Articles by "Bisnis"


Indramayu
 Today  Pemerintah kabupaten Indramayu melalui Satpol PP telah melakukan penyegelan terhadap kafe Hopespace yang terletak di Jl. Soekarno Hatta, Kec. Indramayu, Kab. Indramayu yang diduga tidak memiliki izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Jumat, 8/7/2022.

Teguh Budiarto Kasat Pol PP Indramayu menuturkan, Penyegelan itu dilakukan karena bangunan tersebut dokumen PPG belum diselesaikan, dia berharap dalam waktu dekat izin PPG dapat diselesaikan.

"Beberapa waktu lalu sudah kita cek tentang perizinan tersebut, yaitu pada PBG, namun sekarang sedang dalam proses, mudah-mudahan minggu ini selesai," Katanya usai melakukan penyegelan.

Teguh mengimbau, bagi para investor agar mau berinvestasi di Indramayu, selain itu disegelnya kafe Hopespace bisa dijadikan contoh agar mengikuti tata tertib dalam hal perizinan.

Sementara dalam kesempatan yang sama, Sumitro yang merupakan salah satu Owner kafe Hopespace menuturkan, pihaknya telah menerima sanksi dari pemkab Indramayu, namun kata dia, pihak management kafe akan menempuh jalur yang sudah diarahkan.

"Kita sedang melakukan proses perizinan," Katanya.

Dia menambahkan, setelah disegelnya kafe tersebut, akibatnya sebanyak 40 karyawan diliburkan sementara sampai proses perizinan selesai.

"Kita tetap hitung, karena mereka kan digaji, karena kesalahan bukan dari karyawan tetapi dari pihak management sendiri," Tuturnya.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet



Indramayu Today  Tangan dingin Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar dalam memimpin Kabupaten Indramayu sudah terbukti. Upayanya selalu menghasilkan suatu capaian dalam upaya perubahan kepada masyarakat. Meski bertahap, tetapi nyata dan hasilnya dirasakan oleh masyarakat langsung.

Salah satunya adalah program Budidaya Ikan Dalam Ember (Budikdamber) Lele ini yang didengarnya hanya sepele tetapi memiliki manfaat dan tujuan yang luar biasa. Tujuannya tidak lain adalah untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi keluarga.

Program Budikamber Lele ini serentak diimplementasikan di sejumlah kecamatan di Bumi Wiralodra. Selanjutnya dikembangkan dan dikelola oleh Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK). Alhasil, tidak sedikit yang sudah melakukan masa panen dan hasilnya dibagikan untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Dikatakan Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan (Diskanla) Kabupaten Indramayu Edi Umaedi, program

Budikdamber di Indramayu merupakan Program Ibu Bupati dalam rangka pemberdayaan masyarakat desa, sehingga bisa memiliki penghasilan secara mandiri.

“Memilih Budikdamber sebagai upaya ketahanan pangan dan gizi masyarakat karena dapat dilakukan oleh seluruh keluarga di lahan yang tidak perlu luas atau memanfaatkan ruang halaman pekarangan rumah yang ada,” katanya.

Menurutnya, pengembangan program Budikdamber Lele ini bisa dikombinasikan dengan berbagai tanaman yang bisa dikonsumsi seperti kangkung, sawi dan lainnya. Harapannya adalah kebutuhan harian masyarakat paling tidak untuk keluarga dapat terbantu dari kegiatan yang bermanfaat tersebut.

Selain itu, dengan program Budikdamber Lele ini, masyarakat memperoleh pemenuhan gizi keluarga termasuk adanya Omega 3. Ikan lele bisa dikonsumsi untuk balita agar bisa terhindar dari stunting (Red: kondisi gagal tumbuh pada balita).

“Untuk pemenuhan gizi Omega 3 agar anak-anak kita terhindar dari stunting, tidak mesti ikan impor karena ikan lele juga terdapat Omega 3. Inilah dengan program Budikdamber masyarakat bisa memperoleh kebutuhan gizi bagi anak-anaknya dengan mudah,” tambahnya.

Diterangkan Edi, secara garis besar potensi perikanan dan kelautan di Kota Mangga dalam kurun waktu satu tahun kepemimpinan Bupati Nina Agustina mengalami peningkatan. Salah satunya dari sektor produksi perikanan budidaya.

“Produksi perikanan budidaya di tahun 2021 sebesar 351.532,31 ton, meningkat sebesar 7,49% dibandingkan dengan produksi di tahun 2020 sebesar 327.045,99 ton dan berkontribusi 26,57% dari total produksi perikanan budidaya Provinsi Jawa Barat,” terangnya. 

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.

Bambu sangat akrab dengan Bangsa Indonesia. Selain memiliki fungsi dan manfaat yang baik, bambu juga digunakan suku bangsa di Nusantara sebagai bahan bangunan, transportasi, kuliner, pengobatan, peralatan rumah tangga, hingga alat musik. Namun, mengapa bambu masih dianggap sebagai tanaman tidak memiliki nilai ekonomi yang tinggi?
Sebuah kios penjual anyaman dari bambu/foto by jono KP Lensa Indramayu
Dilansir dari Lensa Indramayu, Jono kp , jurnalis yang sudah memulai ekspedisinya di Rambatan kulon blok Ningkong Lohbener Indramayu kamis 17/5/18.

 “Dalam perjalanan seorang pengrajin bambu di Indramayu yang berhasil ditemui oleh wartawan Lensa Indramayu beberapa waktu  lalu, seorang pengrajin bambu mengisahkan hampir sebagian besar masyarakat di Indramayu memanfaatkan bambu. Tapi hanya digunakan untuk pagar atau kebutuhan alat dapur,”

Para pengrajin bambu di Ningkong Rambatan kulon yang menggantungkan karya tangannya  sebagai mata pencaharian utama.

Selain mengelola bambu untuk barang rumah tangga seperti anyaman besek, kukusan, nampan dan seser, juga melakukan berbagai eksplorasi pembaharuan bambu desain dan modelnya berdasarkan kebutuhan “Eksplorasi ini penting, sebab beberapa teman yang tertarik dengan bambu ada yang mampu membuatnya menjadi karya yang sedap dipandang dan bernilai ekonomis yang tinggi
Beberapa karya seni rupa kontemporer juga sangat menarik ketika mengeksplorasi bambu.

Misalnya, beberapa karya seni rupa di objek wisata seperti di Ekowisata mangrove Kedung cowet, Situ Bolang Jatisura  yang jondol (Ranggon ) nya memakai bahan baku pembangunan dari bambu.

Nuraeni (39 tahun) salah satu pengrajin anyaman bambu mengungkapkan betapa besar perubahan yang dirasakannya, berbeda dengan beberapa tahun silam. “Kondisi sekarang ini berbeda” kata Nuraeni.
[ads-pos]
Nuraeni menjelaskan bahwa bahan baku dari bambu sudah terbilang mahal, “Bambu sudah menjadi bahan baku mahal, dan dominasi peralatan berbahan baku plastik yang terus menggerus minat pasar terhadap kerajinan bambu, pada akhirnya tetap saja apa yang saya ciptakan nilainya tidak sebanding dan terlalu rendah ketika kami jual.” Jelasnya.

Dia berharap pemerintah ikut membantu kepada para pengrajin bambu khususnya di daerah Indramayu.
“Pemerintah seharusnya mengembangkan industri perkayuan berbasis bambu. Sebab, selain memiliki fungsi ekologi yang baik, bambu juga sebagai sumber kayu yang berkelanjutan, Harapan saya  peran pemerintah sekarang ikut memasarkan dan mendongkrak apa yang kami hasilkan supaya bernilai rupiah tinggi, sebab sekarang kami bergantung ke tengkulak dan dihargai relatif kecil" Ujar Ibu tiga anak yang sering di panggil Nur ini.

Hal senada juga diungkapkan Tarsid (42) mengungkapkan, pasaran kerajinan bambu di Indramayu sepi peminatnya jauh lebih rendah dibandingkan di daerah lain seperti di sunda atau luar negeri.

"Mungkin harganya yang jauh lebih mahal dibandingkan berbahan baku kaca atau kayu, sementara dalam kehidupan sehari-hari bambu merupakan bahan yang tidak bernilai ekonomi tinggi dibandingkan kayu dari pohon.” Kata Pria berambut panjang ini.

Tarsid sangat berharap akan adanya dukungan dari pemerintah untuk memajukan kerajinannya.

“Menurut hemat saya, pemerintah perlu mendorong masyarakat untuk menggunakan peralatan rumah tangga yang menggunakan bambu, Sebab tanaman bambu sangat baik untuk lingkungan hidup, supaya tidak di tinggal peminat dan pengrajin, perlu adanya terobosan inovasi pelatihan bagi kami  dan saran pemasaran yang bagus supaya apa yang kami anggap mata pencaharian utama keluarga, terus berkelanjutan sampai seterusnya.” Katanya.
Tarsid mengisahkan berjalannya waktu Flashback ke beberapa tahun yang lalu, memang keadaan sekarang di Dusun Rambatan kulon Blok Ningkong, Rasanya agak  sangat berbeda dengan sekarang.

“Kalau tahun 90 sampai awal 2000an banyak kita jumpai pengrajin pengrajin yang kesehariannya menghabiskan waktunya menganyam kerajinan bambu di depan teras rumahnya,sekarang sangat sepi ,dan tersisa hanya beberapa gelintir orang yang Masi menggeluti usaha tersebut.” Kisahnya.

Berdasarkan pantauan wartawan Lensa Indramayu para pengrajin yang tersisa kebanyakan usianya sudah lanjut.
Di tempat terpisah seorang pengrajin lain Karno (39) mengungkapkan penghasilan dari menganyam tidak bisa menjadi harapan untuk anak-anak untuk melanjutkan apa yang ia kerjakan, dan melih pekerjaan lain. "sekarang anak-anak lebih memilih menjadi perantau di jakarta daripada menggantungkan penghasilan dari menganyam mas, sebab ya beginilah keadaanya, sebab sekarang beda dengan dulu " Karno menutup pembicaraannya. (Jono KP)

Juli 19, 2018 ,
Ilustrasi
Jakarta, PT Pertamina (Persero) melalui surat direksi Pertamina Nomor 239/C00000/2018-S4 tentang Kondisi Keuangan Pertamina telah mengajukan izin untuk menurunkan kepemilikan aset (share-down) guna menjaga kesehatan keuangan korporasi.

Surat tersebut pun telah dibalas Menteri BUMN Rini Soemarno melalui surat Nomor 235/C00000/2018-S4 tentang Permohonan Izin Prinsip Aksi Korporasi untuk Mempertahankan Kondisi Kesehatan keuangan PT Pertamina yang kemudian beredar di media massa. 

Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan rencana penurunan atau pelepasan aset tersebut diusulkan perseroan ke pemerintah selaku pemegang saham merupakan rencana bisnis untuk meningkatkan kinerja portofolio bisnis perusahaan minyak plat merah tersebut.

Menurutnya pelepasan aset 100 persen milik Pertamina sudah diatur dalam Anggaran Dasar Pertamina. "Berdasarkan AD/ART, untuk melepaskan aset perlu dilakukan kajian komprehensif serta diputuskan rapat umum pemegang saham (RUPS)," katanya dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta, Kamis (19/7).
[ads-post]
Dalam surat tertanggal 29 Juni 2018 tersebut, Rini menyetujui rencana Pertamina untuk menurunkan kepemilikan aset hulu selektif (termasuk namun tidak terbatas pada participating interest, saham kepemilikan dan bentuk lain) sepanjang tetap menjaga pengendalian Pertamina atas aset strategis.

Dalam surat tersebut Rini juga mengizinkan Pertamina untuk melakukan pemisahan usaha atas unit bisnis RU IV Cilacap dan Unit Bisnis RU V balikpapan ke anak perusahaan.

Adiatma menyatakan surat yang diusulkan Pertamina ke pemerintah masih berupa izin prinsip ke pemegang saham untuk melakukan kajian atas rencana-rencana aksi korporasi strategis Pertamina. 

"Ini prosesnya masih panjang. Apabila memang perlu dilakukan, harus mendapat persetujuan dari pemegang saham, yakni Pemerintah,"
 jelasnya.

Adiatma menambahkan pelepasan aset dilakukan sebagai upaya menyehatkan portfolio investasi, sehingga Pertamina tidak memiliki kecondongan risiko pada satu aset tertentu. 

"Seperti pepatah don't put your eggs in one basket, ini dilakukan untuk meminimalkan risiko berdasarkan kajian bisnis dan legal yang telah dilakukan dengan cermat," jelasnya.
Adiatma mengatakan pelepasan aset nantinya bisa memberi peluang bagi Pertamina untuk mengundang strategic partner yang memiliki keunggulan dalam teknologi dan bisnis di bidang energi.Dam melaksanakan aksi korporasi tersebut, Pertamina berjanji akan tetap mempertahankan kendali bisnis dan mengutamakan manfaat bisnis tersebut bagi Pertamina dan negara.

"Dengan menggandeng mitra bisnis yang tepat, kita bisa mendapatkan nilai tambah, baik dari segi teknologi, perluasan pasar dan networking bisnis, dengan mempertahankan kendali bisnis, dan ini sesuatu yang lumrah dalam bisnis korporasi, "tambahnya.

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget