelok arah masuk ke jalan mayor sangun,Sebab pandangan matanya tidak bebas terhalang bangunan yang menjorok ketengah jalan."Jelasnya

Sementara itu Ketua LSM Lembaga investigasi Negara Supa mengatakan."Bangunan Pos Polisi Gatur Lantas Jatibarang sudah semestinya di bongkar,Karena keberadaan bangunan tersebut sangat terlihat sekali menjorok ketengah jalan.Hal ini sangat bertolak belakang dengan Undang undang lalu Lintas." tegasnya
(Otong.s)

Indramayu- Relokasi Pasar Daerah Jatibarang dari pasar lama ketempat yang baru Desa Bulak,masih menyimpan permasalahan.mulai pemasangan listrik untuk pedagang,sampai dengan retribusi parkir dengan menggunakan E parkir.semuanya menjadi bahan omongan di tengah masyarakat,pasalnya kepuasan pedagang dan pembeli merasakan ada beban biaya tambahan untuk parkir kendaraanya sebesar Rp 3.000.

Ketika permasalahan ini Di Konfirmasikan langsung dengan kepala  Disperindag Kabupaten Indramayu Trisna Hendarin diruang kerjanya,dengan penuh kesabaran menjawab semua pertanyaan yang di ajukan awak media " persoalan listrik dan biaya parkir kendaraan semuanya sudah dipikirkan secara matang,baik buruknya sudah dikaji.memang hal parkir menggunakan elektronik masih baru,dan Pasar Daerah Jatibarang menjadi awal perencanaan.tentu kalau berhasil,semua pasar Daerah yang ada di Indramayu menggunakan E parkir,harapan kami jelas kedisiplinan masyarakat dan kebiasaan harus di jalankan.agar semua kemajuan untuk masyarakat itu sendiri dengan Retribusi parkir naik,Akan berdampak penerimaan Pendapatan Asli Daerah secara otomatis,akan menerima kenaikan juga.

Adapun mengenai pemasangan listrik PLN kami tidak menemukan permasalahan yang berarti,artinya dari pemutusan boks listrik sampai mendekati ketitik pemasangan instalasi berjalan apa adanya,tidak terlihat rekayasa pemasangan.maupun segala terkait permasalahan mengenai biaya yang dibebankan pedagang,hal itu wajar karena untuk kepentingan pedagang itu juga.
[ads-post]
Masih menurut Trisna bagaimana sulitnya pedagang malam di jalan mayor sangun Jatibarang sebelum Pasar Daerah Jatibarang jadi,dan sudah diresmikan oleh Bupati Indramayu.untuk mengajak pindah ke lokasi pasar baru," jauh hari kami menggaungkan serta sosialisasi tanpa henti,pada saatnya pedagang itu sendiri membongkar lapaknya.Penertiban pedagang juga tidak menemukan kendala berarti,justru kami terbantu dengan penuh kesadaran lapak pedagang di bongkar sendiri oleh pemiliknya.semuanya bersinergi Muspika kecamatan Jatibarang juga tampak terlihat turun langsung menertibkan ".Jelasnya

Sementara itu Ketua LSM Peduli Aspirasi rakyat Dartim memberi Apresiasi atas penertiban pedagang yang berjalan kondusif,"sebab biasanya penertiban pedagang akan diwarnai dengan adu mulut,disini sangat terlihat secara nyata.semuanya bertanggung jawab dan pedagang juga menyadari atas kesalahan tempat berjualan di bahu jalan,makanya penertiban berjalan damai."Tegasnya
(Otong.S)

Indramayu- Pelaksanaan pembangunan rumah tidak layak huni milik Tarmi blok Karanganyar RW 02 /RT 17 Jatibarang,Kabupaten Indramayu mendapat respon baik  dari warga setempat.pasalnya warga menilai pembangunan rumah ini sudah tidak bisa di tunda lagi atau menunggu  pembangunan dari pemerintah.

Di samping tanahnya bermasalah,juga peruntukan pembangunan dana Rutilahu harus memenuhi  syarat dan ketentuan,akhirnya Kuwu  dan RW 02 beserta masyarakat sekitar mengambil jalan tengah.membangun dengan swadaya murni,bentuk kepedulian masyarakat sekitar,disertai ajakan Kuwu untuk membantu warga yang masih memiliki rumah yang sudah tidak layak di tempati atau kondisi rumah sudah rusak parah.

Berbagai elemen masyarakat Jatibarang akhirnya peduli untuk membantu,dengan cara gotong royong.ada yang bantu semen,kayu,pasir,bata,begitu juga  KORAMIL Jatibarang yang di pimpin komandanya.Terjun langsung  turut larut dalam pembuatan dan membangun rumah jompo dan anak yatim, yang  kondisi  rumahnya sudah sangat parah  dan tidak bisa ditempati.

Begitu juga dengan warga sekitar, semuanya sangat peduli tergerak aktif bersama sama membangun.tentu hal ini tidak terlepas peran Kuwu," kalau Kuwunya masa bodoh,sampai kapanpun tidak akan adanya perubahan.saya secara pribadi sebagai RW 02 memberikan Apresiasi atas langkah kerja nyata dengan pembuktian bukan hanya ucap dan janji janji." Ujar Taufik
[ads-post]
Hal yang sama juga disampaikan jimong pemuda tanggung warga sekitar menilai,"sejak dulu sepeninggalnya elang,kondisi Rumah ini sangat tidak terurus.padahal sepengetahuan saya almarhum elang bekerja di Desa,tapi kenapa Kuwu terdahulu tidak ada yang peduli.

Minimal memperbaiki rumah,itu malah dibiarkan begitu saja.tanpa ada Rembugan dengan warga,bagaimana mana caranya bisa diperbaiki rumah milik Almarhum elang Tarmi.Justru Kuwu baru Agus Darmawan sangatlah peduli,dibuktikan dengan kerja nyata dan menggerakkan warga sekitar untuk berpartisipasi aktif membantu ikut membangun rumah tidak layak huni milik Tarmi janda tua (68)."Terangnya

Sementara itu ketua LSM peduli Aspirasi Rakyat Dartim Fikri memberikan semangat kepada Kuwu baru,agar apa yang menjadi target pembangunan Rumah Tidak layak huni tercapai.begitu pula pelaksanaan pembangunan Rumah masyarakat berpenghasilan Rendah yang tidak masuk kriteria Rutilahu agar terbantu secara maksimal,sebab persoalan seperti ini banyak ditemukan pada Desa. selain desa Jatibarang tapi semuanya jatuh pada Kuwu itu sendiri,sedang Kuwu Desa Jatibarang sangat peduli akan hal seperti ini dengan swadaya murni masyarakat.makanya terwujudlah pembangunan rumah sangat tidak layak menjadi layak huni" .Tuturnya
(Otong.S)

Indramayu- Penertiban pedagang lemprakan di jalan Mayor Dasuki Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu,tidak menemui kendala yang berarti.sebab jauh hari rencana penertiban dan Relokasi pedagang sudah di siapkan.untuk penempatan,tertibnya pembongkaran lapak pedagang menjadi tolak ukur.

kenapa pedagang tidak mengadakan perlawanan,ini disebabkan sebelum penertiban, sosialisasi dari kepala Pasar sering di lakukan  untuk segera menempati lokasi ke pasar baru Bulak.karena sering  di sosialisasikan pedagang tidak kaget dengan batas waktu pengosongan lampak jualan,apalagi saat penertiban semua unsur Muspika berada di lokasi penertiban.hasilnya kesadaran para pedagang membongkar lapaknya sendiri bahkan turut serta membantu pembongkaran.

Seperti dikatakan pedagang emas cinta damai Sulton (54),"saya sudah merasakan sendiri selama 15 tahun tak ada pembeli maupun menjual emas,usaha saya hidup segan mati tak mau.semuanya jatuh pada titik nol,salah satu penyebab tidak lakunya toko saya,Karena tertutup oleh lapak Pedagang yang menutupi toko tempat saya berjualan.

Tentu kami sangat mendukung sekali  penertiban semua pedagang jalan Mayor Dasuki,bangun harapan saya.kembalikan fungsi jalan utama ini,akses jalan menuju stasiun kereta Api Jatibarang bisa langsung.tidak harus memutar dulu,kemacetan juga saya jamin bisa terurai."ungkapnya

Senada juga disampaikan warga RW 05 Jatibarang Karto (48),"jelas kami sangat berharap dan mendukung sekali adanya penertiban pedagang lemprakan  Jatibarang,memang kota saya  sudah tidak layak adanya pedagang lemprakan.Jatibarang terkesan kumuh,  dengan adanya perubahan,luruskan niat.Jatibarang akan jauh berbeda dengan sebelumnya,kami sangat berharap sekali.kembalikan kejayaan Jatibarang seperti dulu,biarpun pasar Daerah berpindah tapi Jatibarang masih banyak sekali potensi kearah kemajuan."tegasnya

Sementara itu mewakili MUSPIKA kepala Pasar Daerah Jatibarang Caswanto menjelaskan dengan gamblang,"tentunya sebelum diadakan penertiban pedagang lemprakan,jauh hari  kami berikan masukan dan sosialisasi mengenai Relokasi pedagang.serta penempatan.makanya penertiban ini berjalan sangat tertib bahkan kami juga dibantu oleh pedagang itu sendiri untuk membongkar tempatnya."terangnya
(Otong.S)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget