Articles by "Pasar"

Februari 04, 2019 ,
Sampah yang berada dipasar seharusnya menjadi pekerjaan rumah kita bersama, sedari dulu sampah pasar sudah menjadi persoalan yang bisa mengganggu aktivitas pasar, khususnya sampah yang berada di pasar patrol indramayu Jawa barat, pengelolaan sampahnya menurut pedagang pasar masih sangat buruk.
Tumpukan Sampah di pasar patrol, Indramayu / foto by.guntur

Sebab menurut pedagang setempat sampah di pasar tersebut menumpuk sampai dengan melewati atap lapak pedagang pasar dan menutupi akses jalan.

Salah satu pedagang pasar yang lapaknya berdekatan dengan tempat pembuangan sampah pasar, ketika di mintai tanggapannya tentang sampah yang menumpuk,mengungkapkan sangat terganggu dengan keberadaan sampah tersebut, “Saya berjualan harus berlapang dada karena setiap hari harus mencium bau yang tidak sedap dan pemandangan yang tidak enak dilihat, tapi mau gimana lagi.” Katanya. Rabu 02/07/2018.
[ads-post]
Dia mengeluhkan soal kenyataannya seperti ini, menurut dia dari omset penjualanpun menurun, karena pengunjung pun enggan untuk berkunjung.

“Selain sampah yang menumpuk jalannya juga becek membuat pembeli tidak  nyaman untuk berkunjung.” Imbuh pedagang tersebut yang tidak mau di sebut namannya.
Tumpukan Sampah di pasar patrol, Indramayu / foto by.guntur

Pedagang dan pembeli sangat dirugikan dengan keadaan pasar patrol sekarang, “Apa lagi kewajiban pedagang dalam membayar restribusi sudah dipenuhi. Tapi kenapa sampai saat ini pengelolaannya masih semerawut.” Katanya lagi.

 Dari mulai sampah, ruang terbuka hijau dan lahan parkir khusus di area pasar sudah berubah fungsi menjadi lapak dagang.

Sampah yang menggunung  tersebut dari sebelum lebaran idul Fitri sampai dengan sekarang belum pernah diangkut oleh petugas kebersihan.
Diapun berharap agar pihak pihak terkait lebih memperhatikan kondisi pasar sekarang, “Kalau tidak ada perbaikan maka pasar akan beralih fungsi menjadi tempat pembuangan sampah (TPA)” Pungkasnya.

Pena : Guntur
Editor: Redaksi

Pedagang malam di pasar Jatibarang Indramayu  yang masih nempel di bahu jalan sekarang mulai ditertibkan tanpa menemui kesulitan.
Salah satu pedagang buah mangga du pasar jatibarang. Foto by Otong S
Polisi pamong praja mengajak agar para pedagang malam baik yang lesehan maupun yang nempel di bahu jalan segera mengisi pasar baru Bulak,  dengan kesadaran tinggi setelah diumumkan langsung membongkar lapak dagangannya sangat  tertib, nampak terlihat juga pedagang yang masih belum mau tempatnya di bongkar sama sekali bahkan pedagang buah mangga  rujakan dan Pedagang daun pisang hanya bisa menatap sedih terisak tangis. "Lalu saya jualannya kemana lagi, sedang disini kami sudah merasakan kenyamanan bisa membantu memperbaiki Perekonomian keluarga." Keluh salah satu pedagang tersebut. Jum'at 9/10/2019.
[ads-post]
Di tempat yang sama, pedagang buah mangga rujakan Saminah (60) masyarakat desa Jatibarang baru sambil menatap tetangga sebelahnya yang sedang di bongkar lapaknya menceritakan sebagai pedagang buah mangga rujakan sudah terbiasa dengan lesehan seperti ini. "Hasil dari jualan juga kami hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan jajan cucu, supaya jangan menangis tak terpikirkan untuk bisa membeli lainnya" Ucap saminah sambil mengusap air matanya.
Saminah menambahkan jualan seperti ini dan menempati tempat lesehan sudah hampir 7 tahun, tak ada yang menggangu apa lagi mengusik, "Tiba-tiba sekarang disuruh pindah ke pasar baru Bulak jadi pemikiran pedagang seperti kami masih bisakah nempel untuk jualan." Imbuhnya.
Pebampakan pasar jatibarang / Foto by Otong S
Senada juga disampaikan Kartimah asal Desa pawidean kecamatan Jatibarang, pedagang daun pisang mengatakan sebagai pedagang dirinya mengaku mematuhi semua anjuran Ikatan Pedagang Pasar (IPP). "Kami sangat berharap sekali kepindahan ke pasar baru Bulak bisa memberikan kami tempat jualan lagi biarpun tempat jualan kami masih nempel kepada pedagang lain yang punya tempat, sebab kami hanya pedagang kecil untuk melayani pedagang rumahan yang jualan lontong lepet dan lotek." Harapnya.

Sementara itu perwakilan IPP Dul  dengan sangat lugas penuh pertimbangan menjelaskan Semua pedagang akan ditampung tapi dengan ketentuan pedagang lama menjadi Prioritas apa itu pedagang kecil lesehan seperti pedagang daun pisang, pedagang, buah mangga rujakan sampai pedagang grabadan akan ditampung, "Kalau semua pedagang sudah bisa jualan dan yang belum tercatat lagi kami pikirkan untuk bisa berjualan, mari kita tengok jangan sekali lagi apakah pantas jalan mayor sangun Jatibarang penuh sesak pedagang, untuk masuk Stasiun kereta saja kendaraan harus memutar tapi kalau keberadaan jalan mayor sangun bersih dari pedagang rasanya nyaman, tamu dari luar daerah juga akan menilai Jatibarang sekarang sudah tertib". Katanya.

Pena  : Otong.S
Editor: AP

Indramayu-Rabu(07/11/2018) hari bersejarah Kabupaten Indramayu,Pada  hari ini para awak media dan masyarakat menunggu  hasil rapat paripurna perihal surat penguduran diri Hj.Anna Shopana Bupati Indramayu yang mengajukan surat pengunduran diri.

Suasandi gedung Dewan tidak seperti biasanya,lahan parkirpun penuh sesak kendaraan tamu undangan dan awak media yang antusias untuk mengetahui hasil keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah(DPRD)Kabupaten Indramayu.

Saat ini di gedung DPRD Kabupaten Indramayu,Sedang berjalan rapat paripurna DPRD Kabupaten Indramayu dalam rangka,"Penyampaian Pengumuman Pengunduran Diri Bupati Indramayu Masa Jabatan Tahun 2016-2021,Dan Persetujuan DPRD Kabupaten Indtamayu."
(Redaksi)

Kemacetan parah setiap hari pasaran Rabu dan Minggu di jalan Mayor Dasuki Desa  Jatibarang dikeluhkan masyarakat dan pengguna jalan ini disebabkan pedagang Sandang sudah menggunakan ruas jalan untuk memasarkan dagangannya maka terjadilah penyempitan jalan dan sudah melewati garis sepadan jalan Untuk itu kami masyarakat dan pengguna jalan menghimbau kepada Pemerintah daerah segera tertibkan  para pedagang pasar sandang kain di  ruas jalan Mayor Dasuki sampai jalan arah ke kota kabupaten Indramayu.
   
Pedagang kain di pasar jatibarang menggunakan ruas jalan
Seperti di katakan oleh salah satu Karyawati Bank yang bekerja di Indramayu Sri Indah mengeluhkan Atas kemacetan parah setiap hari pasaran Rabu dan Minggu tetap kesiangan sampai tempat kerja penyebab kemacetan ini jelas ulah pedagang yang  terus merangsek ke badan jalan untuk menggelar dagangannya maka terjadilah penyempitan belum lagi parkir liar menambah Kontras suasana pagi jalan sudah macet

Hal yang sama juga di sampaikan oleh salah satu warga RW 02 Desa Jatibarang  Jaenudin jelas ada dampak yang ditimbulkannya atas kemacetan hari pasaran pengalihan arus kendaraan roda dua motor akan memutar kejalan masuk kampung sedang anak anak kecil masih sering berlarian kejalan kampung untuk menghindari kejadian tabrakan kami mengantisipasi dengan membuat rambu jalan agar berhati-hati banyak anak kecil untuk itu kami berharap kepada pemerintah Normal kan kembali jalan mayor Dasuki bebas dari Pedagang.

       Sementara itu UPTD Dinas Bina Marga Wilayah VI Propinsi Jawa barat Aseng Supriatna saat di hubungi lewat Ponselnya mengatakan dari hasil Monitoring kami di lapangan memang betul jalan Mayor Dasuki Jatibarang sudah macet parah saat hari pasaran rabu dan Minggu tentu  kami tidak tinggal diam upaya kami  sudah melayangkan surat teguran dengan No 620/782/Pjwp VI untuk segera merelokasi/membongkar dagangannya dan bila ada bangunanya segera lakukan pengosongan.tegasnya..   


(Otong.S)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget