Articles by "Alam"


Indramayu Today  INDRAMAYU — Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia Dr. Alue Dohong melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Jum’at (1/7/2022).

Kedatangan Wamen LHK Dr. Alue Dohong ini diterima langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indramayu Rinto Waluyo mewakili Bupati Indramayu Nina Agustina Da’i Bachtiar dengan didampingi General Manager Secretary PT. Polytama Propindo Dwinanto Kurniawan dan Forkopimda Kabupaten Indramayu.

Setibanya di Kota Mangga, Wamen LHK Dr. Alue Dohong berkesempatan mencicipi hidangan khas Indramayu yang sudah terkenal se-Nusantara tidak lain dan tidak bukan Pindang Gombyang bersama Sekda Rinto didampingi GM PT. Polytama Propindo dan Forkopimda Indramayu, di Barrak Cafe & Resto Indramayu.

Dalam sambutannya Wamen LHK Dr. Alue Dohong mengatakan, kedatangannya ke Indramayu ini baru pertama kalinya dan mengaku sepanjang jalanan terkesima melihat pemandangan persawahan Indramayu yang menjadi sektor unggulan Kota Mangga.

“Ini kunjungan pertama saya ke Indramayu. Kesan pertama saya memasuki Indramayu itu melihat sawahnya yang membentang jauh dimata. Maka kita harus apresiasi keunggulan Indramayu karena merekalah yang menghasilkan beras sehingga kita bisa hidup,” katanya.

Diakuinya, kedatangan dirinya ke Indramayu ini tidak lain karena ingin melihat langsung Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) dan Ekoriparian Tjimanoek yang merupakan upaya sinergitas perusahaan swasta dan Pemerintah Kabupaten Indramayu dalam menjaga lingkungan dan memberdayakan masyarakat.

“Saya berkunjung kesini karena ada informasi Model Ekoriparian dan Taman Kehati di Indramayu yang cukup bagus. Saya selalu penasaran dan saya ingin melihat dengan mata kepala sendiri. Saya sangat mengapresiasi ini kerja pentahelik. Model-model kerja ini yang perlu kita dorong untuk membangun suatu daerah yang lebih baik,” katanya.

Menurutnya, upaya sinergitas PT Polytama Propindo dengan memberikan program Corporate Social Responsibility (CSR) kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu untuk menggagas dan membangun keberadaan Taman Kehati dan Ekoriparian Tjimanoek ini akan didorong oleh pemerintah pusat dan bisa dicontoh untuk daerah lain di Indonesia.

“Termasuk program CSR dari PT Polytama yakni lewat Taman Kehati dan Ekoriparian yang perlu kita dorong supaya ketika perusahaan banyak profit dan sejahtera pastinya masyarakat sekitarnya harus ikutan dan terangkat. Kita harus menciptakan tempat seperti itu untuk kerinduan masyarakat akan suasana alam dan tempat-tempat yang indah salah satunya tempat publik interest seperti Taman Kehati dan Ekoriparian Tjimanoek,” tambahnya.

Wamen Alue Dohong sangat tertarik dengan pemanfaatan lahan di wilayah kota yang dijadikan Ruang Terbuka Hijau (RTH), sekaligus sebagai tempat wisata kota di Indramayu.

Selain sebagai lahan konservasi, penataan RTH Taman KEHATI dan Taman Ekoriparian Tjimanoek, sekaligus menjadi wisata kota. Kedua RTH itu, tidak saja sebagai paru-paru kota dan daerah resapan air,

tetapi sekaligus mempercantik wajah kota sehingga bisa dimanfaatkan sebagai lokasi wisata yang bisa memberi nilai tambah.

“Konsepnya cukup komprehensif dan terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat. Dengan penataan yang estetis, akan menjadi nyaman untuk tempat kunjungan atau wisata. Ini akan memberi nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat,” tutur

Alue Dohong berpesan kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu dan PT. Polytama Propindo untuk terus menjaga kerjasama dan sinergitas demi kepentingan masyarakat, termasuk keberadaan Taman Kehati dan Ekoriparian Tjimanoek ini patut dijaga dengan melibatkan masyarakat langsung karena lebih gampang membangun daripada merawat.

“Pesan saya membangun ini relatif mudah maka yang paling sulit itu memeliharanya, memang membangun itu bagus tetapi jika tidak dirawat maka akan balik lagi seperti semula. Saya pesankan kita mengimbau masyarakat yang suka berkunjung di Taman Kehati dan Ekoriparian untuk menjaga aset berharga ini supaya tetap baik, tetap bersih, tetap indah seperti menjaga tidak membuang sampah sembarangan bahkan ke kali,” pesannya.

Sementara itu Sekda Rinto Waluyo menyampaikan, berterimakasih atas kunjungan Wamen LHK ke Indramayu. Ini adalah suatu kehormatan bahwa Kota Mangga semakin diperhatikan akan potensi yang memang sudah lama terpendam.

Potensi itu jelas Sekda Rinto meliputi Indramayu sebagai produsen padi terbesar se-Indonesia, produsen garam terbesar ke-2 se-Indonesia dan produsen ikan terbesar di Jawa Barat serta penghasil buah mangga dengan banyak aneka ragam yang tidak dimiliki satu daerah lain manapun.

“Tetapi potensi ini belum diberdayakan secara optimal. Oleh karena itu kami sangat berharap kehadiran pak Wamen dan jajarannya ini bisa mengetahui Indramayu seperti ini, sehingga berharap Indramayu dipoles, ibaratnya seperti mutiara terpendam yang perlu dipoles supaya terlihat kilaunya,” katanya.

Dipaparkan Sekda Rinto, berkat kerjasama dan kepedulian PT Polytama Propindo adanya Taman Kehati dan Ekoriparian Tjimanoek saat ini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang banyak diminati masyarakat ketika akhir pekan.

Mengingat papar Sekda Rinto, sebelumnya Taman Kehati dan Ekoriparian Tjimanoek tidak pernah terurus, namun berkat program yang digelontorkan PT Polytama Propindo ini, kedua tempat tersebut kini selain menjadi tempat wisata edukasi juga menjadi tempat konservasi alam.

“Kondisi semula taman ke hati tempat mainnya ular tetapi disulap menjadi taman konservasi alam. Taman Tjimanoek juga yang tadinya sungai yang memang tidak terurus tetapi berkat kerjasama kita, sekarang kondisi taman Tjimanoek menjadi tempat rekreasi favorit masyarakat Indramayu setiap akhir pekan,” paparnya.

Selanjutnya General Manager Secretary PT Polytama Propindo Dwinanto Kurniawan menjelaskan, Indramayu memiliki banyak potensi unggulan. Maka pihaknya ikut berpartisipasi dalam kemajuan Indramayu melalui program Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) kepada Pemerintah Kabupaten Indramayu dan manfaatnya untuk masyarakat.

“Kami berkesempatan mengelola beberapa tempat atau lokasi yang memang bisa dijadikan salah satu contoh untuk penataan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Salah satunya kami mempunyai satu program Taman Kehati yang sudah kami tata dan sudah mulai terlihat sekarang kemajuan dan progresnya serta sudah bisa dirasakan manfaat dan keindahannya bagi masyarakat Indramayu,” katanya.

Tidak hanya Taman Kehati, PT Polytama Propindo juga menyulap Sungai Tjomanoek menjadi Ekoriparian atau Ruang terbuka hijau (RTH) itupun mampu menjadi taman rekreasi keluarga sekaligus magnet wisata di tengah kota Indramayu.

“Kemudian Taman Tjimanoek ini merupakan Ekoriparian Sungai Tjimanoek Lama yang juga kami sebelumnya dengan bangga mendapatkan kehormatan kunjungan dari Ibu Menteri LHK dan Taman Tjimanoek menjadi contoh salah satu kerjasama, kolaborasi dan sinergi yang sangat baik antara Pemerintah dengan Swasta dalam hal ini kami PT. Polytama Propindo dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu dan juga sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia,” ujarnya. (*)

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet


 INDRAMAYU TODAY  
- Dandim 0616/Indramayu Letkol ARM Andang Radianto S.A.P beserta Personel Kodim 0616/Indramayu, mendatangi Mapolres Indramayu saat akan melaksanakan apel pagi, Jum’at 01 Juli 2022 pagi tadi. Kedatangan mereka dalam rangka ikut memperingati HUT Bhayangkara ke 76.

Kehadiran Dandim di Mapolres Indramayu bertujuan untuk memberikan surprise kepada Kapolres Indramayu bersama jajarannya dalam rangka Hari Bhayangkara Ke-76 Tanggal 01 Juli 2022 ini. Dalam kesempatan kunjungan itu, Dandim 0616/Indramayu mengatakan, di hari Bhayangkara ini berharap Kepolisian Republik Indonesia semakin jaya serta semakin dekat dengan masyarakat khususnya di Indramayu.

“Dan kita juga berharap sinergitas TNI-Polri pada umumnya dan sinergitas TNI-Polri di wilayah Kabupaten Indramayu pada khususnya tetap terjaga, tetap solid dan jaya selamanya,” Katanya.

Sementara itu, Kapolres Indramayu, AKBP M Lukman Syarif, menyambut baik kehadiran Dandim 0616/Indramayu beserta jajarannya.

Kapolres berharap, dengan adanya kegiatan ini, tentunya kedepan semakin menambah erat tali persaudaraan dan membangun sinergitas antara TNI-Polri, Hidup TNI-Polri.

Pena
By.
Redaksi
Editor
By.
Redaksi
Foto / Video
By.
Internet

 MENARA POST -  INDRAMAYU -- Memasuki awal musim tanam gadu (kemarau) 2018, kekeringan sudah melanda sejumlah daerah di Kabupaten Indramayu. Kondisi kekeringan itu di antaranya terjadi di sepuluh desa di Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu.
Adapun sepuluh desa tersebut, yakni Desa Karanganyar,Curug, Ilir, Bulak, Pranti,  EretanKulon, Parean Girang, Karangmulya, Wirapanjunan, dan Wirakanan.
Musim Kemarau / Ilustrasi
''Ada ribuan hektare,'' kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kandanghaur, Waryono, dilansir Republika.co.id, Kamis (18/5).

Waryono menyebutkan, tanaman padi di sepuluh desa itu rata-rata baru berumur seminggu sampai sepuluh hari. Namun, kebanyakan masih berupa persemaian.

Waryono mengatakan, selain hujan yang kini sudah jarang, kekeringan juga terjadi karena ketiadaan air di saluran irigasi. Bahkan, keringnya saluran irigasi tersebut membuat petani tak bisa melakukan upaya pompanisasi.

''Mau nyedot air gimana, di saluran irigasinya juga tidak ada air,'' kata Waryono.
Waryono mengakui,  sudah ada Kesepakatan Bersama tentang Pembagian Debit Air Daerah Irigasi Bendung Rentang yang dikeluarkan BBWS Cimanuk-Cisanggarung. Dalam kesepakatan bersama yang dihasilkan dari rapat koordinasi sejumlah pihak terkait pada 11 Mei 2018 itu diatur tentang penjadwalan air untuk tiga kabupaten, yakni Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Majalengka.
''Kesepakatan itu memang sudah jalan. Tapi yang jadi persoalan, daerah hulunya juga kering,'' kata Waryono.

 MENARA POST - Indramayu  - Angin puting beliung menerjang beberapa lokasi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Minggu hari yang mengakibatkan sejumlah bangunan rumah warga rusak berat dan ringan.
Kerusakan rumah akibat amukan angin puting beliung

Dari data yang berhasil dihimpun oleh redaksi tercatat  19 rumah warga yang diterjang angin Putting Beliung tersebut.

Pihak Kepolisian Sektor Kroya Aiptu Asep Wawan, Mengatakan Minggu tanggal 03 Februari 2019 sekira pukul 14.30 Wib di Blok C.I, Rt/Rw 002/001, Ds. Temiyangsari, Kec. Kroya, Kab. Indramayu telah terjadi bencana alam Puting Beliung.

"Ada 19 Rumah yang mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut" kata Asep dalam keterangan tertulisnya.

Selain phohon yang tumbang akibat Putting Beliung tersebut, beberapa rumah di areal sekitar juga mengalami kerusakan di bagian atapnya, karena sapuan angin puting beliung.

Adapun data rumah warga yang terkena Putting Beliung tersebut yakni, Rumah milik Rais, (80), alamat , rusak pada atap bagian belakang, Rumah milik Darno, (45), Rusak pada bagian atap depan, tengah dan samping kanan, Rumah milik Daram, 60, Rusak pada bagian atap depan dan samping, Rumah milik. Nunung, 33, Rusak pada bagian atap depan, Rumah milik. Dedi, 39, Rusak pada bagian Atap tengah, Rumah milik Nono, 45,  Rusak pada bagian atap belakang, Rumah milik Rasta, 80, Rusak pada bagian atap depan, Rumah milik Carwendi, 31, Rusak pada bagian atap depan, Rumah milik. Rendi, 43, Rusak pada bagian atap samping, Rumah milik Racem, 69, Rusak pada bagian atap depan, tengah dan belakang, Rumah milik Warsam, 46, Rusak pada bagian atap samping kiri, Rumah milik Cartim, 78, Rusak pada bagian atap tengah, Rumah milik Ratem, 55,   Rusak pada bagian atap tengah dan belakang, Rumah milik Iti, 67,  Rusak pada bagian atap belakang, Rumah milik Cantel, 42,   Rusak pada bagian atap samping, Rumah milik  Tetep, 50,   Rusak pada bagian atap tengah, Rumah milik Wawan, 40,  Rusak pada bagian atap depan, Rumah milik Tawa, 57,  Rusak pada bagian atap depan, Rumah milik Suhendi, 45,  Rusak pada bagian atap depan.

Semuanya merupakan warga Blok C.I, Rt/Rw 002/001, Desa Temiyangsari, Kec. Kroya dan sebagian besar berprofesi sebagai petani.
[ads-post]
Akibat dari musibah bencana alam tersebut tidak ada korban jiwa namun kerugian materi ditaksir sekira Rp. 57.000.000,-

Hingga berita ini diturunkan anggota Polsek Kroya sudah melakukan upaya pertolongan terhadap korban dan situasi terkini terpantau aman dan terkendali.

Sementara Yanto sekdes Tamiyangsari yang mewakili Kuwu Haerudin melalui akun Facebook milik Kecamatan Kroya menyampaikan bela sungkawanya disela-sela kesibukan memantau kegiatan dan mendata kerusakan. (AAP)


 

Indramayu - Musim penghujan mulai membasahi kawasan Pantura Jawa Barat. Masyarakat sekitar diminta untuk berhati-hati dan mengantisipasi bencana akibat hujan.
Ilustrasi
Sejumlah titik di Kabupaten Indramayu Jawa Barat masih teridentifikasi rawan bencana banjir. Terutama di sepanjang aliran sungai Cimanuk Cisanggarung.

Sedikitnya tujuh tanggul di Kabupaten Indramayu rawan banjir. Secara umum, Jawa Barat rentan bencana hidrologis.

Kepala Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu Edi Kusdiana mengungkapkan, dalam sebuah rapat koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung, diketahui setidaknya 52 titik tanggul di sepanjang aliran Sungai Cimanuk yang kritis. Dari 52 titik tersebut, tujuh titik kritis di antaranya berada di wilayah Kabupaten Indramayu.

"Tujuh titik tanggul yang kritis itu berada di sepanjang aliran Sungai Bangkir sampai Waledan," ungkap Edi, Minggu 18/11/2018).

Ketujuh titik tanggul yang kritis itu hingga kini memperoleh atensi ekstra mengingat berpotensi sebabkan banjir. Untuk memastikannya, BPBD Indramayu bersama instansi terkait lain akan menyusuri sungai tersebut.

"Setelahnya, barulah akan dilakukan langkah-langkah antisipasi," kata Edi.

Dalam sebuah kesempatan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyatakan, sebagaimana sejarahnya, sekitar 60% bencana hidrologis di Indonesia terjadi di Jabar. Karena itu, tak mengherankan bila provinsi yang dipimpinnya kerapkali banjir.

"Apalagi dengan manusia (jumlah warga) yang sekarang hampir 50 juta jiwa, tentu menambah (potensi banjir)," paparnya saat di Cirebon.
[ads-post]
Pihaknya mengimbau warga berhati-hati kala melalui jalan lintas provinsi selama musim penghujan seperti sekarang. Dalam sepekan terakhir, tercatat sedikitnya terjadi empat kali longsor di wilayah Jabar.

Namun, dia meyakinkan, pihaknya sendiri telah memiliki SOP sehingga dalam 1 X 24  jam suatu kejadian ditangani. Hanya, terkait banjir, dia berjanji akan merapatkannya dalam waktu dekat.

"Masalah sungai merupakan lintas wilayah, sehingga tk bisa diselesaikan di level wali kota atau bupati. Kami di tingkat pemprov akan segera merapatkannya," tegas dia.

BMKG Stasiun Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, sempat mengingatkan potensi hujan lebat dan angin kencang di Wilayah Cirebon berdampak banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin puting beliung, angin kencang, hingga pohon tumbang dan jalan licin. Masyarakat pun diimbau mewaspadai dampak yang dapat ditimbulkan tersebut.

Imbauan Ridwan Kamil.

Sementara itu Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengungkapkan, berdasarkan catatan sejarah, 60 persen bencana hidrologis Indonesia terjadi di Jawa Barat.

Oleh karena itu, ada atau tidak adanya manusia di Jawa Barat, provinsi terpata pendudukanya itu selalu dilanda bencana hidrologis.

"Apalagi dengan manusia yang sekarang jumlahnya hampir 50 juta jiwa, tentu menambah potensi banjir," kata pria Ridwan Kamil saat berkunjung ke Kota Cirebon, Rabu (14/11/2018).

Ridwan Kamil mengimbau warga untuk berhati-hati saat melewati jalan lintas provinsi di musim penghujan seperti sekarang. Dalam sepekan terakhir ini, tercatat sudah terjadi empat kali longsor.

"Tapi kami sudah punya SOP, sehingga 1 X 24 jam itu sudah beres," tegas Emil.

Untuk bencana banjir, dalam waktu dekat akan segera dirapatkan. Menurut dia, sungai di Jawa Barat merupakan lintas wilayah sehingga tidak bisa diselesaikan di level walikota atau bupati saja.

"Harus ada koordinasi di semua tingkatan untuk mengantisipasi banjir," kata dia. (Red)

FENOMENA Hari Tanpa Bayangan telah terjadi di wilayah Indramayu, Jawa Barat. Peristiwa langka Hari Tanpa Bayangan  itu terjadi hari ini, Kamis, 11 Oktober 2018 sekitar pukul 11:40 WIB.
Kulminasi, Ilustrasi

Forecaster Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi Majalengka Ahmad Faa Izyn menuturkan, puncak titik kulminasi terjadi pada pukul 11.30. Dia menambahkan, titik kulminasi adalah titik di mana posisi matahari tepat berada di posisi langit paling tinggi. "Posisi pergerakan matahari saat ini berada tepat di atas (pulau) Jawa," kata Ahmad,  dikutip dari laman Pikiran Rakyat.Kamis 11 Oktober 2018.

Secara umum, kulminasi utama di Indonesia terjadi antara 22 Februari di Kupang hingga 8 April di Banda Aceh dan 10 September di Banda Aceh sampai 20 Oktober di Kupang.

Hari Tanpa Bayangan disebut juga sebagai kulminasi utama.
Kulminasi atau transit atau istiwa adalah fenomena ketika Matahari tepat berada di posisi paling tinggi di langit.

Saat deklinasi Matahari sama dengan lintang pengamat, fenomenanya disebut sebagai kulminasi utama.


Pada peristiwa ini, posisi Matahari dari Bumi akan terlihat terus berubah sepanjang tahun antara 23,5 derajat Lintang Utara sampai 23,5 derajat Lintang Selatan.

Hal ini disebut sebagai gerak semu harian Matahari.
Pada tahun ini, Matahari tepat berada di khatulistiwa pada 20 Maret 2018 pukul 23:15 WIB dan 23 September 2018 pukul 08:54 WIB.
[ads-post]
Adapun pada 21 Juni 2018 pukul 17:07 WIB, Matahari berada di titik balik utara dan pada 22 Desember 2018 pukul 05:23 WIB Matahari berada di titik balik selatan.

Menurut informasi BMKG, mengingat posisi Indonesia yang berada di sekitar ekuator, Hari Tanpa Bayangan atau kulminasi di wilayah Indonesia akan terjadi dua kali dalam setahun.
Waktu terjadinya kulminasi tidak jauh dari saat Matahari berada di khawatulistiwa.
Khusus untuk kota Pontianak, Kalimantan Barat, yang terletak di khatulistiwa, fenomena ini terjadi bersamaan dengan saat Matahari tepat di khatulistiwa.
Berdasrakan informasi BMGK, peristiwa di Pontianak itu terjadi pada 20 Maret 2018, yang kulminasi utamanya terjadi pada pukul 11:50 WIB dan pada 23 September 2018 yang kulminasi utama pukul 11:35 WIB.

Di kota-kota lain di Indonesia, Hari Tanpa Bayangan atau kulminasi utama terjadi pada saat deklinasi Matahari sama dengan lintang kota tersebut.

INDRAMAYU – Musim kemarau yang kering kerontang saat ini dampaknya  menyengsarakan  masyarakat, khususnya para petani. Mereka mengeluh krisis air irigasi sehingga menghambat kegiatan usaha pertanian mereka. Selain itu, ada salah satu kecamatan yang menjadi langganan krisis air bersih yaitu Kecamatan Krangkeng.
Edi Kusniana

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu, Edi Kusdiana didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik, Dadang Muliana mengemukakan, dari 31 kecamatan se-Kabupaten Indramayu, terdapat 14 kecamatan rawan dilanda kekeringan saat musim kemarau. Ke-14 kecamatan itu:  Losarang, Krangkeng, Gabuswetan, Lelea, Sindang, Haurgeulis, Widasari, Juntinyuat, Kandanghaur, Kroya, Arahan, Sliyeg, Cikedung dan Jatibarang.
“Bahkan ada kecamatan dilanda krisis air bersih setiap musim kemarau yaitu  Kecamatan Krangkeng,” katanya di ruang kerjanya, Rabu (3/10/18).
Ia mengatakan, selama ini masyarakat Kecamatan Krangkeng selalu proaktif meminta bantuan ke BPPD Indramayu melalui camat agar dikirim air bersih. BPBD Indramayu selalu menanggapi permintaan masyarakat,  karena sudah menjalin kerja sama dengan PDAM Tirta Darma Ayu  Indramayu guna memenuhi air bersih.  BPBD Indramayu juga berkoordinasi dengan Polres dan Kodim.
“BPBD Indramayu selalu merespon permohonan air bersih untuk membantu masyarakat  mengatasi kekeringan dengan bekerjasama PDAM Indramayu dan tim di tingkat kecamatan. Bagi yang membutuhkan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui Kepala Desa diketahui camat,” ucapnya serasya menambahkan  musim kemarau  di Jawa Barat akan berlangsung hingga akhir Oktober 2018.
Ia menambahkan, apabila  masyarakat butuh bantuan penanganan bencana, dapat menghubungi  call center pusat pengendalian operasi BPBD di nomor 081998877006. “BPBD memberikan bantuan penanganan bencana seperti angin puting beliung, banjir rob, kekeringan, banjir dan bencana tak terduga lainnya,” jelasnya.

September 22, 2018 ,
Universitas Negeri Politeknik Indramayu (POLINDRA) gelar seminar ozzon nasional 2 dihalaman universitas polindra pada sabtu 22/9/2019.
Polindra Gelar Seminar Ozon Nasional

Seminar tersebut dibuka oleh perwakilan Bupati Indramayu Suhartati, S.Si., M.Si Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan pada Dinas Lingkungan Hidup Kab. Indramayu.

Untuk narasumber pada seminar menghadirkan Ir. Zulhasni, M.Sc. Kepala Subdirektorat Pengendalian Bahan Perusak Ozon, Direktorat Mitigasi Perubahan Iklim, KLHK, Nuriyanto Adi Pradigdo A. Md selaku engineer PT Panasonic dan Deddy El Rashid independent building service engineer consultant.

Zulhasni berharap kepada para peserta setelah diadakan seminar ozzon dapat menerapkannya kembali pada sistem pendidikan.

"Harapan untuk peserta, jika  dilihat dari pertanyaan tersebut, saya lihat mereka bisa memahami apa yang disampaikan, dan mudah-mudahan kedepan mereka bisa  terapkan karena mereka memang bergerak di bidang refrigasi tata udara dan pendingin" katanya.

Jadi, Zulhasni melanjutkan, "kalau misalkan biasanya yang diajarkan hanya bagaimana memperbaiki dan bagaimana sistem pendingin itu sendiri tapi tidak memperhatikan lingkungannya, semoga  kedepan  sudah mulai memperhatikan lingkungan" harapnya.
[ads-post]
Menurutnya, seminar tersebut bisa dilakukan kembali di tahun berikutnya mengingat di tahun sebelumnya telah dilakukan seminar serupa.

"Bisa jadi akan lakukan kegiatan lanjutan. Ini tahun kedua bekerja sama dengan polindra, dulu kami hanya sebagai pembicara tapi saat ini kita benar-benar di agendakan dalam cara dan semua informasi yang masuk kita perhatikan agar benar dan tepat" ujarnya.

Sementara itu, Suhartati sangat apresiasi terhadap seminar yang di gelar oleh polindra sehingga ia sangat bersemangat menjelaskan kepada peserta tentang lapisan ozzon dunia.

"Seminar ozon itu sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan bagi peserta, selain itu juga menambah kesadaran masyarakat tentang apa arti pentingnya ozon" terangnya

Ia menginginkan setelah diadakannya seminar ozon, para peserta dapat turut serta mengurangi penggunaan peralatan yang berdampak buruk pada lapisan ozon dunia.

"Bagi yang sudah memahami, mari kita melindungi bumi ini dari penipisan ozon, Fungsinya sangat besar dan upaya itu ada didalam pelaksanaan kehidupan kita sehari-hari, seperti mengurangi pemakaian bahan perusak ozon yaitu klorin, klorofom, cfc dan sebagainya beralih kebahan ramah ozon" terangnya.

Bahan-bahan tersebut, Suhartati mencontohkan, "ada di barang elektronik seperti AC, pakailah freon yang ada logo ramah lingkungan, Jika mengisi freon di ac atau kulkas pakailah freon yang non cfc, itu freon yang ramah lingkungan, harganya memang lebih tinggi, tetapi kita berkontribusi terhadap  pengurangan penipisan ozon, Artinya kita melindungi bumi dari berbagai segi yakni salah satunya mengurangi penipisan lapisan ozon" ungkapnya.

Terpisah, Kusnandar Wakil Direktur Bidang Teknik Universitas Polindra mengungkapkan Acara seminar hari ozon nasional kedua ini berkaitan dengan lingkungan hidup.

"Kita sebagai institusi pendidikan yang salah satunya fokus dibidang tekhnik pendingin atau udara, Kita memang menggunakan bahan-bahan yang notabene berpotensi untuk merusak ozon, jadi ada kesinergian antara politekhnik dengan kementerian lingkungan hidup dan kehutanan serta institusi terkait yang memang konsen di bidang itu" ungkapnya.

Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer pada ketinggian 20−35 km di atas permukaan Bumi yang mengandung molekul-molekul ozon. Konsentrasi ozon di lapisan ini mencapai 10 ppm dan terbentuk akibat pengaruh sinar ultraviolet Matahari terhadap molekul-molekul oksigen. Peristiwa ini telah terjadi sejak berjuta-juta tahun yang lalu, tetapi campuran molekul-molekul nitrogen yang muncul di atmosfer menjaga konsentrasi ozon relatif stabil."Ungkapnya.
(REDAKSI)

INDRAMAYU – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) melakukan penelitian untuk pemetaan potensi tingkat kerawanan gempa bumi di Desa Pagedangan dan Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Hasilnya nanti, bisa menjadi pedoman bagi pemangku kebijakan dan masyarakat dalam pemanfaatan lahan di daerah tersebut.
Ketua Tim Pemetaan Pusat Survei Geologi, Badan Geologi KESDM, Asdani, menjelaskan kegiatan pemetaan mikrozonasi untuk melihat potensi tingkat kerawanan gempa bumi di Desa Pagedangan dan Desa Sukaperna, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, Senin (20/8).

"Penelitian sudah dilakukan sejak sebulan terakhir,"  ujar Kepala Sub Bidang Pemetaan Tematik Pusat Survei Geologi Badan Geologi KESDM, Isnu Hajar S, saat ditemui di tengah kegiatan penelitian di Kecamatan Tukdana, Senin (20/8).

Isnu menjelaskan, secara geologis, Kabupaten Indramayu ditutupi oleh batuan berumur kuarter yang relatif muda dan bersifat lepas, yang rentan terhadap bahaya guncangan tanah akibat gempa bumi. Wilayah itupun diduga dilalui patahan-patahan aktif yang sulit diidentifikasi karena tertutupi oleh endapan kuarter tersebut.

Menurut Isnu, penelitian yang dilakukan pihaknya tidak dilakukan menyeluruh di Kabupaten Indramayu, melainkan hanya difokuskan di Desa Pagedangan dan Sukaperna. Pasalnya, di kedua desa tersebut, pernah terjadi semburan gas pada 2015 dan akhir 2017. "Kita lakukan pemetaan mikrozonasi untuk mengetahui kondisi bawah permukaan yang sulit dipetakan," kata dia.
Dengan pemetaan mikrozonasi, akan diketahui zona-zona wilayah mana saja yang memiliki tingkat kerentanan terhadap guncangan tanah atau batuan. Yakni, berupa zona kerentanan guncangan tinggi, sedang maupun rendah.

Hasil pemetaan mikrozonasi itu, lanjut Isnu, bisa memberikan gambaran dalam pengusahaan minyak dan gas bumi di wilayah tersebut. Selain itu, bisa menjadi pedoman bagi masyarakat dan pemerintah dalam pemanfaatan lahan untuk hunian maupun pembangunan infrastruktur.

Untuk zona dengan tingkat kerentanan goncangan tanah rendah, akan menjadi wilayah yang sangat direkomendasikan untuk hunian penduduk ataupun pengusahaan minyak dan gas bumi. Sedangkan untuk zona dengan tingkat kerentanan goncangan tanah tinggi, maha hunian ataupun pengusahaan minyak dan gas bumi harus memenuhi standar yang telah ditetapkan.
Isnu mengatakan, hasil dari pemetaan mikrozonasi saat ini masih berupa angka-angka. Selanjutnya, akan dilakukan pengolahan data dan disajikan dalam bentuk peta supaya mudah dibaca oleh masyarakat maupun pemangku kebijakan lainnya. ‘’Pengolahan data akan selesai dalam waktu sebulan,’’ tukas Isnu.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Pemetaan Pusat Survei Geologi, Badan Geologi KESDM, Asdani, menjelaskan, Kabupaten Indramayu, seperti halnya juga Sumedang dan Majalengka, berpotensi rawan gempa dan longsor. Potensi itu disebabkan adanya patahan Baribis, Cimanuk, dan Bumi Ayu.
Untuk wilayah Kabupaten Indramayu, hingga saat ini belum pernah mengalami gempa besar akibat pergerakan patahan tersebut. Menurutnya, patahan itu tercatat pernah bergerak pada 1990 sehingga menimbulkan gempa di daerah Talaga, Majalengka.

’Indramayu (belum pernah terjadi gempa besar) karena lebih jauh dari source-nya.  Source-nya lebih cenderung ke selatan. Tapi tidak tertutup kemungkinan suatu waktu terjadi di bawah endapan kuarter itu,’’ tandas Asdani. 

MKRdezign

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.
Javascript DisablePlease Enable Javascript To See All Widget