Articles by "Pilkada"


Indramayu
 Today  Indramayu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Indramayu menyelenggarakan Sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 3 Tahun 2022 Tentang Tahapan dan Jadwal Pemilihan Umum (Pemilu) Tahun 2024, di Ruang Ki Tinggil Setda Indramayu, Kamis (7/7/2022).

Kegiatan Sosialisasi PKPU ini dibuka Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Indramayu Jajang Sudrajat mewakili Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar, didampingi Ketua KPU Indramayu Ahmad Toni Fatoni dan Divisi Teknis Penyelenggara Pemilihan KPU Provinsi Jawa Barat, Endun Abdul Haq.

Dalam kegiatan sosialisasi ini juga dihadiri Wakil Ketua DPRD Kabupaten Indramayu, Kepala Perangkat Daerah (PD), para camat, kuwu dan lurah se-Kabupaten secara virtual melalui zoom metting.

Dalam sambutannya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Indramayu Jajang Sudrajat mengatakan, pemilu merupakan sarana kedaulatan rakyat dalam menyalurkan pemilihan yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur dan adil.

Sehingga lanjut Jajang, sesuai agenda Pemilu Tahun 2024 akan dilangsungkan pesta demokrasi pada Hari Rabu 14 Februari 2024, pada hari tersebut bertepatan dengan hari kasih sayang, maka bisa dimaknai pula sebagai hari kasih suara.

Jajang menambahkan, agenda Pemilu Tahun 2024 jika melihat hari dan bulan tentu nampak masih lama, tetapi seyogyanya rentang waktu hari ini sampai dengan hari pelaksanaan akan terasa singkat dan cepat, mengingat akan banyak tahapan demi tahapan yang dilakukan.

Dengan demikian ungkap Jajang, untuk menghindari potensi masalah harus segera diantisipasi sedini mungkin oleh para camat dan Kuwu maupun Lurah di Indramayu. Hal ini tentunya agar tidak terjadi kerancuan atau masalahnya melebar luas.

“Kita semua tidak menginginkan pemilu diwarnai dengan keributan dan cacat hukum yang akhirnya menimbulkan kerawanan politik dan keamanan serta mengganggu ketertiban masyarakat,” harapannya.

Diharapkan juga, persiapan maupun pelaksanaan Pemilu Tahun 2024 bisa berjalan dengan lancar, demokrasi dan partisipasi masyarakat meningkat.

Selain itu, bagi unsur yang terlibat khususnya masyarakat dapat melaksanakan tugas, fungsi dan kewajibannya dengan baik serta berkoordinasi dan bekerjasama secara harmonis dan tetap berpedoman pada peraturan perundangan-undangan.

“Saya berpesan kepada camat dan Kuwu dan Lurah agar menjaga kondusifitas wilayahnya serta mampu memberikan pemahaman jika nanti ada terdapat pertanyaan-pertanyaan yang timbul menjelang pelaksanaan pemilu tahun 2024,” harapannya.

Lanjut Jajang, Camat dan Kuwu atau Lurah di Indramayu dapat membuat inovasi-inovasi yang bagus dalam rangka mengajak masyarakat untuk memberikan suaranya pada pemilu sehingga tingkat partisipasi masyarakat semakin meningkat.

Hal senada diungkapkan Kepala KPU Indramayu Ahmad Toni Fatoni, bahwa bersama stakeholder terkait seperti Partai Politik, masyarakat, Aparatur Sipil Negara, Pimpinan Daerah dan organisasi masyarakat tentu berupaya meningkatkan angka partisipasi Kabupaten Indramayu pada Pemilu Tahun 2024.

Menurutnya, sejak Pemilu Tahun 2019 dan 2020 KPU Kabupaten Indramayu sudah mampu meningkatkan angka partisipasi masyarakat. Setidaknya meningkat 7% dari partisipasi masyarakat dari Pemilu dan Pemilihan sebelumnya.

Tentu diharapkan Ketua KPU Indramayu Ahmad Toni Fatoni, untuk Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 itu jauh lebih meningkat dibanding Pemilu sebelumnya.

“77 % minimal target nasional dan mudah-mudahan pada Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 di Kabupaten Indramayu bisa diangka 80% partisipasi masyarakat,” harapannya.

Toni menambahkan, sesuai PKPU Nomor 10 Tahun 2019 bahwa pemerintah dan pemerintah daerah wajib memberikan bantuan fasilitasi dalam pelaksanaan sosialisasi dan pendidikan pemilih untuk meningkatkan partisipasi pemilih pemilu sesuai ketentuan yang berlaku.

“Mudah-mudahan Tahun 2024 penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan ini bisa tetap dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan tentu dalam kondisi kondusif, aman dan angka partisipasi meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Divisi Teknis Penyelenggara Pemilihan KPU Provinsi Jawa Barat Endun Abdul Haq mengatakan, sangat berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu yang memfasilitasi kegiatan sosialisasi PKPU No 3 Tahun 2022.

“Indramayu menjadi yang pertama dan pionir di Jawa Barat karena sosialisasi PKPU No 3 Tahun 2022 ini dihadiri unsur dinas, camat dan Kuwu,” katanya.

Abdul Haq menerangkan, awal tahapan Pemilu Tahun 2024 dimulai bulan Juni 2022 yaitu penyusunan PKPU, akhir Juli 2022 verifikasi parpol, kemudian di Oktober 2022 pemuktahiran data pemilih, penetapan daerah pemilihan (dapil) dan alokasi kursi.

Dijelaskan Abdul Haq, dalam PKPU Nomor 3 tahun 2022 ini yaitu terdapat pemangkasan masa kampanye peserta Pemilu yang awalnya diusulkan 120 hari kemudian dikurangi menjadi 90 hari dan ditetapkan menjadi 75 hari.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

 MENARA POST - Indramayu – Calon Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menyambangi masyarakat perajin petasan di Kampung Lohbener, Desa Lohbener, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Indramayu, Rabu, 14 Maret 2018. Dalam kampanyenya, Deddy Mizwar dicecar para perajin petasan soal kejelasan status usaha dan bentuk perhatian Pemerintah.
Cagub Jawa Barat, Deddy Mizwar kampanye di Indramayu'.
Deddy yang sebelumnya mendapat sambutan hangat saat berkampanye ke Pasar tumpah Jatibarang ini, diminta kejelasan bagaimana program konkret Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk lima tahun ke depan untuk kelegalan usaha turun temurun itu.

Dalam dialog terbuka di lapangan Lohbener RT 15/04 itu, perwakilan perajin petasan, Wasti menanyakan kepada Deddy Mizwar bagaimana kepastian hukum bagi perajin petasan. Pasalnya, usaha tersebut kerap menjadi sasaran penindakan aparat karena disebut ilegal, sedangkan petasan impor dengan mudah masuk ke Indramayu tanpa penindakan yang adil.

"Jangan ditangkapi (para pengrajin), dioperasi. Gimana Pak? Saya pengen tahu dari Pak Haji gimana? Orang sini, usahanya kaya gini, jadi gimana?" tegas Wasti dengan nada merintih kepada Deddy Mizwar, Rabu 14 Maret 2018.

Menjawab cecaran tersebut, Deddy menjelaskan, usaha membuat petasan harus diakui melanggar ketentuan. Bahkan, usaha yang berjalan dengan metode manual tanpa profesionalitas produksi dan jaminan keamanan yang benar, rawan meledak dan memakan korban.

Oleh karena itu, Deddy menawarkan alih usaha bagi para pengrajin petasan. Potensi pangan di Indramayu yaitu Mangga Gedong Gincu dan beras, menjadi solusi alternatif bagi para pengrajin petasan.

"Solusinya alih usaha, sebab kalau usaha yang dilarang, ini deg-degan. Jadi ada aturan dilarang, harus dicarikan. Misalnya, bagaimana pengolahan Mangga, manisan, asinan, Pisang, nanti dicarikan (infrastruktur) pemasarannya," jawab Deddy.
[ads-post]
Dalam dialog tersebut, turut juga hadir perwakilan dari Polres Indramayu. Bahkan, Deddy ingin blak-blakan dengan para perajin untuk membeberkan siapa konsumennya agar ditindak aparat.

Wakil Gubernur Jabar ini berharap, para perajin petasan agar peduli terhadap keamanan. Berkaca pada kasus sebelumnya, ledakan rumah industri petasan memakan korban pemilik dan pemukiman terdekat.

"Jangan bikin petasan melulu, siapa yang beli? Biar Pak Kapolsek tahu. Karena bahaya bu, kalau terjadi kebakaran atau meledak, korbannya orang terdekat yang kita sayangi," katanya.

Bukti Konkret

Deddy memastikan ketegasan pemerintah terhadap perajin petasan bukan berarti merampas haknya dalam meningkatkan derajat ekonominya.

"Itulah sebabnya pemerintah melarang hal-hal yang membahayakan warganya, bukan berarti tidak boleh mencari penghasilan. Yang lebih adalah bagaimana mengalihkan kepada usaha yang hasilnya lebih bagus. Contohnya, pendapatan dari petasan Rp3 juta per  bulan, tapi ada usaha lain untungnya Rp5 juta per bulan, mau kan?" tanya dia.

Petasan yang dijual di pasaran

Namun, paparan tersebut belum memberikan kepuasan bagi para perajin. Wasti menanggapi bahwa aparat rutin menindak para pengrajin, namun petasan dari luar negeri marak terjual di Indramayu. "Seakan-akan diinjak-injak. Kalaupun ada program, kira-kira memberikan keringanan? Usaha apa pak haji? Jangan hanya dipikirkan, tapi dibuktikan," tegas Wasti.

Dalam dialog tersebut, Deddy memastikan program alih usaha bagi perajin petasan harus terealisasi. "Kalau tidak dipikirkan, bahaya lebih besar. Hati-hati, urusannya bahaya, kedua urusannya dengan hukum," tegas Deddy.

Sementara itu, perajin petasan lainnya, Eni Chartini mengaku akan mengikuti program pemerintah asalkan kepastian regulasi dan lahan usaha yang diberikan pemerintah konkret dan dapat dikelola dengan bantuan modal yang sesuai kebutuhan.

"Ingin diperhatikan. Siap beralih, asal jelas. Ini kan usaha dari zaman saya masih kecil sampai sekarang punya cucu. Pendapatan dari petasan itu Rp40 ribu, kadang-kadang Rp50 ribu per hari," ujarnya. (Red)

Februari 04, 2019
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, menargetkan kenaikan partisipasi pemilih sebesar 18 persen dalam Pilkada 2018.
KPU Indramayu
Menurut Komisioner KPU Indramayu Divisi SDM dan Partisipasi Masyarakat, Erwanto di Indramayu, Sabtu. pada Pilkada yang digelar tahun 2015, partisipasi masyarakat dalam pemilihan kepala daerah itu  59,73 persen.

Pada Pilkada 2018 khususnya Pilgub Jabar yang akan dilaksanakan pada tanggal 27 Juni mendatang ditargetkan naik menjadi 77,5 persen.
[ads-pos]
"Ini tentu merupakan target yang cukup berat bagi kami, tapi harus dijalankan dengan terus melakukan sosialisasi untuk mencapai target itu," ujarnya.

Pada tahun 2015, data pemilih tetap di Kabupaten Indramayu mencapai 1,3 juta.

"Untuk meningkatkan target partisipasi salah satunya yaitu melakukan sosilisasi ke berbagai elemen," katanya. 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget