Articles by "Infrastruktur"


Indramayu
 Today  - Pemerintah Desa Jayawinangun, Kecamatan Kedokanbunder membangun jalan cor sepanjang 360 meter dari dana desa (DD) tahun anggaran 2022. Jalan cor ini sangat dinantikan para petani karena merupakan akses untuk menuju lokasi pesawahan.

Kuwu Jayawinangun, Mustakim mengatakan, jalan tersebut merupakan akses yang sangat vital bagi para petani karena dapat mempermudah pengangkutan sarana pertanian maupun hasil panen.

Selama ini, jalan yang bersebelahan dengan saluran irigasi tersebut hanya berupa batu dan tanah. Jika musim hujan tiba maka kondisinya sangat memprihatinkan dan menyulitkan untuk sarana mobilisasi pertanian.

“Alhamdulillah sekarang sudah kita cor dan semoga bermanfaat bagi masyarakat Desa Jayawinangun,” kata Kuwu Mustakim, Senin (4/7/2022).

Pada kesempatan itu pihaknya ingin menyampaikan terima kasih kepada Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), dan Camat Kedokanbunder yang telah banyak membantu dalam proses pembangunan tersebut.

Sementara itu Camat Kedokanbunder, Atang Suwandi mengatakan, pembangunan jalan cor ini merupakan realisasi dari dana desa untuk pembangunan fisik yang sudah ter anggarkan. Anggaran dana desa harus bisa dimanfaatkan dengan maksimal oleh pemerintah desa baik untuk pembangunan fisik maupun lainnya.

“Pembangunan fisik yang dilaksanakan oleh desa ini semoga bisa membawa manfaat bagi masyarakat desa. Kita berharap ini bisa mewujudkan Kedokanbunder Hebat menuju Indramayu Bermartabat,” kata Atang.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

 Terkait jalan yang berlubang di sepanjang Jalur Pantura, Sat Lantas Polres Indramayu melalui Unit Dikyasa yang dipimpin oleh Kanit Dikyasa IPDA I Nyoman Gargita didampingi AIPTU H. Muh. Sana Krisdiana melakukan survey langsung di jalan dan koordinasi dengan pihak Dinas PU Bina Marga. Kamis, 25/01/2018.
AIPTU H. Muh. Sana Krisdiana
Kasat Lantas Polres Indramayu melalui Kanit Dikyasa IPDA I Nyoman Gargita mengatakan bahwa kegiatan tersebut sesuai dengan perintah Kapolres Indramayu AKBP Arif Fajarudin, SIK.MH.MAP. "Kami diperintahkan Kapolres supaya jajarannya melakukan survei langsung di jalan untuk mengecek jalanan yang berlubang" Terangnya.

Nyoman menambahkan bahwa pihaknya juga sudah bekerjasama dengan dinas PU Bina Marga.
[ads-post]
"Kami juga koordinasi dengan pihak PU Bina Marga agar segera memperbaiki/tambal jalan yang berlubang, Hal itu untuk mengantisipasi terjadinya laka lantas serta terwujudnya Kamseltibcar Lantas" pungkas Nyoman.

Sumber : Humas Polres Indramayu

 MENARA POST ,Indramayu-Anggota Komisi V DPR Rİ, Yoseph Umarhadi dan kedua balai wilayah sungai, yakni Balai Besar Wilayah Sungai Citarum (BBWSC) dan Balai Besar Wilayah Sungai Cimanuk Cisanggarung (BBWSCCis), meninjau kondisi  pendangkalan yang cukup tinggi dampak sedimentasi lama hingga terjadinya tanah timbul di sepanjang pantai Sumbermas Desa İlir Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Jawa Barat, mengakibatkan tersumbatnya muara sungai Sumbermas sebagai satu - satunya akses nelayan diwilayah tersebut.

Peninjauan lokasi tersebut, sekaligus mensosialisasikan rencana normalisasi muara Sumbermas berikut pembangunan jetty, yang disambut baik puluhan nelayan setempat, Kamis (24/1/2019).

"Rencana pembuatan jetty dan sandaran perahu adalah bentuk responsipnya selaku anggota legislatif guna mengakomodir aspirasi masyarakat Desa İlir," kata Yoseph.

Menurutnya, kondisi yang terjadi saat ini, nelayan diwilayah tersebut tidak bisa menyandarkan kapal nelayannya di daerah sendiri akibat kondisi muara dangkal, sehingga harus bersandar dan membongkar ikan di tempat lain, seperti Muara Baru, Eretan dan beberapa pelabuhan nelayan lainnya, padahal potensi produksi ikan hasil tangkapan nelayan Desa İlir tersebut cukup tinggi.

"Dua hari lalu kami terima keluhan para nelayan Desa İlir dan hari ini juga  bersama Kepala BBWSC dan BBWSCCis dilakukan peninjauan sekaligus sosialisasi kepada masyarakat tentang rencana pembuatan sandaran kapal ataupun jetty," ujarnya.

Menyinggung tentang realisasi pembangunan jetty, Yoseph, mengatakan, mengingat pentingnya kebutuhan tersebut bagi para nelayan yang berkaitan dengan peningkatan kesejahteraan mereka, maka pihaknya akan mengupayakan di tahun anggaran 2019 ini bisa direalisasikan.

"Kami akan sampaikan ke Kementrian PUPR agar ditahun 2019 ini bisa direalisasikan," ungkapnya.

Kepala BBWSCCis, Bop Arthur Lambogia, mengatakan, posisi muara Sumbermas berada diperbatasan dua wilayah kerja antara BBWSC dan BBWSCCis, sehingga pada peninjauan lokasi ini dilakukan secara bersama - sama dan didapati kondisi muara tersebut sudah tertutup pasir atau sedimen sehingga perlu dilakukan normalisasi dan dilengkapi dengan break water, kemudian untuk mendorong terwujudnya keinginan masyarakat tersebut pihaknya sudah membuat desain yang disesuaikan dengan kondisi pantai muara Sumbermas.

"Untuk saat ini kami sudah menyiapkan desain yang pas untuk muara Sumbermas," terangnya.
[ads-post]
Sementara, Kepala Desa İlir, H. Rastiman yang akrab dengan sapaan H. Wahab, mengatakan, atas nama masyarakat sangat mengapresiasi respon dan upaya yang dilakukan Yoseph Umarhadi untuk meninjau langsung kondisi pantai dan muara Sumbermas, setelah sebelumnya berhasil menggiring program pembangunan bendungan karet di Sungai Perawan yang menelan anggaran hampir 60 milyar rupiah, kemudian untuk muara Sumbermas bukan hanya pemenuhan kebutuhan nelayan saja melainkan ada potensi wisata yang saat ini tengah dikembangkan yakni Pantai Panjiwa dan merupakan salah satu skala prioritas yang diajukan.

"Kami berharap ditahun anggaran 2019 ini bisa direalisasikan, guna mendongkrak peningkatan ekonomi masyarakat Desa İlir, baik dari sektor perikanan maupun pariwisata," pungkasnya

Indramayu- Eks  Pasar Daerah (PD) Jatibarang yang lokasinya didekat stasiun kereta api Jatibarang sedianya akan dibuat Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga untuk masyarakat sekitar. Rencana itu mengemuka setelah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kawasan tersebut, Senin (10/12/2018), Indramayu.

Dalam sidaknya ke eks PD Jatibarang itu, Kang Emil (sapaan akrabnya) yang didampingi Wakil Bupati Indramayu Drs. H. Supendi, M.Si. menyusuri bangunan pasar daerah yang sudah tidak berpenghuni lagi. Ridwan berjanji akan memberi bantuan sebesar Rp 15 miliar untuk menyulap eks PD Jatibarang menjadi RTH dan sarana olahraga.

“Kita akan memberikan contoh bahwa Kabupaten Indramayu dapat tertata dengan baik dan rapih, supaya orang berkunjung ke Indramayu bisa nyaman. Rencananya bekas pasar daerah Jatibarang ini akan kita bangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan sarana olahraga. Anggrannya dari APBD Provinsi,” katanya.
[ads-post]
Namun Ridwan berharap, Pemkab Indramayu melalui Dinas terkait, untuk segera meratakan bentuk bangunan pasar daerah Jatibarang setidaknya di awal tahun 2019, sehingga proses membangun RTH semakin cepat terealisasikan.
“Saya meminta kepada Wakil Bupati Indramayu untuk segera meratakan bangunan ini, agar kita juga bisa bergerak cepat membangun RTH di kawasan ini,”katanya.

Semula, Kang Emil berencana hanya akan membuat RTH di eks PD jatibarang ini. Namun begitu melihat kondisinya yang sangat luas, kurang ebih 1 hektar, secara spontanitas Kang emil tidak hanya ingin membuat RTH, tetapi juga sarana olahraga.

“Saya keliling-keliling ini tanahnya luas sekali. Saya kira bukan hanya RTH, tapi juga sarana-sarana lainnya dapat digunakan di areal ini,” ujar Emil.
 ( Otong S )

Indramayu- Bertempat di Aula Bappeda kabupaten Indramayu berlangsung pertemuan antara masyarakat penyangga pinggiran hutan  yang tergabung didalam tim Advokasi 10 000 masyarakat paguyuban Dharma Ayu (PDA) dan Forum Komunikasi Masyarakat Indramayu Selatan (F Kamis),Atas permasalahan HGU No 2 a.n PT PG Rajawali II seluas kurang lebih 6.250 Ha  dengan jajaran direksi PT PG Rajawali.

Tampak hadir Wakil Bupati Indramayu Supendi,Ketua Bappeda Maman Kostaman,Irjen Pol Widiyanto dari ketua Saber Pungli Mabes Polri,Jajaran direksi BUMN  PG Rajawali,dan sejumlah pejabat lainya,suasana pertemuan mendadak memanas.Karena masyarakat sudah semakin tak sabar menunggu jawaban dari pejabat terkait.

Dalam penyampaian dan usulan dari perwakilan F Kamis,masyarakat penyangga hutan,Dan mantan Kuwu Desa Amis Kecamatan Cikedung Taryadi,dengan lantang menyuarakan bahwa masyarakat penyangga kawasan hutan tidak mau disebut penyerobot lahan kawasan hutan.

Taryadi selaku pendiri F-KAMIS Pada saat mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya di aula Bappeda,"sebab sejak jaman kakek buyut saya,sudah ratusan tahun ikut menjaga  kawasan hutan.dan menjaga kelestarian kawasan hutan  itu bukan hanya omong saja,bisa dibuktikan dengan data serta Bukti.jadi kalau masyarakat pinggiran kawasan hutan,jelas kami ulangi.tidak mau tak terima dikatakan penyerobot lahan kawasan hutan."ucapnya di sambut gemuruh tepuk tangan dari masyarakat.
[ads-post]
Masih pada tempat yang sama Taryadi melanjutkan,"kami tidak akan pernah cape untuk memperjuangkan lahan seluas kurang lebih 6,250 Ha ditanami pohon tebu,kalau pemerintah mau mengembalikan. membikin kawasan hutan,dengan senang hati  masyarakat penyangga hutan akan dengan sadar turut membantu menjaga kawasan hutan dan melindungi ekosistem di dalamnya."

Sementara itu Coki TN.Sinambela ,SH MM dan H.Y.Husen Ibrahim, SH Advokat dan Kuasa  hukum Paguyuban Dharma Ayu dan F Kamis menguraikan Kronologis singkat tentang perseteruan antara PG Rajawali dengan masyarakat penyangga,"Perlu di garis bawahi PG Rajawali telah ingkar janji,wanprestasi atas perjanjian yang telah di buat untuk merealisasikan tanah pengganti.Sesuai waktu yang telah ditentukan,Yaitu terakhir pada tanggal 30 Desember 2014.dengan ingkar janji tentu hal ini memicu kemarahan masyarakat penyangga kawasan hutan, kami sebagai pengacara tentu meminta perlindungan hukum dan keadilan.untuk dapat memberikan perlindungan hukum terhadap masyarakat Indramayu yang tinggal di desa desa sekitar perkebunan tebu.untuk dapat bertani dan berkebun seperti semula sebagai masyarakat penyangga perkebunan."Terangnya

Di sisi lain Irjen Pol  Widiyanto Tim saber Pungli dari Mabes POLRI setelah mendengarkan keluhan masyarakat dan jawaban pejabat menguraikan permasalahan,semua yang bermasalah dituntut kesabaran untuk mencari solusinya.agar semua permasalahan bisa di atasi sebaik mungkin,dari respon kedua belah pihak.dari PG Rajawali tidak tinggal diam mencari lahan pengganti,sedang masyarakat penyangga hutan juga mendesak penjelasan kawasan hutan.
(Otong.S)

Indramayu- Relokasi Pasar Daerah Jatibarang dari pasar lama ketempat yang baru Desa Bulak,masih menyimpan permasalahan.mulai pemasangan listrik untuk pedagang,sampai dengan retribusi parkir dengan menggunakan E parkir.semuanya menjadi bahan omongan di tengah masyarakat,pasalnya kepuasan pedagang dan pembeli merasakan ada beban biaya tambahan untuk parkir kendaraanya sebesar Rp 3.000.

Ketika permasalahan ini Di Konfirmasikan langsung dengan kepala  Disperindag Kabupaten Indramayu Trisna Hendarin diruang kerjanya,dengan penuh kesabaran menjawab semua pertanyaan yang di ajukan awak media " persoalan listrik dan biaya parkir kendaraan semuanya sudah dipikirkan secara matang,baik buruknya sudah dikaji.memang hal parkir menggunakan elektronik masih baru,dan Pasar Daerah Jatibarang menjadi awal perencanaan.tentu kalau berhasil,semua pasar Daerah yang ada di Indramayu menggunakan E parkir,harapan kami jelas kedisiplinan masyarakat dan kebiasaan harus di jalankan.agar semua kemajuan untuk masyarakat itu sendiri dengan Retribusi parkir naik,Akan berdampak penerimaan Pendapatan Asli Daerah secara otomatis,akan menerima kenaikan juga.

Adapun mengenai pemasangan listrik PLN kami tidak menemukan permasalahan yang berarti,artinya dari pemutusan boks listrik sampai mendekati ketitik pemasangan instalasi berjalan apa adanya,tidak terlihat rekayasa pemasangan.maupun segala terkait permasalahan mengenai biaya yang dibebankan pedagang,hal itu wajar karena untuk kepentingan pedagang itu juga.
[ads-post]
Masih menurut Trisna bagaimana sulitnya pedagang malam di jalan mayor sangun Jatibarang sebelum Pasar Daerah Jatibarang jadi,dan sudah diresmikan oleh Bupati Indramayu.untuk mengajak pindah ke lokasi pasar baru," jauh hari kami menggaungkan serta sosialisasi tanpa henti,pada saatnya pedagang itu sendiri membongkar lapaknya.Penertiban pedagang juga tidak menemukan kendala berarti,justru kami terbantu dengan penuh kesadaran lapak pedagang di bongkar sendiri oleh pemiliknya.semuanya bersinergi Muspika kecamatan Jatibarang juga tampak terlihat turun langsung menertibkan ".Jelasnya

Sementara itu Ketua LSM Peduli Aspirasi rakyat Dartim memberi Apresiasi atas penertiban pedagang yang berjalan kondusif,"sebab biasanya penertiban pedagang akan diwarnai dengan adu mulut,disini sangat terlihat secara nyata.semuanya bertanggung jawab dan pedagang juga menyadari atas kesalahan tempat berjualan di bahu jalan,makanya penertiban berjalan damai."Tegasnya
(Otong.S)

Indramayu- Pelaksanaan pembangunan rumah tidak layak huni milik Tarmi blok Karanganyar RW 02 /RT 17 Jatibarang,Kabupaten Indramayu mendapat respon baik  dari warga setempat.pasalnya warga menilai pembangunan rumah ini sudah tidak bisa di tunda lagi atau menunggu  pembangunan dari pemerintah.

Di samping tanahnya bermasalah,juga peruntukan pembangunan dana Rutilahu harus memenuhi  syarat dan ketentuan,akhirnya Kuwu  dan RW 02 beserta masyarakat sekitar mengambil jalan tengah.membangun dengan swadaya murni,bentuk kepedulian masyarakat sekitar,disertai ajakan Kuwu untuk membantu warga yang masih memiliki rumah yang sudah tidak layak di tempati atau kondisi rumah sudah rusak parah.

Berbagai elemen masyarakat Jatibarang akhirnya peduli untuk membantu,dengan cara gotong royong.ada yang bantu semen,kayu,pasir,bata,begitu juga  KORAMIL Jatibarang yang di pimpin komandanya.Terjun langsung  turut larut dalam pembuatan dan membangun rumah jompo dan anak yatim, yang  kondisi  rumahnya sudah sangat parah  dan tidak bisa ditempati.

Begitu juga dengan warga sekitar, semuanya sangat peduli tergerak aktif bersama sama membangun.tentu hal ini tidak terlepas peran Kuwu," kalau Kuwunya masa bodoh,sampai kapanpun tidak akan adanya perubahan.saya secara pribadi sebagai RW 02 memberikan Apresiasi atas langkah kerja nyata dengan pembuktian bukan hanya ucap dan janji janji." Ujar Taufik
[ads-post]
Hal yang sama juga disampaikan jimong pemuda tanggung warga sekitar menilai,"sejak dulu sepeninggalnya elang,kondisi Rumah ini sangat tidak terurus.padahal sepengetahuan saya almarhum elang bekerja di Desa,tapi kenapa Kuwu terdahulu tidak ada yang peduli.

Minimal memperbaiki rumah,itu malah dibiarkan begitu saja.tanpa ada Rembugan dengan warga,bagaimana mana caranya bisa diperbaiki rumah milik Almarhum elang Tarmi.Justru Kuwu baru Agus Darmawan sangatlah peduli,dibuktikan dengan kerja nyata dan menggerakkan warga sekitar untuk berpartisipasi aktif membantu ikut membangun rumah tidak layak huni milik Tarmi janda tua (68)."Terangnya

Sementara itu ketua LSM peduli Aspirasi Rakyat Dartim Fikri memberikan semangat kepada Kuwu baru,agar apa yang menjadi target pembangunan Rumah Tidak layak huni tercapai.begitu pula pelaksanaan pembangunan Rumah masyarakat berpenghasilan Rendah yang tidak masuk kriteria Rutilahu agar terbantu secara maksimal,sebab persoalan seperti ini banyak ditemukan pada Desa. selain desa Jatibarang tapi semuanya jatuh pada Kuwu itu sendiri,sedang Kuwu Desa Jatibarang sangat peduli akan hal seperti ini dengan swadaya murni masyarakat.makanya terwujudlah pembangunan rumah sangat tidak layak menjadi layak huni" .Tuturnya
(Otong.S)

Indramayu- Penertiban pedagang lemprakan di jalan Mayor Dasuki Kecamatan Jatibarang Kabupaten Indramayu,tidak menemui kendala yang berarti.sebab jauh hari rencana penertiban dan Relokasi pedagang sudah di siapkan.untuk penempatan,tertibnya pembongkaran lapak pedagang menjadi tolak ukur.

kenapa pedagang tidak mengadakan perlawanan,ini disebabkan sebelum penertiban, sosialisasi dari kepala Pasar sering di lakukan  untuk segera menempati lokasi ke pasar baru Bulak.karena sering  di sosialisasikan pedagang tidak kaget dengan batas waktu pengosongan lampak jualan,apalagi saat penertiban semua unsur Muspika berada di lokasi penertiban.hasilnya kesadaran para pedagang membongkar lapaknya sendiri bahkan turut serta membantu pembongkaran.

Seperti dikatakan pedagang emas cinta damai Sulton (54),"saya sudah merasakan sendiri selama 15 tahun tak ada pembeli maupun menjual emas,usaha saya hidup segan mati tak mau.semuanya jatuh pada titik nol,salah satu penyebab tidak lakunya toko saya,Karena tertutup oleh lapak Pedagang yang menutupi toko tempat saya berjualan.

Tentu kami sangat mendukung sekali  penertiban semua pedagang jalan Mayor Dasuki,bangun harapan saya.kembalikan fungsi jalan utama ini,akses jalan menuju stasiun kereta Api Jatibarang bisa langsung.tidak harus memutar dulu,kemacetan juga saya jamin bisa terurai."ungkapnya

Senada juga disampaikan warga RW 05 Jatibarang Karto (48),"jelas kami sangat berharap dan mendukung sekali adanya penertiban pedagang lemprakan  Jatibarang,memang kota saya  sudah tidak layak adanya pedagang lemprakan.Jatibarang terkesan kumuh,  dengan adanya perubahan,luruskan niat.Jatibarang akan jauh berbeda dengan sebelumnya,kami sangat berharap sekali.kembalikan kejayaan Jatibarang seperti dulu,biarpun pasar Daerah berpindah tapi Jatibarang masih banyak sekali potensi kearah kemajuan."tegasnya

Sementara itu mewakili MUSPIKA kepala Pasar Daerah Jatibarang Caswanto menjelaskan dengan gamblang,"tentunya sebelum diadakan penertiban pedagang lemprakan,jauh hari  kami berikan masukan dan sosialisasi mengenai Relokasi pedagang.serta penempatan.makanya penertiban ini berjalan sangat tertib bahkan kami juga dibantu oleh pedagang itu sendiri untuk membongkar tempatnya."terangnya
(Otong.S)

Indramayu(05/11/2018)- "Tangis pagi di kala kehidupan baru muncul,aku masih  berkutat dalam kesedihan.dua orang anak hasil perkawinan dengan  almarhum,dan seorang ibu sudah renta menjadi bagian dalam kehidupanku sehari hari.sepeninggal  bapak elang memberikan harta yang tak ternilai dua anak dan satu ibu sudah  renta.   
     
      Rumahku istanaku,aku sematkan karena harta inilah aku bertahan.senyum anak anaku dan ibu menjadi pemicu semangat dalam mengarungi kehidupan, yang semakin keras.tak ada bahasa istirahat selama masih bisa dikerjakan,aku lakukan demi kebutuhan hidup untuk makan,yang penting jangan ada tangis anak anaku.

         rumahku butuh perbaikan,menahan derasnya hujan.rumah ini di jamin ambruk,karena kayu penyangga atap sudah keropos di makan usia dan tak kuat menahan berat air.mungkin tangis lagi yang akan bercucuran,aku sangat berharap ada tangan tangan  mulia menyentuh rumahku.upaya sering aku  lakukan baik permintaan ke Pemerintah Desa,semuanya sia sia.bahkan tak pernah di gubris permohonan permintaan bantuanku.hadirnya Pemerintah untuk memberikan semangat hidup saja, tak pernah aku dengar.jangankan menengok,menginjakan kakinya saja dan melihat kenyataan sebenarnya sama sekali tak pernah."Keluh Tursinih

      Masih menurutnya,"ada kebahagiaan ada harapan,semakin bergairah jalan hidupku,tak disangka Kuwu Desa Jatibarang Agus Darmawan menginjakan kakinya,bahkan masuk kerumahku menatap tajam.Perubahan Pemerintah Desa memang nyata,dengan hadirnya Kuwu kita.yang ikut merasakan Penderitaan masyarakatnya,memberi Harapan kehidupan yang penat menjadi terasa segar kembali,begitu melihat Kuwu meninjau rumahku.warga  bangga kepada Kuwu baru rela melihat rumah rumah kumuh seperti rumahku.(Otong.S)

Di tempat yang berbeda Agus Darmawan Kuwu Jatibarang,"kami sudah merencanakan untuk merehab rumah ibu Tursini,Dengan dana murni swadaya masyarakat kita.karena rumah yang ia tempati sekarang,memang perlu bantuan untuk di perbaiki.jika kita melihat penghasilannya.tampa bantuan Dermawan mungkin ia akan sulit untuk memperbaikinya sendiri."Jelasnya

Sementara itu Taufik ketua RW 02 Blok Karang anyar Jatibarang membenarkan jika Agus Darmawan Kuwu Jatibarang,Melihat langsung keadaan rumah ibu Tursinih yang kondisinya sangat memprihatinkan,Dan akan memperbaikinya dengan dana dari swadaya masyarakat murni.

Indramayu,Jumat(02/11/2018)-Macet parah menghinggapi jalan utama Jatibarang Indramayu,setiap ada pasaran,di hari Rabu dan Minggu.karena adanya aktifitas jualan kain,di perparah lagi dengan tumpukan material bangunan Pasir di bahu jalan.terkesan di sengaja oleh pemiliknya,lantaran material pasir sudah lama menumpuk di bahu jalan,samping Bank BNI 46 Jatibarang Indramayu.Berdampak macet menjadi langganan setiap hari ketika ada pasaran.Disisi lain,pedagang juga menggunakan bahu jalan,untuk membuka lapak jualan mereka.

Masyarakat sudah banyak yang mengeluh,Dengan adanya tumpukan pasir di bahu jalan.Dan para pedagang berjualan di bahu jalan,Di tambah penegakan UU Lalu Lintas masih belum bisa di terapkan secara maksimal karena masyarakat kurang memahaminya,maka tidak heran setiap hari pasaran rabu dan minggu,Jalan utama Jatibarang menjadi macet,karena adanya penyempitan jalan .

Seperti dikatakan oleh salah satu warga Blok buyut Semar RW 03 Mujiono,"undang undang lalu lintas dan larangan penggunaan  jalan,untuk aktifitas jualan.saya rasa sudah sangat jelas,sebab jalan utama Jatibarang bukan untuk tempat berjualan,tapi nyatanya para pedagang pasar kain sudah merangsek berjualan sampai ke bahu jalan."Jelasnya

Dari hasil penelusuran media Online menara Post,Di temukan banyak permasalahan muncul.akibat bahu jalan di sesaki para pedagang yang menggelar dagangannya di bahu jalan.belum lagi penarik becak,dengan tenangnya memarkirkan kendaraan di tengah jalan.Penyempitan jalan sudah tak bisa di hindari,Di tambah tumpukan material Pasir di badan jalan.juga ikut mempersempit jalan.

Padahal Relokasi pasar Jatibarang sudah terlaksana dengan baik,masyarakat pengguna jalan sangat menantikan pasar tumpah atau pasar sandang Jatibarang terbebas dari macet.satu langkah Pemerintah Daerah  harus bisa mengambill sikap benahi pasar tumpah,kalau perlu Relokasi pasar sandang.

Sementara itu ketua Lembaga investigasi Negara Supa,angkat bicara terkait permasalahan macet di pasar tumpah sandang Jatibarang Indramayu,"Ini akibat dari pembiaran  pemerintah kecamatan,kalau sudah Demikian.tentu banyak pihak yang harus bergerak,untuk menertibkan Suasana pasar tumpah yang sudah tidak bisa dikendalikan.kami mendesak Pemerintah Daerah segera laksanakan penertiban,agar suasana nyaman Desa Jatibarang terwujud.karena Jatibarang nyaman semua desa pendukung tentu akan nyaman pula."
(Otong.S)  

Indramayu(1/11/2018),Pelaksanaan pekerjaan pembangunan gedung dan fasilitas perpustakaan, pada  Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Widasari Kabupaten Indramayu.dengan menelan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK ) sebesar Rp 290 000 000.mendapat respon baik dari Orang tua/wali murid,pasalnya gedung Sekolah dipinggir jalan utama kondisinya sudah kelewat dan terkesan kumuh.dengan perombakan gedung menjadi dua lantai,seakan tumbuh kembali rasa memiliki,serta fungsi sekolah sebagai menuntut Ilmu.disisi lain  kebanggaan bersekolah di SMP Negeri 1 Widasari seakan muncul kembali pada siswa siswi sekolah itu.

Seperti di katakan salah satu orang tua wali murid Bakar(48)  blok cilengkong,Desa Bangkaloa Ilir.mengatakan,"setidaknya  siswa didik pada sekolah tersebut,sudah berlomba mengikuti mata pelajaran yang diajarkan.terlihat sekali gairah belajar dan minatnya dalam mengikuti jadwal Mata pelajaran di sekolah,dan mau belajar dengan baik.kalau saya lihat di pagi hari,siswa siswi pada SMP negeri 1 Widasari semuanya tampak bergairah untuk cepat sampai ke sekolah."

Hal senada juga disampaikan oleh Sukarya,warga Blok Kuburan Desa Bangkaloa Ilir,"Pembangunan gedung perpustakaan pada sekolah itu,menunjukan akan kemauan kepala Sekolah untuk memajukan sekolah tersebut cukup maksimal.karena secara tidak langsung sekolah itu seringkali dilewati para pejabat,Posisi Sekolah itu sangat strategis di pinggir jalan utama menuju bandara Kertajati.kami akui baru kali ini  siswa siswi didik pada sekolah itu mempunyai rasa bangga bersekolah."jelasnya

Sementara itu kepala sekolah SMP negeri 1Widasri Drs H Darkim,"pelaksanaan pembangunan gedung perpustakaan dan fasilitasnnya memang belum selesai.tinggal menunggu bagian atapnya.kami juga sedang berfikir banyak tentang kemajuan sekolah,pekerjaan halaman sekolah,yang masih di bawah saluran.pengen kami dan rekan guru,halaman depan pintu masuk sekolah di bikin betonisasi (Rigid Pavement ).agar tidak cepat rusak,kesannya malah indah,di samping gedung sekolah ada pohon Rindang yang bisa mengayomi siswa-siswi yang sedang istirahat."tuturnya.
(Otong .s)

Keberadaan tiang Pancang Iklan di blok Prapatan Desa Lobener,Kecamatan Jatibarang,kabupaten Indramayu.Ruas jalan pekandangan-Jatibarang,keberadaan tiang pancang itu sangat membahayakan pengguna jalan,sebab posisinya sangat menjorok ke jalan.belum lagi ada putaran jalan terlalu dekat dengan arah masuk ke jalan poros Desa.Maka keberadaan tiang pancang iklan itu semakin membahayakan pengguna jalan tersebut.

Seperti dikatakan masyarakat desa Malang semirang Jaenudin,"kalau membahayakan pengguna jalan sebaiknya di cabut saja,karena tidak ada manfaatnya buat masyarakat.Malah berdampak seringnya terjadi kecelakaan,seperti hari Kamis kemarin.anak muda menabrak gerobak Baso,untungnya tidak ada korban hanya terkilir kakinya.begitu Juga dengan penjual Bakso,gerobaknya penyok di  bagian depan . kalau kita lihat  manfaatnya tidak ada sama sekali.kalau  untuk Iklan memang tepat,bisa di baca pengguna jalan.namun resiko bahaya kecelakaan sangat tinggi.kami menghimbau perencanaan pelaksanaan pekerjaan jalan harus juga di hitung, tentang resiko tak terlihat.seperti tiang pancang Iklan yang menjorok ke jalan.sebab ada pelebaran jalan,ya tiang pancang Iklan tadinya jauh dari jalan.setelah pelebaran semakin menjorok ke jalan.untuk itu kami  sangat berharap sekali UPTD Bina Marga PR Wilayah VI Propinsi Jawa Barat,segera mencabut tiang Pancang yang sangat membahayakan".Terangnya
[ads-post]
Senada juga disampaikan oleh masyarakat Desa Lobener,Karpan."Sebaiknya Pemerintah Propinsi mendengar dan membuktikan kebenarannya,meninjau langsung kalau di rasa benar.segera lakukan pelaksanaan untuk mencabut tiang pancang Iklan di Blok Prapatan Desa Lobener,Kecamatan Jatibarang yang sangat menggangu pengguna jalan dan membahayakan pengguna jalan".

Sementara itu Ketua Lembaga investigasi Negara,Supa mengatakan."ini akibat dari perencanaan yang terkesan terburu-buru,untuk mengejar target,begitu juga dengan pemborong pekerjaan Ruas jalan Pekandangan-Jatibarang.tidak memikirkan dampak dari pelaksanaan pelebaran jalan.tentu ada sesuatu yang mendekat ke arah jalan.seperti Tiang Pancang Iklan yang keberadaannya menjorok ke jalan.untuk itu kami minta kepada UPTD Bina Marga PR Wilayah VI Cirebon,Propinsi Jawa barat.segera perbaiki atau mencabut tiang Pancang itu".Tegasnya

(Otong.S)

Proyek pengaspalan (Hotmix) dikawasan Sport Centre (SC) Jl. Olahraga Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu Jawa Barat,Telah selesai dikerjakan. Pasalnya selain kawasan tempat berolahraga juga sebagai tempat hiburan bermain dan sirkuit, ajang lomba balap sepeda motor, terkadang dipergunakan sebagai tempat perlombaan lainya.

Pekerjaan Pengaspalan (Hotmix), yang dilaksanakan oleh PT. Kusuma Group Direktur Pra Persada, SE, kini sudah finishing atau selesai dikerjakan sesuai waktu yang telah ditentukan dan ditetapkan oleh pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Indramayu,

Akhong selaku pelaksana lapangan menuturkan, untuk penataan pekerjaan Sport Senter (SC) ini menelan anggaran kurang lebih 6 M, dengan panjang jalan yang dikerjakan mencapai keseluruhannya 17.000 meter.

Sedangkan untuk bahan hotmix saya pesan dari Kabupaten Karawang, yang mutunya standar kwalitas terbaik sehingga pekerjaan hotmix yang digelar terlihat cantik dan tidak mudah rusak, apa lagi ketebalanya sesuai harapan saya dan warga mudah-mudahan disaat turunnya hujan tidak mudah retak dan rusak. ungkapnya Senin (08/10/2018).

Akhong menambahkan, proyek yang sudah selesai tersebut seharusnya rampung pada 8 Oktober 2018. “Namun kini sudah selesai sebelum waktu yang disediakan artinya mencapai target, sekaligus sudah bisa untuk dijadikan acara panggung gembira seperti yang digelar dalam Rangkaian Hari Jadi, Kabupaten Indramayu kemaren,” ungkapnya, Senin (08/10/2018)
[ads-post]
Kepala Bidang Tata Ruang Yudi Suswanto, ST mengatakan, proyek yang telah dikerjakan oleh PT. Kusuma Grup tersebut sudah sesuai yang ada di Rancangan Anggaran Belanja (RAB). “Dengan pelaksanaannya sudah cukup baik dan sebelum batas waktunya pekerjaan sudah selesai dikerjakan sehingga sudah bisa dinikmati masyarakat Indramayu,” paparnya.

Ditempat terpisah Andi Dray salah satu pembalap motor Indramayu merespon positif adanya proyek pengaspalan (Hotmix) di Sport Senter (SC). Karena menurutnya dengan digelarnya proyek pengaspalan di Sepot Senter ini tujuannya untuk kemajuan masyarakat Indramayu dan masa depan regenerasi. “Sarana olahraga lengkap diharapkan dapat menunjang prestasi atlet berbagai cabang di Kabupaten Indramayu,” tuturnya
(Redaksi)

Pelaksanaan Pembangunan Underpass jembatan Kereta Api Jatibarang pada Ruas jalan Pekandangan Jatibarang dipertanyakan Sejumlah kalangan, pasalnya pelaksanaan kegiatan pekerjaan sampai dengan bulan Oktober 2018 pembangunan tersebut belum terlihat ada kegiatannya sama sekali.terpampang dalam papan Proyek  yang telah terpasang sangat jelas dengan No Kontrak 622/383.01, Tanggal SPMK 25 Mei 2018,dengan Anggaran Rp.4.138.177.656, Pelaksana Pembangunan PT Aditya karya Utama .

Seperti Dikatakan oleh ketua Lembaga investigasi Negara DPD Indramayu supa, "kalau Sekiranya pelaksanaan pekerjaan masih ditunda,sebaiknya jangan dipasang dulu Papan Proyek Pelaksanaan, masyarakat menjadi bingung.tentu Kami mempertanyakan perencanaan yang sudah dilakukan kok  masih menyimpang dari ketentuan yang sudah di umumkan.  masyarakat jadi Bingung mau berbuat membangun takut kena pelebaran, Apalagi Pelaksana Pekerjaan dari Pemenang dalam hal ini pelaksanaan kegiatan adalah PT Aditya Karya Utama".

Hal yang sama Juga disampaikan oleh Budi Tokoh Masyarakat mempertanyakan pelaksana pekerjaan Pembangunan Jembatan Under pass,"Kereta api pekerjaanya masih ditunda,seharusnya Pihak Pemerintah tentu UPTD Wilayah VI Bina marga PR Cirebon memasang kembali,Papan Proyek Penundaan jadwal pekerjaan.bukan didiamkan begitu saja,sebab banyak yang tahu persis tata cara kegiatan pelaksanaan kegiatan. sekali lagi Kami mendesak kepada UPTD PR Wilayah VI Cirebon pola lama sudah tinggalkan".
[ads-post]
Sementara itu UPTD Bina Marga Wilayah VI Cirebon saat dihubungi terkait penundaan pelaksanaan pembangunan  Jembatan Kereta api Underpass sangat di sayangkan HP nya Mati tidak Aktif.   (Otong S)


Indramayu- Pembangunan TPT Desa Sukasari Kecamatan Arahan Kabupaten Indramayu banyak menuai kritik dari masyarakat desa setempat. Kegiatan yang bersumber dari Bantuan Provinsi (Banprov) Tahun 2018 itu dianggap asal jadi dan mengabaikan prosedur yang ditentukan. 

Hal tersebut diungkapkan tokoh pemuda  masyarakat setempat Rudi (26) kepada menarapost  saat ditemui di lokasi pekerjaan. Menurut Rudi pembangunan tembok penyangga Tanah (TPT) tersebut kondisinya sangat kurang baik dan jauh dari harapan dibanding melihat anggaran yang begitu besar sementara pembangunanya terkesan asal berdiri  dan selesai.

" Tidak tahu kenapa pembangunannya seperti terkesan asal jadi, Penggunaan material pasir yang mengandung lumpur sangat disayangkan, tidak adanya galian  dalam pemasangan batu pondasi juga seperti disengaja, kekhawatiran saya sebagai masyarakat dalam hal demikian bukan tanpa alasan , Khawatir tidak awet dan ambruk tidak tahan lama " Rudi menjelaskan.

Rudi melanjutkan pelaksanaan kegiatan pembangunan tersebut dianggapnya liar, karena dilaksanakan oleh orang yang bukan tupoksinya. Karena yang melaksanakanya bukan orang yang ditunjuk sebagai Pelaksana kegiatan.

" Semua pembangunan di sini yang menghandle Kuwu, sementara pelaksanaan kegiatan yang ditunjuk tidak ada wujudnya " terang Rudi.
Sementara itu warga lain yang tidak mau disebutkan namanya , mempertanyakan perencanaan proyek tersebut terkait tidak adanya penggalian untuk pondasi. Warga menilainya bangunan TPT tanpa galian tidak akan bertahan lama terutama saat musim hujan tiba.  Praktek semacam dianggapnya hanya  akal – akalan oknum – oknum tertentu untuk meraup keuntungan demi meperkaya diri sendiri maupun kelompok tertentu.
[ads-post]
“Sekarang pembangunannya masih berjalan.Saya dan warga masyarakat Desa Sukasari berharap agar dinas terkait turun langsung kelapangan untuk melihat kondisi proyek bantuan Provinsi tersebut. Kalau terindikasi ada penyimpangan seperti yang kami temukan maka harus diproses sesuai hukum,” harapnya. Lanjut pria ini menambahkan.
Dengan adanya partisipasi masyarakat dalam pengawasan anggaran  , supaya  dalam prakteknya dapat dikelola secara tertib, efektif, efisien dan taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan.(Guntur)

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget